Home / Morowali

Minggu, 5 Januari 2025 - 18:59 WIB

Kesaksian Buruh dan Potret Buram Industri Nikel di Morowali

Pekerja PT IMIP sesaki Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Oktober 2024/hariansulteng

Pekerja PT IMIP sesaki Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Oktober 2024/hariansulteng

Fenomena ini menurut dia berlangsung sejak tahun 2015. Tidak berubah hingga kini. Padahal, Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja, mengharuskan buruh libur sehari dalam sepekan.

Bekerja di bawah manajemen pihak ketiga, diakuinya membuat tuntutan pemenuhan hak-hak dasar bak meniti jalan terjal.

Tuntutan perubahan kontrak kerja, tak pernah berhasil. “Kami ketemu dengan Manajemen IMIP. Tapi IMIP bilang itu bukan tanggungjawab mereka,” katanya dengan nada tinggi.

Ini karena, yang mengantongi Perjanjian Kerja Bersama (PKB) adalah managemen KUPI dengan IMIP. Mereka tidak bisa mengakses PKB antara IMIP dan Managemen KUPI.

“Kami minta. Kami mau lihat seperti apa, tapi tidak pernah diperlihatkan,” ujar Hidayat.

Sistem penggajian dinilai absurd. Slip gaji tidak merinci komponen apa saja yang masuk dalam penggajian.

“Karyawan hanya disodori slip gaji yang besarnya mulai Rp3,6 – Rp3,9 juta. Namun tidak ada hitungan total take home pay-nya meliputi apa saja,” ucapnya.

Karena itu, Hidayat dan kawan-kawannya akan menggelar aksi protes menuntut transparansi dan perubahan kontrak. Paling lambat Januari 2025 dijanjikan akan ada pembaruan kontrak.

Baca juga  Komitmen untuk Keberlanjutan Lingkungan, PT CPM Raih Penghargaan PROPER Biru

“Desember ini kita rencanakan demo seluruh karyawan KUPI,” ungkap Hidayat.

Protes itu untuk mengingatkan, perusahaan yang mengabaikan hak-hak mereka selama beberapa tahun.

Di hadapan petinggi perusahaan yang hanya mementingkan laba, perjuangan Hidayat dan kawan-kawan adalah nyala api yang tak kenal padam. Mereka melawan ketidakadilan atas kerja yang tak dihargai.

Konfrontasi Buruh vs Perawat

Buruknya manajemen di KUPI menurut Hidayat tergambar dari seringnya konfrontasi antara perawat dan buruh yang berobat.

Ada perawat yang dipukul. Ada meja yang didobrak. Hingga bentuk kekerasan lainnya. Penyebabnya protes buruh yang tidak puas dengan pelayanan. Pada awal atau akhir bulan, pelayanan selalu dibatasi.

Cukup 180 hingga 200 pasien per hari. Sementara, antrean mencapai 500 orang lebih. Belum termasuk warga non karyawan.

“Buruh yang tidak mendapat pelayanan, marah, dobrak meja, sampai memukul perawat,” ungkap pria asal Poso Pesisir, Kabupaten Poso ini.

Baca juga  Solusi Penciutan Lahan di Tengah Polemik Kontrak Karya vs Kepentingan Rakyat

Pengalaman perawat bernama Melklesius Lelengaya lain lagi. Ia tidak mendapat upah atas perjalanannya mendampingi pasien yang tewas saat meledaknya tungku smelter PT ITSS pada 24 Desember 2023.

Ia mendampingi pasien berobat selama 15 hari di Jakarta dan 3 bulan di Makassar. Selama mendampingi, sering menggunakan uang pribadi.

“Saya dimintai rekening. Katanya mau ditransfer uang jalan. Tapi hanya diprank. sampe sekarang tidak ada,” kesalnya.

Melklesius pernah beberapa kali ke ruang pimpinan untuk mempertanyakan haknya itu. Terakhir menghadap, ia diancam PHK.

“Ya betul. Kawan saya ini sudah ada pemberitahuan PHK, karena minta haknya,” timpal Hidayat yang menemaninya wawancara.

Hidayat dan Melklesius kini menghimpun diri di Serikat Buruh Militan (Sebumi). Di Sebumi, Hidayat dan kawan-kawan memperjuangkan haknya yang tak kunjung mendapat perhatian.

Di balik seragam putih mereka, Hidayat dan kawan-kawan terus mengabdikan jiwa untuk manusia. Namun mereka dihargai oleh angka yang jauh dari layak.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi kekerasan seksual/Ist

Morowali

Polisi Selidiki Oknum Guru Ngaji di Morowali Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur
Masyarakat adat Toraja rumpun Pong Salamba membangun pos untuk menjaha tanah waris dari aktivitas tambang, Minggu (02/02/2025)/hariansulteng

Morowali

Perjuangan Masyarakat Toraja di Morowali Menjaga Tanah Ulayat dari Cengkeraman Tambang PT Vale
Dandim 1311/Morowali, Letkol Inf Alzaki, menghadiri apel Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di PT IMIP, Selasa (21/01/2025)/Ist

Morowali

Dandim Morowali Apresiasi Pelaksanaan Apel Bulan K3 di PT IMIP
Korban jiwa akibat kebakaran tungku smelter PT ITSS di Morowali terus bertambah/PT IMIP

Morowali

Korban Jiwa Bertambah Jadi 21 Orang, Kasus Kebakaran Tungku Smelter Morowali Naik Penyidikan
Kebakaran hebat terjadi di Kompleks Pasar Lama Keurea, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Minggu (3/3/2022)/Ist

Morowali

Usai Pasar Inpres Manonda Palu, Giliran Kompleks Keurea Morowali Alami Kebakaran Hebat
Koordinator FRAS Sulteng, Eva Bande/Ist

Banggai

Aktivis Lingkungan Soroti Perusahaan Perambah Kawasan Hutan di Banggai dan Morowali
Wakil Gubernur Ma'mun Amir

Banggai

Resmi Dilantik, Wagub Sulteng Harap Terobosan IDAI Atasi Stunting
Ilustrasi kekerasan seksual/Ist

Morowali

Masyarakat Lingkar Tambang Kecam Kasus Pelecehan Seksual Manajer Sekuriti PT BTIIG Morowali