Home / Opini / Sulteng

Kamis, 23 April 2026 - 13:59 WIB

Pentingnya Batas Bijak Pimpinan GKST di Tengah Sensitivitas Isu Publik

Anggota Jemaat GKST Immanuel Palu, Rony Sandhi. (Foto: Istimewa)

Anggota Jemaat GKST Immanuel Palu, Rony Sandhi. (Foto: Istimewa)

Oleh : Rony Sandhi
Anggota Jemaat GKST Immanuel Palu

Riuh di media sosial belakangan ini isu sensitif. Publik semakin peka terhadap setiap simbol, apalagi jika itu menyangkut institusi keagamaan.

Kehadiran sejumlah petinggi Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) dalam konferensi pers bersama Jusuf Kalla di Jakarta belum lama ini, disusul beredarnya video dan foto-foto, tak luput menjadi perhatian warga jemaat GKST.

Reaksi warga jemaat GKST, khususnya di ruang-ruang percakapan digital seperti media sosial, grup WhatsApp, mengalir deras dari sekadar bertanya hingga menyuarakan kegelisahan dan tudingan-tudingan miring.

Situasi ini perlu dibaca dengan jernih. Di satu sisi, setiap individu, termasuk para pendeta, tentu memiliki hak untuk hadir dan menyampaikan pandangan dalam ruang publik.

Namun di sisi lain, posisi mereka sebagai pimpinan gereja tidak bisa dilepaskan begitu saja dari identitas institusional yang melekat: GKST.

Publik jemaat GKST melihat, menilai, dan sering kali menyimpulkan bahwa kehadiran para pemimpin GKST tersebut adalah representasi dari GKST secara keseluruhan.

Baca juga  4 Fitur Layanan Kejati Sulteng Diresmikan, Jacob Hendrik: Untuk Lebih Dekat Bersama Masyarakat dan Media

Di titik inilah sensitivitas menjadi penting. GKST selama ini dikenal sebagai lembaga pelayanan umat, yang perannya sangat vital dalam menjaga nilai-nilai spiritual, sosial, dan perdamaian terutama di wilayah seperti Poso yang memiliki sejarah panjang dalam merawat harmoni pascakonflik.

Karena itu, setiap langkah yang berpotensi menyeret institusi ke dalam pusaran polemik publik patut dipertimbangkan secara matang.

Pertanyaannya bukan sekadar “boleh atau tidak,” melainkan “perlu atau tidak?”.

Dalam konteks isu yang sedang berkembang dan cenderung sensitif, kehadiran tokoh-tokoh gereja dalam ruang klarifikasi yang bersifat politis atau kontroversial bisa memunculkan beragam tafsir dan spekulasi liar.

Bahkan jika tidak segera pernyataan klarifikasi resmi atas nama lembaga, simbol kehadiran para pimpinan GKST itu sendiri bisa dianggap cukup kuat untuk memantik persepsi beragam warga jemaat.

Di sinilah pentingnya komunikasi yang terbuka dan menenangkan dari para pemimpin GKST.

Klarifikasi yang jernih kepada jemaat bukan hanya soal meluruskan persepsi, tetapi juga menjaga kepercayaan.

Baca juga  Islam, Indonesia dan HMI: Resolusi Konflik dan Arah Kebijakan Negara Kunci Perdamaian Dunia

Jemaat berhak mendapatkan penjelasan agar tidak terjebak dalam spekulasi yang berpotensi memperkeruh suasana.

Lebih dari itu, semua pihak perlu menahan diri agar tidak menggiring GKST ke dalam ruang-ruang pro dan kontra yang bukan menjadi panggilan utamanya.

Gereja bukanlah arena tarik-menarik kepentingan, melainkan rumah bagi penguatan iman dan pemulihan sosial.

Masyarakat, khususnya warga GKST dan Poso, tentu tidak ingin kembali diseret pada bayang-bayang masa lalu yang penuh luka.

Energi kolektif hari ini seharusnya diarahkan pada menjaga kedamaian yang telah dibangun dengan susah payah, bukan membuka ruang kegaduhan baru.

Kritik boleh disampaikan, tetapi harus tetap dalam koridor yang menyejukkan.

Begitu pula dengan langkah para pemimpin umat perlu kehati-hatian, bisa lebih menyaring belapis-lapis sebelum melangkah, agar tidak menimbulkan tafsir yang meluas yang berujung pada kegaduhan di ruang diskusi digital dan di ruang-ruang jemaat.

Share :

Baca Juga

Arus mudik di Terminal Tipe A Mamboro Kota Palu terus mengalami peningkatan jelang Idulfitri 1443 Hijriah, Sabtu (30/4/2022)/hariansulteng

Palu

H-3 Lebaran, 59 Armada Angkut Pemudik dari Terminal Mamboro Palu
Cerobong asap PLTU berdiri di belakang SD Negeri Labota di kawasan PT IMIP, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali/hariansulteng

Morowali

Kasus ISPA di Wilayah Hilirisasi Nikel Morowali Capai 57.190 Orang
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid jajal motor listrik/Ist

Palu

Wali Kota Palu Jajal Motor Listrik Keliling Kantor
Ahmad Ali/Ist

Sulteng

Unggul di Survei Pilgub Sulteng, Ahmad Ali Sampaikan Terima Kasih kepada Masyarakat
Relawan Srikandi Ganjar Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar sosialisasi dan pelatihan bussines plan, Kamis (18/5/2023)/Ist

Sigi

Relawan Srikandi Ganjar Ajarkan Anak Muda di Sigi Bikin Gantungan Kunci dari Tepung
Lurah Lolu Selatan Sahdin mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan kosong untuk bertani/istimewa

Palu

Lurah Lolu Selatan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Bertani
Wahana bermain anak kini hadir di lantai dua Pasar Bambaru, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng)/Pemkot Palu

Palu

Wahana Bermain Anak Kini Hadir di Pasar Bambaru Palu
Prajurit Korem 132/Tadulako mengikuti apel gelar pasukan jelang perhelatan Pilkada 2024, Senin (3/6/2024)/Ist

Palu

Korem 132/Tadulako Gelar Apel Pasukan Pengamanan Pilkada Serentak 2024