Home / Opini

Minggu, 9 Februari 2025 - 21:36 WIB

Merespons Situasi Terkini Ibu Kota Nusantara dari Perspektif Kelas Sosial

Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

Hal ini bisa mencerminkan pertarungan internal di antara faksi-faksi kelas penguasa, misalnya faksi kapitalis birokratis (yang ingin mempertahankan anggaran IKN karena terkait dengan proyek mereka) dan faksi kapitalis finansial atau industri lama (yang melihat proyek IKN sebagai ancaman bagi kepentingan mereka, misalnya karena anggaran negara yang lebih besar tersedot ke proyek ini).

Baca juga  Dari Pekarangan ke Perlawanan: Menolak 'Kabupaten Sawit' di Tojo Una-Una

Sementara, ditengah pertarungan para faksi, pekerja konstruksi dan masyarakat lokal semula dijanjikan “kesempatan ekonomi” dari proyek ini justru semakin terperosok pada ketidakpastian ekonomi.

Dalam banyak kasus, proyek yang macet berujung pada PHK besar-besaran dan meningkatkan eksploitasi buruh dalam proyek lain yang masih berjalan.

Baca juga  Ribut-ribut Tambang Ilegal PT AKM: Ketidaktegasan Polri Malah Menambah Masalah

Sementara itu, masyarakat adat dan komunitas lokal yang terkena dampak land grabbing akan tetap menderita tanpa kompensasi dan jaminan pemulihan lingkungan.

Jika pembangunan IKN ditunda, pemerintah menghadapi dilema besar, jika tetap memaksakan proyek tanpa anggaran yang cukup, maka harus berutang lebih besar dan mengorbankan anggaran sosial lainnya.

Share :

Baca Juga

Azman Asgar/Ist

Opini

Kebersihan, Pijakan Dasar Kota Jasa
Advokat Kantor Hukum Tepi Barat and Associates, Rukly Chayadi/Ist

Opini

Ketika Pelindung Malah Jadi Predator: Perlunya Tindakan Tegas Terhadap Oknum Polisi
Advokat Kantor Hukum Tepi Barat and Associates, Rukly Chayadi/Ist

Opini

Ribut-ribut Tambang Ilegal PT AKM: Ketidaktegasan Polri Malah Menambah Masalah
Advokat Chayadi Kantor Hukum Tepi Barat and Associates, Ruklu Chayadi/Ist

Opini

Helm Hilang di Parkiran RS Woodward: Menggali Tanggung Jawab yang Tak Bisa Dielak
Stevi Rasinta dari Perempuan Mahardhika Palu (Sumber: Dokumentasi pribadi)

Opini

100 Hari Anwar-Reny: Di Mana Program BERANI untuk Perempuan dan Pekerja?
Koordinator Jatam Sulteng, Moh. Taufik/hariansulteng

Opini

100 Hari Anwar-Reny: Empat Catatan Kritis JATAM Sulteng
Advokat Chayadi Kantor Hukum Tepi Barat and Associates, Ruklu Chayadi/Ist

Opini

Kontroversi Pernyataan Kapolda Sulteng: Perlukah Kategori ‘Persetubuhan’ Menggantikan ‘Perkosaan’ dalam Kasus RO?
Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

Opini

Yayasan Tanah Merdeka Respons Kunjungan Badko HMI Sulteng ke Balai Besar TNLL