Home / Palu / Sulteng

Rabu, 4 Juni 2025 - 15:49 WIB

Menanti Ujung Kisruh Pengelolaan Anggaran HUT ke-61 Sulteng

Warga memadati Lapangan Imanuel Palu di malam penutupan Semarak Sulteng Nambaso, Senin (12/05/2025)/Ist

Warga memadati Lapangan Imanuel Palu di malam penutupan Semarak Sulteng Nambaso, Senin (12/05/2025)/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU — Acara Semarak Sulteng Nambaso tuntas pada 12 Mei 2025. Namun, sisa kisruhnya masih berlanjut hingga saat ini. Polemik yang menyertainya terus mengemuka. Para penyelenggara kini berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Berangkat dari laporan Yayasan Rumah Hukum Tadulako, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah mulai mengusut pengelolaan anggaran event konser perayaan HUT ke-61 Sulteng tersebut.

Alhasil, 2 Juni 2025, penyelidik memanggil Sekdaprov Sulteng, Novalina Wiswadewa, untuk dimintai keterangan sebagai penanggung jawab acara.

“Yang bersangkutan tidak menghadiri panggilan karena ada kegiatan lain, dan dijadwalkan kembali untuk dimintai keterangan pada 10 Juni 2025,” kata Kasipenkum Kejati Sulteng, Laode Abdul Sofian, Selasa (3/6/2025).

Sehari berselang, Kejati Sulteng juga memanggil sekretaris panitia penyelenggara. Hasilnya sama, yang bersangkutan absen memenuhi panggilan.

“Sampai hari ini belum ada yang hadir. Semua berhalangan dan minta penjadwalan kembali. Semuanya kita jadwalkan pekan depan,” ungkap Laode.

Saat hariansulteng.com meminta konfirmasi via nomor pribadinya, Novalina—hingga berita ini tayang—tak kunjung memberikan jawaban ihwal alasan dirinya mangkir dari panggilan kejati.

Selain Novalina, kejaksaan juga berencana memanggil bendahara dan ketua panitia penyelenggara Semarak Sulteng Nambaso 2025. Faidul Keteng selaku ketua panitia akan dimintai keterangan pada Selasa (10/6) mendatang.

Sejak perkara ini bergulir di Kejati Sulteng, kami telah berulang kali meminta tanggapan Faidul Keteng. Hasilnya nihil belaka. Tak ada respons.

Diberitakan sebelumnya, Yayasan Rumah Hukum Tadulako mengendus dugaan penyelewengan dana di balik penyelenggaraan Semarak Sulteng Nambaso 2025.

Baca juga  Menyoroti 100 Hari Kepemimpinan Gubernur Sulteng

Kuat dugaan acara yang berlangsung 19 April hingga 12 Mei 2025 itu menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD dan sumbangan/sponsor.

Yayasan Rumah Hukum Tadulako bersama Kasipenkum Kejati Sulteng Laode Abdul Sofian (Sumber: Istimewa)

Yayasan Rumah Hukum Tadulako bersama Kasipenkum Kejati Sulteng Laode Abdul Sofian (Sumber: Istimewa)

Rumah Hukum Tadulako menyoroti tidak adanya keterbukaan informasi publik terkait besaran anggaran, sumber dana, dan kegunaannya.

“Intinya kami meminta keterbukaan seluruh pihak terkait penyelenggaran yang terlibat,” kata Direktur Rumah Hukum Tadulako, Moh Rivaldy Prasetyo, Sabtu (17/5).

Liputan hariansulteng.com berjudul “Karut Marut di Balik Panggung Semarak Sulteng Nambaso”, tayang 16 Mei 2025, menemukan sejumlah kejanggalan yang tak banyak diketahui publik.

Pertama, kami tidak menemukan pelibatan event organizer (EO) profesional yang berperan merancang acara. Padahal saat ditemui di ruangannya (15/5), Faidul Keteng mengaku bahwa pihaknya turut menggandeng jasa EO untuk menggarap event konser memperingati hari jadi Sulteng tersebut.

Akan tetapi, Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng itu tidak menyebut nama perusahaan dan asal EO yang mereka berikan tanggung jawab.

EO-nya ada. EO resmi yang lain kalau mau bikin event silakan. Kalau butuh rekomendasi untuk mencari dana juga boleh, tidak ada larangan,” ucap Faidul.

Sehari setelahnya, Faidul meralat sendiri keterangannya soal keterlibatan jasa perencana acara dalam Semarak Sulteng Nambaso 2025.

“Tidak ada EO yang dilibatkan. Hanya sekelompok anak muda yang ikut berpartisipasi membantu dengan sukarela tanpa bayaran,” ujarnya melalui rilis pers, Jumat (16/5).

Baca juga  Buka Puasa Bersama Forkopimda Kota Palu, Hadianto Cerita Pengalaman Selama Retret

Keterangan sedikit berbeda diutarakan Gubernur Sulteng, Anwar Hafid. Ia menyebut EO hanya bergerak menyelenggarakan acara pembukaan.

“Kami memakai EO waktu pembukaan saja. Kegiatan OPD-OPD itu tidak ada EO,” ucapnya.

Keanehan lain, Pemprov Sulteng dan pihak panitia tidak membeberkan jumlah pasti kucuran APBD dan sponsorship yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan acara.

Faidul Keteng mengatakan, berbekal rekomendasi gubernur, EO yang ditunjuk kemudian menawarkan sponsor kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Sulteng.

EO yang jalan meminta sumbangan (sponsor) ke perusahaan-perusahaan, baik tambang dan lain-lain. Kami tidak bisa tanya berapa (jumlah sponsor),” kata Faidul.

Belakangan, Faidul kembali mengubah pernyataannya mengenai surat rekomendasi gubernur untuk membantu EO dalam mencari dukungan pendanaan.

“Pak gubernur tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi ke siapa pun untuk menggalang dana. Tidak ada EO. Kepanitiaan yang mencari dana dibantu sukarelawan,” kilah Faidul.

Dihubungi terpisah, Gubernur Sulteng Anwar Hafid juga tidak membeberkan total biaya produksi yang berasal dari APBD maupun sponsor.

Mantan bupati Morowali dua periode itu hanya memberi gambaran bahwa anggaran yang digunakan tidak lebih besar dari perayaan HUT Sulteng sebelumnya.

“OPD-OPD bikin acara dengan alokasi dengan kemampuan masing-masing dan tidak pakai EO. Artis disewa dan dibayar langsung oleh pemda. Acaranya sebulan, tapi anggarannya sama dengan empat hari karena panggung besar hanya digunakan malam Minggu. Kalau dibandingkan (biaya) dengan HUT Sulteng sebelumnya, itu jauh lebih besar,” imbuh Anwar.

Share :

Baca Juga

Sesosok mayat perempuan ditemukan di perkebunan milik warga di Dusun 4 Desa Pesaku, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi, Minggu (22/1/2023)/Ist

Sigi

Warga Dolo Barat Digegerkan Penemuan Mayat Perempuan di Kebun, Polres Sigi Selidiki
Kepolisian Resor Kota Palu mengadakan kegiatan berbagi takjil, Jumat (14/4/2023)/hariansulteng

Palu

Polresta Palu Bagi-bagi Takjil Dikira Razia, Banyak Pengendara Putar Arah
Ilustrasi gempa bumi/Ist

Banggai

Gempa Magnitudo 5,8 di Sulut Terasa Hingga Banggai-Banggai Kepulauan
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerima kunjungan Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Sulteng, Arief Hazairin Satoto, Senin (13/01/2025)/Pemkot Palu

Palu

Terima Kunjungan Kepala Kantor Imigrasi Sulteng, Wali Kota Palu Komitmen Bantu Pembangunan Kantor
Kabinda Sulteng, Brigjen TNI Arman Dahlan memastikan pelaksanaan ibadah Natal di wilayahnya berlangsung aman, Minggu (25/12/2022)/Ist

Palu

Tinjau Sejumlah Gereja di Palu, Kabinda Sulteng Pastikan Pelaksanaan Ibadah Natal Aman
Polsek Palu Selatan menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pencurian ban serep mobil, Rabu (4/12/2024)/hariansulteng

Palu

Polsek Palu Selatan Ungkap Kasus Pencurian Ban Serep Mobil, 5 Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu kembali menerima laporan terkait satu orang nelayan yang belum kembali saat pergi menjala ikan/istimewa

Parigi Moutong

Niat Pergi Memancing, Nelayan di Parimo Hilang
Warung sari laut milik Suradi di simpang Jalan Zebra - Jalan Tangkasi, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu/hariansulteng

Palu

Kapolsek Palu Selatan Bantah Intimidasi Pedagang hingga Ancam Bongkar Warung gegara Sengketa Tanah