Home / Palu

Kamis, 12 Mei 2022 - 13:26 WIB

Momen Habib Alwi Aljufri Terisak Saat Cerita Detik-detik Wafatnya Guru Tua

Habib Alwi Aljufri saat membacakan riwayat perjalanan dakwah Guru Tua di pembukaan peringatan haul, Rabu (11/5/2022) malam/hariansulteng

Habib Alwi Aljufri saat membacakan riwayat perjalanan dakwah Guru Tua di pembukaan peringatan haul, Rabu (11/5/2022) malam/hariansulteng

HARIANSULTENG.COM, PALU – Momen haru sempat mewarnai pembukaan Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua ke-54 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (11/5/2022) malam.

Momen itu terjadi saat Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) Alkhairaat Sulawesi Tengah (Sulteng), Habib Alwi Aljufri menceritakan perjalanan hidup Guru Tua di hadapan seluruh tamu undangan.

Habib Alwi mengawali cerita dengan membacakan silsilah Guru Tua yang mempunyai jalur keturunan dari Husein binti Fatimah Azzahra, putri Nabi Muhammad SAW.

Lahir di Hadramaut pada 15 Maret 1892, Guru Tua merupakan anak kedua dari pasangan Habib Salim bin Alwi bin Saggaf Aljufri dan Syarifah Nur binti Muhammad Aljufri.

Ibu Guru Tua merupakan putri dari seorang raja di Sengkang, Sulawesi Selatan yang bergelar Arung Matoa Wajo.

Sementara ayahnya menjabat sebagai seorang Mufti di Hadramaut, sebuah wilayah luas di Yaman.

Habib Alwi menceritakan, Guru Tua sejak kecil sudah tekun mempelajari ilmu di bawah bimbingan langsung sang ayah.

Selain belajar dari ayahnya, Guru Tua juga mempelajari ilmu Alquran, hadis, tafsir, fikih, sastra Arab maupun lainnya dari sejumlah ulama besar di Hadramaut.

Baca juga  Habib Shaleh Aljufri, Cucu Pendiri Alkhairaat Meninggal Usai Dirawat di RS Gatot Subroto Jakarta

“Beliau (Guru Tua) sangat tekun belajar dan mengkaji ulang pelajarannya di kamar khusus di masjid dekat dari rumahnya. Ini ia lakukan setiap hari hingga pukul tiga pagi, tidak pernah pulang kerumah melainkan ada keperluan mendesak,” ungkap Habib Alwi.

Kecerdasan dan kecintaan Guru Tua terhadap ilmu agama lambat laun membuatnya disegani di lingkungan masyarakat.

Pada tahun 1915, Habib Salim bin Alwi bin Saggaf Aljufri meninggal dunia saat usia Guru Tua menginjak 24 tahun.

Ketika ayah Guru Tua wafat, sejumlah ulama tergabung dalam sebuah lembaga legislatif mengadakan musyawarah untuk menunjuk pengganti Habib Salim.

Saat itu, para ulama dan cendekiawan sepakat untuk menunjuk sepupu Guru Tua, Habib Alwi bin Saggaf bin Muhammad bin Saggaf Aljufri.

Namun hal itu ditolak oleh Habib Ali sehingga seluruh ulama sepakat menunjuk Guru Tua sebagai pengganti ayahnya mengisi jabatan qadhi atau hakim di Taris, Yaman.

Baca juga  Pemkot Palu Terima Surat Pengesahan Kewarganegaraan Guru Tua

Dalam khazanah Islam, qadhi adalah seseorang yang bertanggung jawab dalam menjelaskan hukum Allah SWT kepada umat Islam.

Penunjukan ini didasari karena Guru Tua dinilai memiliki wibawa dan kecerdasan dalam berbagai cabang ilmu agama.

Habib Alwi menambahkan, Guru Tua tetap berdakwah san mengabdikan dirinya kepada masyarakat di samping bertugas sebagai qadhi dan mufti.

Sebab, kata dia, Guru Tua sering memikirkan dan khawatir generasi penerus di Taris bisa ditimpa kejahilan.

Olehnya, Guru Tua mendirikan sebuah pondok sederhana di Taris bernama Alkhairaat dari hartanya sendiri.

Guru Tua kemudian memutuskan hijrah dari Taris ke Indonesia pada 1922 saat berusia 30 tahun.

Awalnya Guru Tua bersafari dakwah ke sejumlah daerah di Pulau Jawa sambil berdagang, seperti di Solo, Jombang dan Pekalongan.

Setelah beberapa tahun berdakwah di Jawa, ulama kharismatik itu bertolak ke Sulawesi pada 1929.

Guru Tua terus berdakwah sambil menjalankan aktivitas lainnya hingga namanya dikenal di kalangan masyarakat.

Share :

Baca Juga

KPU Kota Palu melakukan simulasi penggunaan aplikasi Sirekap dalam rangkaian persiapan Pilkada 2024/Ist

Palu

Jelang Pemungutan Suara Pilkada 2024, KPU Palu Gelar Simulasi Penggunaan Sirekap
Kepala Rutan Kelas IIA Palu, Yansen/hariansulteng

Palu

Warga Binaannya Disebut Terlibat Kasus Narkoba, Karutan Palu: Belum Ada Informasi
Masyarakat Kelurahan Siranindi, Kota Palu menggelar event tahunan bernama Festival Tangga Banggo ke-4/hariansulteng

Palu

Parade Budaya hingga Pentas Musik Meriahkan Festival Tangga Banggo ke-4 di Kelurahan Siranindi
Kepala DLH Kota Palu, Arif Lamakarate menghadiri aksi menanam 1.100 bibit mangrove di Pantai Bulu Pountu, Kelurahan Baiya, Kecamatan Tawaeli, Sabtu (10/6/2023)/Pemkot Palu

Palu

Peringati Hari Lingkungan Hidup, DLH Bersama PLN Tanam 1.100 Mangrove di Pantai Bulu Pountu Palu
Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa menghadiri acara halal bihalal RW 05 BTN Petobo Permai, Kelurahan Petobo, Senin (28/04/2025)/Pemkot Palu

Palu

Asisten Setda Kota Palu Hadiri Halal Bihalal di Petobo, Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan
Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo secara resmi menutup ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) XXVII tingkat Kota Palu, Rabu (6/11/2024)/Pemkot Palu

Palu

STQH XXVII Tingkat Kota Palu Resmi Ditutup, Sekkot Irmayanti: Mari Wujudkan Kebersamaan
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerima kunjungan Kepala BIN Daerah Sulawesi Tengah, Brigjen TNI Bobby Prabowo, Kamis (6/3/2025)/Pemkot Palu

Palu

Wali Kota Palu Terima Kunjungan Kabinda Sulteng, Bahas Keamanan dan Stabilitas Daerah
Kebakaran melanda Pasar Masomba, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (30/11/2022) malam/hariansulteng

Palu

BREAKING NEWS: Kebakaran Landa Pasar Masomba Palu