Home / Palu

Senin, 6 November 2023 - 13:46 WIB

Beda Versi Keluarga dan Polisi soal Kasus Pembunuhan Bocah 8 Tahun di Palu Barat

Ilustrasi kecelakaan/Ist

Ilustrasi kecelakaan/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Jenazah AR, bocah 8 tahun korban pembunuhan di Kecamatan Palu Barat, Kota Palu telah dimakamkan pada 1 November 2023 lalu.

Diketahui, terduga pelaku pembunuhan terhadap AR merupakan anak pensiunan polisi yang disebut masih di bawah umur berusia 16 tahun.

Hampir sepekan berlalu, meski terduga pelaku telah ditangkap, penanganan kasus kematian bocah lelaki yang masih duduk di kelas 2 SD itu masih menyisakan perdebatan.

Berikut sejumlah perbedaan mengenai kasus pembunuhan AR versi keluarga dan kepolisian.

1. Kondisi TKP

Perbedaan pertama yaitu mengenai tempat kejadian perkara (TKP), lokasi di mana mayat AR ditemukan pada Selasa malam (31/10/2023).

Saat polisi melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah, pihak keluarga tidak melihat adanya garis polisi atau police line.

Keluarga merasa heran karena biasanya polisi memasang police line di suatu area ketika menyelidiki suatu tindak pidana seperti pembunuhan.

“Malam itu saya ada di lokasi, saya tidak melihatnya (garis polisi),” kata ayah korban, Herman saat ditemui, Kamis (2/11/2023).

Baca juga  Gerebek Arena Sabung Ayam di Petobo Palu, Polisi Dapati Lokasi Kosong Melompong

Pernyataan ayah korban ini juga dibenarkan anggota keluarganya yang tidak melihat adanya garis polisi saat olah TKP berlangsung.

Dua hari setelah peristiwa pembunuhan, Selvia selaku ibu korban mendatangi TKP. Alih-alih melihat garis polisi, ia justru terkejut menemukan celana pendek berwarna kuning yang terakhir dikenakan oleh buah hatinya.

“Ada celananya kami dapat di semak-semak, itu celana anak saya,” ujar Selvia.

Terkait hal ini, dikonfirmasi di hari yang sama, Kapolresta Palu, Kombes Barliansyah menjelaskan bahwa pihaknya telah melaksanakan olah TKP.

“Kami sudah olah TKP tempat kejadian perkara. Langsung dilakukan saat korban kita temukan di lapangan,” jelasnya via Whatsapp.

Ketika ditanya apakah garis polisi dilepas ketika proses olah TKP selesai, Barliansyah membalas dengan emoticon jempol tanda membenarkan.

2. Dugaan Kekerasan Seksual

Kematian AR juga memunculkan isu jika anak pertama dari dua bersaudara itu menjadi korban kekerasan seksual atau sodomi.

Baca juga  BREAKING NEWS: Terdakwa Kasus Pembunuhan Bocah AR Divonis 7,5 Tahun Penjara

Indikasi ini mencuat lantaran jenazah korban ditemukan tergeletak tanpa busana di ujung sebuah gang sempit di Jalan Asam II, Kecamatan Palu Barat.

Namun isu itu langsung terbantahkan ketika polisi mengumumkan hasil visum dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palu.

Dalam jumpa pers, Kamis (2/11/2023), Kasatreskrim Polresta Palu, AKP Ferdinand E Numbery menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada dubur korban.

“Dari hasil visum, tidak ada tanda kekerasan di dubur korban. Artinya tidak ada seperti dalam berita-berita atau dugaan sebelumnya ada terjadi sodomi,” ungkap Ferdinand.

Ferdinand mengaku bahwa terduga pelaku hanya sempat memainkan alat vital korban. Sementara cairan yang ada di sekitar kelamin AR, kemungkinan akibat dampak dari cekikan saat korban melawan.

Hasil visum yang disampaikan kepolisian melalui media massa ini membuat keluarga berang. Ayah korban, Herman bahkan sampai memukul kaca hingga dilarikan ke rumah sakit ketika mendengar pemberitaan tentang anaknya di televisi.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi/Ist

Palu

7 Petugas KPPS Dirawat di RSUD Anutapura Palu karena Kelelahan, 5 Orang Jalani Rawat Inap
Cicit Guru Tua, Abdurrahman Abdillah Aljufri/Ist

Palu

Cicit Guru Tua Sebut Tuduhan kepada Calon Gubernur Sulteng Ahmad Ali Tidak Berdasar
Bacagub Sulteng, Ahmad Ali mengikuti jalan santai Perempuan BERAMAL di Kota Palu, Minggu pagi (8/9/2024)/Ist

Palu

Ahmad Ali Disoraki ‘Gubernurku’ saat Jalan Santai Bareng Ratusan Ribu Warga di Palu
Polsek Palu Barat gelar konferensi pers kasus pembunuhan di Kelurahan Ujuna, Selasa (18/02/2025)/Ist

Palu

Kasus Pembunuhan di Bantaran Sungai Palu Viral di Media Sosial, Polisi Ungkap Kronologinya
Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) gandeng Alfamidi sukseskan program Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)/istimewa

Palu

BNN Sulteng Gandeng Alfamidi Sukseskan Program P4GN
Danrem Brigjen TNI Toto Nurwanto meninjau langsung kegiatan pasar murah di Lapangan Korem 132/Tadulako, Selasa (26/4/2022)/Ist

Palu

Emak-emak di Palu Serbu Elpiji 3 Kilogram Rp 18 Ribu di Pasar Murah Korem 132/Tadulako
Pemkot Palu raih penghargaan Pemda Terinovatif dari Pemprov Sulteng/Ist

Palu

Pemkot Palu Raih Penghargaan Pemda Terinovatif dari Pemprov Sulteng
Bupati Sigi, Moh Irwan membuka secara resmi Festival Media Hijau bertajuk "Aksi Media untuk Perubahan Iklim dan Energi Baru Terbarukan", Minggu (10/12/2023)/hariansulteng

Palu

Bupati Sigi, Kadishut Sulteng hingga Legislator Palu Hadiri Pembukaan Festival Media Hijau