Home / Donggala

Senin, 12 Januari 2026 - 10:48 WIB

Jejak Tambang di Balik Banjir Donggala

Banjir merendam sejumlah wilayah Kabupaten Donggala, Minggu (11/1/2026). (Foto: Istimewa)

Banjir merendam sejumlah wilayah Kabupaten Donggala, Minggu (11/1/2026). (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM, DONGGALABanjir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Donggala dinilai bukan semata-mata disebabkan karena faktor alam.

Wahana Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah (Walhi Sulteng) menemukan korelasi antara aktivitas tamhang dengan daerah terdampak, khususnya di Kecamatan Tanantovea dan Labuan.

Di sekitar area sungai, sebagaimana disebut Walhi Sulteng, terdapat lima perusahaan pasir yang mengantongi IUP Operasi Produksi.

Kelima perusahaan itu yakni PT Sentral Tegar Labuan Mandiri (10 ha), PT Juyomi Sinar Labuan 19,5 ha), PT Putra Labuan Sulawesi (10 ha), PT Adi Rahmat Mandiri (6,35 ha), dan PT Labuan Perkasa Rakyat (20,83 ha).

Baca juga  Hilang saat Mencari Kepiting, Warga di Banawa Selatan Donggala Ditemukan Meninggal

Sementara itu, di bagian hulu terdapat blok konsesi milik PT Citra Palu Minerals 10.423,8 ha) dan PT Vio Resources 5.300 ha) yang Kecamatan Labuan dan Sindue.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman bencana ekologis di masa mendatang berpotensi jauh lebih parah dibandingkan saat ini,” demikian pernyataan Walhi Sulteng dalam rilis pers, Senin (12/1/2026).

Oleh karena itu, Walhi Sulteng mendesak pemerintah melakukan sejumlah hal, di antaranya:

Baca juga  3 Kelurahan di Kecamatan Palu Barat dan Palu Selatan Terendam Banjir, Puluhan Rumah Terdampak

1. Evaluasi dan audit menyeluruh tata ruang Sulawesi Tengah, khususnya di wilayah hulu dan pesisir Donggala

2. Hentikan aktivitas tambang di kawasan yang terbukti berkontribusi terhadap kerusakan daerah aliran sungai dan wilayah resapan air

3. Pulihkan kawasan kritis melalui rehabilitasi hutan dan daerah aliran sungai secara serius

4. Pemerintah wajib bertanggung jawab atas kerugian sosial, ekonomi dan ekologis yang dialami warga terdampak.

(Red)

Share :

Baca Juga

Wapres Ma'ruf Amin memimpin rapat koordinasi penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sulawesi Tengah, Kamis (6/1/2022)/Ist

Donggala

Di Depan Wapres Ma’ruf, DPRD Sulteng Sebut Pemerintah Gagal Tangani Gempa 2018
Sejumlah mahasiswa magang dari berbagai kampus menggelar aksi bertajuk "Penanaman 2024 Propagul Mangrove" di Pulau Pangalasiang, Kecamata Sojol, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (15/4/2024)/Ist

Donggala

Cegah Abrasi Pantai, Mahasiswa Gelar Aksi Penanaman 2024 Propagul Mangrove di Donggala
Ilustrasi pemadaman listrik/Ist

Donggala

Sering Terjadi Pemadaman Listrik di Kecamatan Sojol, Ibu Camat: Mohon Bersabar
Kasubag Protokol Donggala, Fitri Yanti berjabat tangan dengan Sadam/hariansulteng

Donggala

Berjabat Tangan, Kasubag Protokol Donggala Klarifikasi soal Dirinya Disebut Halangi Kerja Jurnalis
Ketua Komisi lll DPRD Donggala, Sudirman/Ist

Donggala

Rombongan Komisi lll DPRD Donggala Kunker ke DPRD Makassar, Ini Tujuannya
Ade Nuriadin sedang memanen ubi banggai yang ditanamnya di Desa Toaya, Donggala (Sumber: Mawan/hariansulteng.com)

Donggala

Panen Ubi Banggai di Donggala
Dua pendaki yang sempat dilaporkan hilang saat mendaki di Gunung Gawalise, Desa Salungkaenu, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala, ditemukan selamat, Selasa (12/11/2024)/Ist

Donggala

2 Pendaki Remaja yang Hilang di Gunung Gawalise Ditemukan Selamat
Pengukuhan pengurus DPC Partai Demokrat Kabupaten Donggala/istimewa

Donggala

Demokrat Sulteng Usulkan Marlelah Maju Sebagai Calon Bupati 2024