Home / Banggai

Kamis, 28 April 2022 - 00:18 WIB

Diduga Perusahaan di Banggai Ini Berikan THR Tidak Sesuai Ketentuan

Karyawan melakukan protes ke perusahaan terkait THR yang cair tidak sesuai kententuan/istimewa

Karyawan melakukan protes ke perusahaan terkait THR yang cair tidak sesuai kententuan/istimewa

HARIANSULTENG.COM, BANGGAI – Perusahaan di Kelurahan Kalaka, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, diduga memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) tidak sesuai kententuan.

Hal itu diutarakan oleh seorang karyawan berinisial I kepada Hariansulteng.com.

Puluhan karyawan PT ANI mengeluhkan jumlah THR yang diberikan oleh pihak perusahaan tidak sesuai surat edaran Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor M/1/HK.04/IV/2022.

Menurut karyawan berinisial I mengatakan, mereka semua bekerja di PT ANI sudah lebih dari setahun.

Hanya terdapat empat orang yang masih bekerja selama enam bulan.

“Kami hanya menerima THR sebesar Rp 807 ribu. Sedangkan gaji pokok kami Rp 2 juta lebih,” ungkapnya

Baca juga  Gempa Magnitudo 5,8 di Sulut Terasa Hingga Banggai-Banggai Kepulauan

Karyawan berinisial I itu menyebut, terdapat tiga karyawan yang memulangkan THR yang diterimanya.

Mereka kecewa karena THR yang seharusnya diterima sesuai dengan besaran gaji.

Namun THR yang didapatkan hanya setengah dari gaji yang diterima.

“Yang kasih pulang cmn tiga orang, sedangkan lain tetap terima itu THR karna di perhadapkan dengan situasi yang dilema. Mau diambil tidak sesuai, tidak mau di ambil tapi butuh untuk lebaran, karena harapan cuman itu,” sebutnya.

Karyawan berinisial I menjelaskan, PT ANI adalah pemegang IUP dalam perusahaan tambang.

Baca juga  Polisi Bantah Petani Tersangka Pencurian Sawit di Banggai Sedang Sakit Saat Ditangkap

Sedangkan bagian perekrutan tenaga kerja saat ini dari PT BBS.

“Katanya subkon baru yang masuk, jadi barusan kerja empat bulan subkonya. Itu alasan dari PT BBS. Tapi kami berdalih bahwa, kami di rekrut oleh PT BBS dua tahun sebelumnya. Semasih subkon lain yang kerja, nah otomatis Pt BBS yang rekrut maka kita tuntut hak ke Pt BBS. Karyawan tidak mau tau persoalan ke dalam pergantian subkon, karena kami tidak ada pemutusan kerja dari BBS waktu pergantian subkon,” terangnya.

Share :

Baca Juga

Aliansi Masyarakat Muslim Bunta mengajak seluruh warga menjaga suasana keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

Banggai

Ketua Aliansi Masyarakat Muslim Bunta Ajak Warga Jaga Kamtibmas
Ilustrasi penembakan/Ist

Banggai

Niat Lerai Keributan di Banggai, Polisi Lepaskan Tembakan Peringatan Kenai Warga
Terjatuh Saat Menjala Ikan, Warga Balantang Ditemukan Meninggal Dunia

Banggai

Terjatuh Saat Menjala Ikan, Warga Balantang Ditemukan Meninggal Dunia
Walhi Sulteng menanggapi kasus petani di Banggai menjadi tersangka karena diduga mencuri kelapa sawit milik PT Sawindo Cemerlang, Selasa (31/5/2022)/hariansulteng

Banggai

Kasus Petani Dituduh Mencuri Sawit, Walhi Sulteng Pertanyakan Batas HGU PT Sawindo Cemerlang
Ilustrasi penjara/Ist

Banggai

Petani di Banggai Terancam 5 Tahun Penjara Usai Diduga Mencuri Kelapa Sawit Milik Perusahaan
Ilustrasi kebebasan pers

Banggai

IJTI Sulteng Desak Kapolda Usut Tuntas Kasus Perampasan Ponsel Wartawan di Polres Banggai
Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi/Ist

Banggai

Buntut Polisi Rampas Paksa Ponsel Wartawan di Banggai, Kapolda Sulteng Minta Maaf
Warga keluhkan air sungai berubah warna akibat aktivitas tambang PT ANI di Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai, Jumat (17/6/2022)/Ist

Banggai

Warga Sekitar Areal Tambang PT ANI di Banggai Keluhkan Air Sungai Berubah Warna