Home / Palu

Minggu, 9 Maret 2025 - 23:53 WIB

Aksi Peringatan International Women’s Day, Fraksi Bersih-bersih Sulteng Suarakan Hak Perempuan

Fraksi Bersih-bersih Sulteng menggelar aksi memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day 2025, Minggu (09/03/2025)/Ist

Fraksi Bersih-bersih Sulteng menggelar aksi memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day 2025, Minggu (09/03/2025)/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Sejumlah massa tergabung dalam Fraksi Bersih-bersih Sulteng menggelar aksi memperingati Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day 2025.

Aksi itu dipusatkan di Tugu Jam Kota Palu di simpang Jalan Juanda-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Cut Nyak Dien, Minggu (09/03/2025).

Fraksi Bersih-bersih Sulteng menilai International Women’s Day menjadi momentum untuk menyuarakan berbagai ketidakadilan yang dialami perempuan.

Di tengah kekerasan berbasis gender semakin meningkat, negara justru memotong anggaran perlindungan perempuan dan membiarkan eksploitasi terus terjadi.

Tahun ini, Komnas Perempuan kehilangan 39,41 persen anggarannya, turun dari Rp47,7 miliar menjadi Rp28,9 miliar.

Sementara itu, Kementerian PPPA mengalami pemangkasan dari Rp300,65 menjadi Rp153,77 miliar, atau sebesar 48,86 persen.

“Pemotongan ini mengancam layanan bagi korban kekerasan, pendampingan hukum bagi perempuan korban pelecehan dan KDRT, serta upaya pencegahan kekerasan berbasis gender,” ungkap Stevi, salah satu massa aksi.

Di saat yang sama, anggaran kesehatan dan pendidikan yang seharusnya menjadi jaring pengaman bagi perempuan dan anak perempuan juga ikut dipangkas.

Baca juga  Aksi Warga Poboya Tuntut Penciutan Konsesi, PT CPM Diberi Deadline Tujuh Hari

BPJS bagi penerima bantuan terancam dihentikan, program pemenuhan gizi ibu dan anak terganggu, dan beasiswa bagi anak perempuan dari keluarga miskin semakin sulit diakses.

Di sektor industri dan pertambangan, perempuan kerap dijadikan tenaga kerja murah yang dipaksa bekerja dalam kondisi tidak manusiawi.

Stevi mencontohkan kasus di Morowali dan Morowali Utara. Buruh perempuan menghadapi jam kerja panjang tanpa kompensasi yang layak.

Upah mereka tergolong rendah dan tidak ada jaminan sosial, cuti haid dan cuti melahirkan yang sering ditolak, risiko kecelakaan kerja yang tinggi akibat minimnya perlindungan, serta pelecehan di lingkungan kerja tanpa mekanisme perlindungan yang jelas.

Eksploitasi terhadap buruh perempuan ini bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga gambaran ketimpangan gender yang semakin diperparah.

Belum lagi, ujar dia, laporan dari berbagai organisasi buruh dan lingkungan menunjukkan bahwa kondisi di sektor pertambangan dan industri ritel semakin buruk bagi buruh perempuan.

Baca juga  Alasan Warga Blokir Jalan di Parimo, Kecewa Sudah Buat Tumpeng Tapi Cudy Tak Datang

“Mereka yang berani bersuara atau berserikat justru mendapat ancaman, tekanan, bahkan pemecatan,” jelas Stevi.

Ia menambahkan, di desa-desa sekitar industri pertambangan, perempuan menghadapi krisis air bersih akibat eksploitasi sumber daya alam oleh perusahaan tambang.

Air yang dulunya bisa diakses dengan mudah, kini harus dibeli dengan harga mahal. Jarak tempuh untuk mendapatkan air bersih semakin jauh, membebani perempuan yang juga harus mengurus keluarga.

Dampak kesehatan dari pencemaran air yang ditimbulkan mengancam ibu hamil dan anak-anak. Sementara itu, perempuan yang mencoba bersuara justru diintimidasi, dipinggirkan, bahkan dikriminalisasi.

Di Papua, perempuan menghadapi perampasan tanah besar-besaran dengan dalih pemekaran wilayah otonomi baru.

Perempuan Papua yang mempertahankan tanahnya justru dianggap musuh negara. Tanah adat yang menjadi sumber kehidupan perempuan Papua diambil alih untuk proyek-proyek kapitalis, sementara aparat dan perusahaan bersekongkol untuk menekan perlawanan perempuan Papua dengan kekerasan dan kriminalisasi.

Share :

Baca Juga

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid didampingi sejumlah pimpinan OPD meninjau langsung progres pengerjaan Bus Trans Palu di Kota Malang, Selasa (16/7/2024)/Ist

Palu

24 Unit Bus Trans Palu Segera Beroperasi, Jadi yang Pertama di Sulteng
Hotel Santika menyalurkan sejumlah barang kebutuhan pokok kepada Rumah Merah Putih Difabel Berkarya, Jumat (22/4/2022)/Ist

Palu

Hotel Santika Salurkan CSR untuk Penyandang Disabilitas di Palu
Kemenkumham Sulteng serahkan surat pengesahan kewarganegaraan Guru Tua/Ist

Palu

Pemkot Palu Terima Surat Pengesahan Kewarganegaraan Guru Tua
Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho menghadiri peletakan batu pertama pemugaran gedung TK Kemala Bhayangkari 01 Cabang Pimpinan dan Staf (Pimsaf), Jumat (10/01/2025)/Ist

Palu

Dampingi Istri, Kapolda Sulteng Hadiri Peletakan Batu Pertama Pemugaran TK Kemala Bhayangkari
Wawali Palu, Reny A Lamadjido menghadiri upacara peringatan HUT ke-105 Pemadan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Jumat (1/3/2024)/Pemkot Palu

Palu

Wawali Palu Hadiri Upacara HUT ke-105 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan di Jawa Timur
Kemunculan ikan mola-mola di Teluk Palu, Rabu (1/2/2023) dini hari/hariansulteng

Palu

Terancam Punah, Ikan Mola-mola Kembali Muncul di Teluk Palu
Lembaga Bantuan Hukum Tepi Barat mendampingi keluarga Slamet Putra/Ist

Palu

Terdakwa Pembunuhan Pria Difabel di Palu Dituntut 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Sudah Tepat
Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo menghadiri peresmian gudang peralatan tanggap darurat bencana di Huntap 1 Kelurahan Tondo, Kota Palu, Sabtu (01/02/2025)/Pemkot Palu

Palu

Pemkot Palu-JOCA Resmikan Gudang Peralatan Tanggap Darurat Bencana di Huntap Tondo