Home / Morowali Utara

Minggu, 5 Januari 2025 - 23:02 WIB

Pekerja Tambang Tewas Tersapu Banjir Bandang di Morut, YTM: Pengawasan Lemah

Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

HARIANSULTENG.COM, MORUT – Pengawasan di sektor pertambangan terutama di daerah sentra nikel seperti Morowali Utara (Morut), dinilai masih sangat lemah.

Hal itu diutarakan Direktur Yayasan Tanah Merdeka (YTM), Richard Fernandez Labiro, merespons peristiwa banjir bandang di area pertambangan nikel Desa Tamainusi, Morut.

Banjir bandang yang terjadi pada Jumat (03/01/2025) itu merenggut nyawa Samsul Alam, karyawan perusahaan tambang CV Surya Amindo Perkasa.

Richard mengatakan, perusahaan tambang kerap abai terhadap keselamatan pekerja dan kelestarian lingkungan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003, dan Konvensi ILO.

“Kenyataan ini menunjukkan bahwa pengawasan terhadap implementasi peraturan tersebut sangat lemah. Perusahaan tambang sering mengabaikan kewajiban mereka untuk menyediakan lingkungan kerja yang aman, yang pada akhirnya menyebabkan pekerja menjadi korban dari sistem yang tidak adil,” terang Richard, Minggu (05/01/2025).

Baca juga  Wakil Ketua MPR Terafiliasi Bisnis Tambang CV Putri Perdana, Perusahaan Biang Banjir di Morut

Dikatakan Richard, bencana tersebut mirip dengan kejadian sebelumnya di kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) pada 25 April 2023 silam.

Di sana, banjir besar hampir menyeret sejumlah pekerja tambang diduga akibat kerusakan lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan nikel.

Kedua kejadian ini mencerminkan betapa buruknya kondisi lingkungan yang dikelola oleh perusahaan tambang, yang berdampak langsung pada keselamatan para pekerja.

Menurutnya, sistem kapitalisme dalam industri tambang sering kali mengabaikan hak-hak buruh demi mengejar keuntungan sebesar-besarnya.

“Pekerja tambang dipaksa untuk bekerja dalam kondisi yang berbahaya, seringkali dengan sedikit perlindungan dari risiko kecelakaan dan bencana alam,” ungkapnya.

Kapitalisme menjadi sebuah sistem yang didesain untuk menempatkan keuntungan sebagai prioritas utama.

Sementara, ujar Richard, kesejahteraan buruh hanya menjadi pertimbangan sekunder sehingga mereka rentan dieksploitasi.

Baca juga  2 Orang Tewas dalam Bentrokan TKA vs TKI di PT GNI, Kapolda Sulteng Akui Pengamanan Minim

“Buruh yang bekerja di lokasi tambang. dipaksa menerima kondisi kerja yang berisiko tinggi, baik fisik maupun psikologis. Mereka tidak hanya menghadapi ancaman dari kecelakaan kerja, tetapi juga dari bencana lingkungan yang semakin sering terjadi, seperti banjir akibat deforestasi dan pengelolaan limbah tambang yang buruk,” imbuhnya.

Atas peristiwa yang terjadi di Morut, YTM mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan pengawasan industri tambang.

Perusahaan tambang harus diminta untuk bertanggung jawab atas dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan, serta memastikan bahwa hak-hak buruh dihormati dan dilindungi.

“Pemerintah harus meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan tambang dan memastikan bahwa standar keselamatan kerja diterapkan secara ketat, demi melindungi nyawa dan kesejahteraan buruh tambang,” pungkas Richard.

(Red)

Share :

Baca Juga

Polda Sulteng mengerahkan personel brimob untuk membantu penanganan banjir di Desa Korompeeli, Kecamatan Limbo, Kabupaten Morowali Utara, Senin (8/7/2024)/Ist

Morowali Utara

Polda Sulteng Kerahkan Personel Brimob Bantu Dorong Kendaraan Terjebak Banjir di Morut
Polisi ringkus pelaku curanmor di parkiran PT GNI Morowali Utara/Ist

Morowali Utara

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor di Parkiran PT GNI Morowali Utara
Ketua DPRD Morowali Utara, Warda DG Mamala mengikuti peluncuran IPKD MCP KPK secara online, Rabu (05/03/2025)/Ist

Morowali Utara

Ketua DPRD Morowali Utara Apresiasi Peluncuran IPKD MCP Tahun 2025
Golkar berpotensi raih 9 kursi DPRD Morowali Utara (Morut)/Ist

Morowali Utara

Real Count KPU: Golkar Berpotensi Raih 9 Kursi DPRD Morowali Utara
Ketua DPC SPN Morowali dan Morowali Utara, Katsaing/Ist

Morowali Utara

Serikat Pekerja Nasional Pertanyakan Tudingan Polisi Soal Adanya Provokator dalam Kerusuhan di PT GNI
Ilustrasi/Ist

Morowali Utara

Ledakan Smelter Tewaskan 2 Pekerja, Walhi dan Jatam Desak Pemerintah Evaluasi Total PT GNI
Bentrokan antara TKI dan TKA di PT GNI, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu (14/1/2023)/Ist

Morowali Utara

Buntut Kerusuhan di PT GNI, Polda Sulteng Tetapkan 17 Orang Sebagai Tersangka
Jeffisa Putra Amrullah/Ist

Morowali Utara

Amankan Kursi DPRD Morut, Bung Jeff Kini Fokus Hadapi Pilkada 2024