Home / Parigi Moutong

Sabtu, 13 September 2025 - 17:34 WIB

Lubang Bekas Tambang Jadi Sarang Nyamuk, Picu Lonjakan Kasus Malaria di Parimo

Wagub Sulteng, Reny A Lamadjido menerima kunjungan audiensi Direktorat Penyakit Menular Kemenkes, Jumat (13/9/2025). (Foto: Istimewa)

Wagub Sulteng, Reny A Lamadjido menerima kunjungan audiensi Direktorat Penyakit Menular Kemenkes, Jumat (13/9/2025). (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM, PARIMO – Wakil Gubernur Sulteng, Reny A Lamadjido menerima kunjungan audiensi Direktorat Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Jumat (12/9/2025).

Pertemuan tersebut guna membahas penanganan Status Siaga Darurat Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Perwakilan Direktorat Penyakit Menular Kemenkes, Ze Eza Yulia Pearlovie menyampaikan bahwa lonjakan kasus malaria di Parimo harus menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.

“Status KLB Malaria tidak bisa dianggap remeh. Terjadi lonjakan kasus yang sangat signifikan di tahun 2025,” kata Eza.

Ia memaparkan, Parimo pada tahun 2024 telah berstatus Eliminasi Malaria. Namun, sejak awal 2025 kasus malaria meningkat hingga 75 persen, dengan kasus tertinggi tercatat di Puskesmas Moutong, Desa Lobu, Kecamatan Moutong yang mencapai 126 kasus.

Baca juga  Longsor Teratasi, Jalur Kebun Kopi Kembali Bisa Dilalui

Eza menyebut salah satu penyebab tingginya kasus ini adalah lahan bekas pertambangan yang menimbulkan genangan air dan menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk malaria.

Ia mengharapkan agar penanganan siaga malaria dapat dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan pihak terkait lainnya.

“Kami mendorong segera dilakukan pendeteksian dini dengan menggunakan RDT (Rapid Diagnostic Test Malaria) agar penyebaran dapat dicegah sejak awal,” ujarnya.

Baca juga  Jatam Sulteng Desak Audit Lingkungan di Pesisir Palu-Donggala

Menanggapi hal itu, Wagub Sulteng, Reny A Lamadjido menyatakan akan mengambil langkah konkret dengan menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk segera mengantisipasi lonjakan kasus malaria .

Pihaknya juga akan mengeluarkan surat edaran Gubernur kepada seluruh kabupaten/kota agar segera melakukan langkah pencegahan dan pengendalian agar lonjakan kasus tidak meluas ke daerah lain.

“Kami akan menggelar pertemuan daring dengan puskesmas dan pihak terkait di Parigi Moutong untuk memperkuat koordinasi dan langkah antisipasi penyebaran malaria dan mensosialsaikan kemasyarakat tentang bahaya malaria yang dapat menyebabkan meninggal dunia,” terang Reny.

(Rif)

Share :

Baca Juga

Peneliti IPB gelar konferensi pers di Palu terkait "Keberterimaan Sosial dan Persepsi Masyarakat terhadap Usaha Pertambangan serta Dampaknya", Rabu (27/4/2022)/hariansulteng

Parigi Moutong

Peneliti IPB Sebut Mayoritas Masyarakat Parimo Menolak Tambang PT Trio Kencana
Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo/Instagram @divpropampolri

Nasional

Erfaldi, Korban Tewas Demonstrasi di Parigi Moutong Ditembak Polisi Berpakaian Preman
ATR/BPN Parimo Gelar Rakor Siman dan Sosialisasi Aplikasi Layanan Pertanahan

Parigi Moutong

ATR/BPN Parimo Gelar Rakor Siman dan Sosialisasi Aplikasi Layanan Pertanahan
Ilustrasi/Bawaslu

Parigi Moutong

KPU Parigi Moutong Umumkan Tahapan PSU Pilkada 2024, Digelar 19 April
Banjir kembali menerjang wilayah Kecamatan Balinggi dan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Minggu (11/6/2023)/Ist

Parigi Moutong

Banjir Susulan Kembali Terjang 2 Kecamatan di Parimo, Ratusan Rumah Terdampak
Ilustrasi penembakan/Ist

Parigi Moutong

Seminggu Berlalu, Polisi Belum Pastikan Pelaku Penembakan Warga di Parigi Moutong
2 korban terseret air terjun Ogomojolo Parimo ditemukan meninggal, Senin (18/11/2024)/Ist

Parigi Moutong

2 Korban Terseret Air Terjun Ogomojolo Parimo Ditemukan Meninggal
Ahmad Ali temui warga di Desa Gio Barat, Kecamatan Moutong, Kabupaten Parigi Moutong, Kamis malam (4/7/2024)/hariansulteng

Parigi Moutong

Disoraki Gubernur, Ahmad Ali Dicegat Warga saat Melintas di Desa Gio Barat Parimo