Home / Palu

Senin, 6 November 2023 - 13:46 WIB

Beda Versi Keluarga dan Polisi soal Kasus Pembunuhan Bocah 8 Tahun di Palu Barat

Ilustrasi kecelakaan/Ist

Ilustrasi kecelakaan/Ist

Herman tetap curiga bahwa anaknya menjadi korban kekerasan seksual sebelum ditemukan meninggal dunia. Saat memandikan jenazah, ia melihat ada keanehan pada dubur AR.

“Saya sendiri yang memandikan jenazah bersama anggota keluarga yang lain. Banyak lebam di tubuh anak saya. Waktu saya memasukkan kapas ke duburnya itu sangat mudah. Agak besar, longgar. Saya suruh keluarga lain untuk melanjutkan, saya sudah tidak mampu,” ungkapnya.

Dugaan keluarga mengenai adanya tindakan kekerasan seksual ini kian menguat ketika melihat cairan di sekitar kelamin dan mulut korban.

Herman sempat menandatangani surat berita acara penolakan autopsi terhadap jenazah AR. Surat itu ditandatangani sesaat seusai proses pemakaman pada Rabu (1/11/2023) dan belum didampingi LBH Sulteng.

Namun karena merasa janggal atas penjelasan kepolisian terkait kematian anaknya, keluarga bersedia membongkar makam dan dilakukan autopsi.

“Selaku keluarga, demi keadilan dan mengungkap kebenaran saya siap (lakukan autopsi). Apalagi mendengar berita seperti ini,” ucap Herman.

Baca juga  BREAKING NEWS: Oknum Ustaz di Palu Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Santri di Bawah Umur

3) Motif gegara Sakit Hati

Kasatreskrim Polresta Palu, AKP Ferdinand E Numbery membeberkan motif dalam kasus pembunuhan bocah AR.

Terduga pelaku menghabisi nyawa AR karena tersinggung dan sakit hati dikata-katai oleh korban saat berboncengan naik sepeda.

“Pelaku mengajak korban bermain stik es krim. Tapi stik itu tidak ada, hanya modus. Jalanlah mereka sampai dapat jalan yang rusak, di situ mereka berdua terjatuh. Pelaku seketika meluap emosinya ketika dikatakan ‘nambongo (bodoh) kau, tidak bisa bawa sepeda’,” kata Ferdinand menceritakan pengakuan terduga pelaku.

Karena perkataan kasar korban inilah, terduga pelaku mengeksekusi AR dengan cara mencekiknya.

Saat melihat AR dalam kondisi tak berdaya, terduga pelaku melucuti pakaian dan memainkan alat vital korban

Kemudian berdasarkan pengakuan orangtua, pelaku memang mudah terpancing emosi. Ia biasa melampiaskan amarah dengan memukul tembok ketika berada di rumah.

Baca juga  Pelaku Penikaman di Pasar Inpres Manonda Ditangkap, Pedagang Diimbau Kembali Beraktivitas Normal

“Anak ini biasa emosinya suka meledak-meledak, betul tidaknya nanti diobservasi. Yang jelas begitu dia (pelaku) dengar dikatakan nambongo, emosinya meledak-ledak,” ujar Ferdinand.

Selvia merasa tak terima jika anaknya disebut berkata-kata kasar yang menjadi penyebab pelaku melakukan pembunuhan.

Ia sangat mengetahui sifat dan karakter sang anak. Selvia bersama anggota keluarga yang lain mengenal AR sebagai anak pendiam, tak pernah berkata kasar apalagi kepada orang yang baru dikenal.

“Saya keberatan jika anak saya dikatakan berbicara kasar, sedangkan saya tahu anak saya tidak pernah berbicara kasar sama orang. Saya tahu betul karakter anak saya. Dia pendiam. Adiknya saja yang pukul dia menangis. Apalagi mau dibilang suka berkata-kata kasar, kami tidak terima semua itu,” ujar Selvia.

(Red)

Share :

Baca Juga

IKA Untad gelar sarasehan nasional dan rakernas ke-II, Sabtu (27/1/2024)/hariansulteng

Palu

Gelar Sarasehan dan Rakernas ke-II, IKA Untad Paparkan Capaian Kinerja Sepanjang 2023
Petugas Satgas K5 menggerebek homestay yang diduga sebagai tempat prostitusi di Jalan Bangau, Kelurahan Lasoani, Jumat malam (10/3/2023)/Ist

Palu

Oknum Polisi Diduga Bekingi Tempat Prostitusi Berkedok Homestay di Palu
Perwakilan PT Poso Energy, Irma Suriani hadiri dialog bertajuk "PLTA Poso untuk Kesejahteraan atau Kesengsaraan", Kamis (11/8/2022)/hariansulteng

Palu

PT Poso Energy Soal PLTA: Tidak Ada Pembangunan Tanpa Dampak Lingkungan
Wawali Palu, Reny A Lamadjido membeli bubur kacang hijau saat meresmikan Pasar Ramadan, Kamis (23/3/2023)/hariansulteng

Palu

Resmikan Pasar Ramadan, Wawali Palu Beli Bubur Kacang Hijau untuk Buka Puasa
RS Budi Agung, Jalan Maluku, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu/hariansulteng

Palu

Pasien VVIP Keluhkan Pelayanan Kesehatan di RS Budi Agung Palu
H-5 Mudik Angkutan Lebaran Basarnas Sulteng fokus di pelabuhan bandara dan jalan Trans Sulawesi dalam Melaksanakan Pemantauan/istimewa humas basarnas

Palu

Basarnas Palu Lakukan Pemantauan Terhadap 145 Penumpang di Terminal Tipo
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi secara resmi menutup Turnamen Sepak Bola Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat Kota Palu/Pemkot Palu

Olahraga

SMP Negeri 2 Palu Sabet Juara Pertama Pertandingan Sepak Bola Gala Siswa Indonesia
Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Lukman Nadjamuddin (tengah) gelar konferensi pers terkait penerimaan mahasiswa baru 2022, Kamis (7/4/2022)/hariansulteng

Palu

Untad Ingatkan Batas Masa Studi Mahasiswa Angkatan 2015 Hingga 30 Juni