Home / Opini

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:35 WIB

Momen HUT Bhayangkara, Keluarga Harap Kapolda Sulteng Atensi Misteri Kematian Caca di Poso

Rony Sandhi. (Foto: Istimewa)

Rony Sandhi. (Foto: Istimewa)

Masyarakat tidak berharap polisi bekerja tergesa-gesa hingga mengabaikan prinsip kehati-hatian. Sebaliknya, masyarakat berharap penyelidikan dilakukan secara profesional, berbasis alat bukti yang kuat, dan pada akhirnya mampu membawa pelaku ke hadapan pengadilan.

Karena sesungguhnya, keadilan yang terlambat akan selalu meninggalkan luka yang lebih dalam bagi keluarga korban.

Semakin lama sebuah perkara belum terungkap, semakin besar pula ruang bagi munculnya berbagai spekulasi yang justru dapat mengganggu kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.

Baca juga  Ketika Pelindung Malah Jadi Predator: Perlunya Tindakan Tegas Terhadap Oknum Polisi

Di usia Bhayangkara yang ke-80, tema besar tentang pengabdian kepada masyarakat akan semakin bermakna apabila diiringi keberhasilan menghadirkan kepastian hukum bagi masyarakat yang masih menunggu keadilan.

Mengungkap kasus pembunuhan Caca bukan sekadar menyelesaikan satu berkas perkara. Lebih dari itu, ini adalah tentang mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwa tidak ada kejahatan yang dibiarkan tanpa pertanggungjawaban dan bahwa setiap korban berhak memperoleh keadilan.

Baca juga  Merespons Situasi Terkini Ibu Kota Nusantara dari Perspektif Kelas Sosial

Semoga HUT Bhayangkara ke-80 tidak hanya dikenang sebagai perayaan tahunan, tetapi juga menjadi momentum lahirnya komitmen baru untuk menuntaskan kasus-kasus yang masih menjadi pekerjaan rumah, termasuk perkara pembunuhan Caca di Poso.

Sebab, bagi keluarga korban, hadiah terbaik bukanlah seremoni, melainkan terungkapnya pelaku dan hadirnya keadilan yang telah mereka nantikan hampir dua tahun lamanya.

Share :

Baca Juga

Ketua Departemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako, Muhammad Sabri Syahrir/Ist

Opini

Refleksi Hari K3 Internasional
Koordinator Jatam Sulteng, Moh. Taufik/hariansulteng

Opini

100 Hari Anwar-Reny: Empat Catatan Kritis JATAM Sulteng
Azman Asgar/Ist

Opini

Kebersihan, Pijakan Dasar Kota Jasa
Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

Opini

Yayasan Tanah Merdeka Respons Kunjungan Badko HMI Sulteng ke Balai Besar TNLL
Ketua Umum Badko HMI Sulteng, Alief Veraldhi/Instagram @aliefvrldhi

Opini

Menag Larang Penggunaan Pengeras Suara saat Ramadan, Badko HMI Sulteng: Sesat dan Menyesatkan
Alfandy Ahmad Eyato/Ist

Opini

Dari Pekarangan ke Perlawanan: Menolak ‘Kabupaten Sawit’ di Tojo Una-Una
Advokat Kantor Hukum Tepi Barat and Associates, Rivkiyadi/Ist

Opini

Sengketa Mahasiswa Fakultas Teknik vs Kehutanan: Kegagalan Serius dalam Keamanan dan Kepercayaan di Untad
Anggota Jemaat GKST Immanuel Palu, Rony Sandhi. (Foto: Istimewa)

Opini

Pentingnya Batas Bijak Pimpinan GKST di Tengah Sensitivitas Isu Publik