Home / Banggai

Kamis, 13 Januari 2022 - 21:28 WIB

Penjelasan Polres Banggai Soal Warga Sipil Terkena Tembakan Polisi

Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama saat menggelar konferensi pers kasus penembakan di tempat hiburan malam, Rabu (12/1/2022)/Ist

Kapolres Banggai AKBP Yoga Priyahutama saat menggelar konferensi pers kasus penembakan di tempat hiburan malam, Rabu (12/1/2022)/Ist

HARIANSULTENG.COM, BANGGAI – Kapolres Banggai, AKBP Yoga Priyahutama memberikan penjelasan terkait adanya seorang warga terkena tembakan oknum polisi berinisial Brigadir MTA.

Kejadian itu terjadi di Tempat Hiburan Malam (THM) Cafe 168 House, Kelurahan Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, Kamis (6/1/2022) lalu.

“Saat kejadian tersebut, awalnya kami mengalami simpang siur terkait pokok permasalahan. Namun kami sudah melakukan pemeriksaan,” kata AKBP Yoga dalam konferensi pers, Rabu (12/1/2022).

Mantan Kapolres Sigi itu mengatakan, pihaknya telah menerima dua laporan atas kejadian tersebut.

Laporan pertama dari masyarakat ke Provos Porles Banggai terkait penembakan terhadap warga sipil bernama Rezi Darise.

Kemudian Brigadir MTA juga melayangkan laporan ke Satreskrim Polres Banggai soal kasus pengeroyokan.

Baca juga  Soroti Penjemputan Paksa Petani di Banggai, Legislator Sulteng: Dia Bukan Koruptor atau Teroris

“Laporan di Provos kami sudah memeriksa 3 saksi termasuk Rezi. Sementara di Satreskrim ada 8 saksi,” terang Yoga.

Polres Banggai juga telah mengantongi hasil visum Rezi Darise maupun MTA dari Rumah Sakit (RS) Luwuk.

Kapolres Yoga menceritakan, Brigadir MTA awalnya mencari seseorang yang diduga terlibat peredaran narkoba di THM.

Namun orang dicari diketahui telah meninggalkan THM sehingga Brigadir MTA hendak mengikutinya.

Saat berjalan keluar, Brigadir MTA bertemu seorang perempuan berinisial A di area parkiran sepeda motor.

“Brigadir MTA di parkiran hendak membantu mengeluarkan motor saudari A. Kemudian datang empat orang termasuk Rezi. Dari hasil pemeriksaan, diantaranya datang dalam keadaan mabuk,” terang Yoga.

Baca juga  Diduga Perusahaan di Banggai Ini Berikan THR Tidak Sesuai Ketentuan

Rezi kemudian menghampiri Brigadir MTA bersama A dan mereka saling berbincang-bincang.

Tak lama berselang, Rezi bersama ketiga kawannya melakukan aksi pemukulan sebanyak dua kali hingga Brigadir MTA terjatuh.

Dalam kondisi terdesak, Brigadir MTA mengeluarkan senjata api dan memberikan tembakan peringatan tetapi mengenai Rezi di bagian paha kirinya.

“Saat mengokang senjata, tanpa terasa jarinya menekan treger. Letusan mengarah ke lantai namun memantul dan mengenai kaki kiri saudara Rezi,” ujar Yoga.

“Mereka masih dalam proses dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tidak ada pembedaan personel dan masyarakat yang bermasalah. Perkara ini kami tangani secara profesional dan transparan,” ungkapnya menambahkan. (Arr)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi penangkapan/Ist

Banggai

Polisi Bantah Petani Tersangka Pencurian Sawit di Banggai Sedang Sakit Saat Ditangkap
Dua personel Polres Banggai ikut mengawal pendistribusian logistik Pilkada 2024 di wilayah pedalaman, Minggu (24/11/2024)/Ist

Banggai

Bawa Logistik Pilkada ke Pedalaman Banggai, Petugas Jalan Kaki Lewati Gunung dan Sungai
Ahmad Ali saat berkampanye di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, Kamis malam (17/10/2024)/Ist

Banggai

Ahmad Ali Janji Muluskan Jalan di Sulteng Jika Jadi Gubernur
Ilustrasi kebebasan pers

Banggai

IJTI Sulteng Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Perampasan Ponsel Wartawan di Polres Banggai
Petugas Lapas Luwuk gagalkan penyelundupan paket sabu/Ist

Banggai

Dilempar dari Luar Tembok, Petugas Lapas Luwuk Gagalkan Penyelundupan Paket Sabu
Ilustrasi tahanan/Ist

Banggai

Petani di Banggai Terancam 5 Tahun Penjara Usai Diduga Mencuri Kelapa Sawit Milik Perusahaan
5 hektare lahan perkebunan di Desa Ondo-Ondolu Banggai terendam banjir, Rabu (10/7/2024)/Ist

Banggai

5 Hektare Lahan Perkebunan di Desa Ondo-Ondolu Banggai Terendam Banjir
Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi/Ist

Banggai

Buntut Polisi Rampas Paksa Ponsel Wartawan di Banggai, Kapolda Sulteng Minta Maaf