Home / Nasional

Senin, 5 Februari 2024 - 19:33 WIB

Ganjar Gagas 1 Faskes dan 1 Nakes di Tiap Desa, Pengamat: Langsung Sentuh Akar Masalah Kesehatan

Ganjar Pranowo temui anak-anak muda saat berkampamye di Kota Palu beberapa waktu lalu/hariansulteng

Ganjar Pranowo temui anak-anak muda saat berkampamye di Kota Palu beberapa waktu lalu/hariansulteng

HARIANSULTENG.COM, NASIONAL – Calon presiden (capres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo menggagas program ‘Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes’ sebagai komitmen untuk memajukan layanan kesehatan di Indonesia.

Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes termasuk program unggulan Ganjar Pranowo bersama pasangannya Mahfud MD di Pilpres 2024.

Program ini khususnya akan diberlakukan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Ganjar menegaskan, rakyat membutuhkan layanan kesehatan yang dekat, cepat, murah, dan baik.

Oleh karena itu, program Satu Desa Satu Faskes Satu Nakes diharapkan bisa menjadi jawaban bagi masyarakat yang berada di desa-desa kawasan 3T.

Baca juga  Bawaslu Sigi Ajak Masyarakat Aktif Awasi Pemilu 2024

“Semua orang pasti maunya sehat terus. Kalaupun sakit, berharap berobatnya gampang dan murah. Kalau bisa gratis, tapi kenyataan tidak demikian. Sampai kini, masih banyak saudara kita di wilayah 3T yang susah berobat, karena tidak ada faskes (fasilitas kesehatan) ataupun nakes (tenaga kesehatan),” kata Ganjar dalam keterangannya, Senin (5/1/2024).

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu menyebut pembangunan fasilitas kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat sangatlah penting dan vital. Menurut dia, setidaknya pada satu desa terdapat fasilitas pelayanan kesehatan setingkat puskesmas pembantu (pustu).

Baca juga  Walhi Sulteng Keluarkan Seruan Sikapi Kemunduran Demokrasi, Harapan 'Pemilu Jurdil' Sangat Tipis

“Fasilitas kesehatan dengan satu paket tenaga kesehatan, syukur-syukur satu dokter. Maka itu akan menyelesaikan persoalan transportasi dan konektivitas, serta memudahkan warga berobat,” ujarnya.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga saat ini di Indonesia baru ada 10.292 puskesmas dan 24.076 puskesmas pembantu dari 74.961 desa di Tanah Air.

Share :

Baca Juga

Aktivis HAM sekaligus Direktur Lokataru, Haris Azhar/Instagram @azharharis

Nasional

Aktivis HAM Haris Azhar dan Fatia KontraS Jadi Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik Luhut
Ilustrasi - Bulan Ramadan/iStock

Nasional

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1445 H Jatuh pada 12 Maret 2024
Aparat gabungan mendirikan tenda darurat untuk warga korban gempa di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat (25/2/2022)/Instagram Humas Polda Sumbar

Nasional

Korban Gempa Pasaman Barat Bertambah Jadi 11 Orang, 4 Warga Masih Hilang
Lebih dari 50 CSO yang terdiri dari organisasi berbasis komunitas di seluruh dunia mengirim surat terbuka kepada consumer brand (perusahaan konsumen) hari ini/istimewa

Nasional

Perusahan Minyak Sawit Terbesar Kedua di Indonesia Dituntut Ormas
Ridwan Kamil bersama Geraldine/Instagram @ridwankamil

Nasional

Ridwan Kamil Sebut Jenazah Putranya Ditemukan Seorang Guru SD di Bern Swiss
Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Palu, Irmayanti Pettalolo bersama rombongan tiba di Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/6/2023)/Pemkot Palu

Nasional

Wakili Wali Kota Palu, Sekkot Irmayanti Pettalolo Hadiri Rakerwil Apeksi di Jayapura
Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Risharyudi Triwibowo/Ist

Nasional

Peringati Hari Buruh: Tingkatkan Keselamatan, Kesehatan dan Kompetensi Kerja
Ketua KAHMI Jaya, Mohamad Taufik/Ist

Nasional

40 Nama Masuk Bursa Calon Presidium, Ketua KAHMI Jaya Ajak Peserta Munas Pilih Perwakilan Sulteng