Home / Palu

Kamis, 15 Agustus 2024 - 19:59 WIB

Mantan Paskibraka Nasional Asal Sulteng Soroti BPIP soal Aturan Paskibraka Lepas Jilbab

Rukly Chahyadi/ist

Rukly Chahyadi/ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Publik baru-baru ini dihebohkan dengan proses pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2024.

Sejumlah anggota Paskibraka yang diketahui mengenakan hijab justru melepas jilbab saat dikukuhkan Presiden Jokowi pada 13 Agustus 2024.

Hal itu sontak menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan tak terkecuali Rukly Chahyadi, mantan Paskibraka Nasional tahun 1999 asal Sulawesi Tengah (Sulteng).

Rukly menyayangkan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) meniadakan pengenaan jilbab bagi Paskibraka putri.

“Ini jelas tindakan diskriminatif yang bertentangan dengan nilai-nilai kemerdekaan, keberagaman, dan kebebasan beragama yang dijunjung tinggi di Indonesia,” ujarnya, Kamis (15/8/2024).

Jebolan Fakultas Hukum Universitas Tadulako itu menjelaskan bahwa kebijakan tersebut melanggar hak konstitusional warga negara yang dijamin UUD 1945 dan peraturan terkait hak asasi manusia.

Baca juga  Buka Diklat Calon Paskibraka Kota Palu 2023, Irmayanti: Kalian Harapan Bangsa

Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 adalah perjuangan untuk membebaskan bangsa Indonesia dari segala bentuk penjajahan dan diskriminasi.

Nilai-nilai luhur seperti toleransi, keberagaman, dan kebebasan beragama menjadi fondasi berdirinya negara Indonesia yang merdeka.

Sayangnya, tindakan mewajibkan peserta Paskibraka perempuan untuk menanggalkan jilbab justru mencerminkan praktik diskriminasi yang bertentangan dengan semangat kemerdekaan. Artinya masih ada upaya untuk membatasi kebebasan beragama dan berekspresi bagi warga negara,” terang Rukly.

Sebagai mantan anggota Paskibraka, ia memahami acara Paskibraka merupakan simbol kebanggaan dan nasionalisme bagi bangsa Indonesia.

Baca juga  Peringati HUT Kemerdekaan, Persinas ASAD Palu Gelar Kirab Budaya Pencak Silat

Namun, justru dalam acara tersebut, seharusnya momen pengukuhan Paskibraka dapat menunjukkan keberagaman dan kesetaraan yang menjadi ciri khas Indonesia yang merdeka.

Rukly berharap pemerintah melalui BPIP sebagai penyelenggara dapat meninjau ulang kebijakan ini dan membuka ruang yang lebih luas bagi peserta Paskibraka untuk tetap mengenakan atribut keagamaan mereka.

Ia menekankan kemerdekaan Indonesia juga berarti kebebasan bagi seluruh warga negara untuk menjalankan keyakinan agamanya tanpa diskriminasi.

“Kemerdekaan Indonesia yang kita rayakan setiap tahun harus dimaknai sebagai kebebasan dan kesetaraan bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk bagi wanita berhijab. Jangan sampai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila berubah menjadi ‘Badan Perusak Ideologi Pancasila’,” pungkas Rukly.

(Red)

Share :

Baca Juga

Muhammad Fahrun/Ist

Palu

Jelang Voting Day Pemilu 2024, Fahrun Optimis Amankan Satu Kursi DPRD Sulteng Dapil Kota Palu
Ilustrasi penyalahgunaan data pribadi. (Foto: Istimewa)

Palu

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Data Pribadi Tiga Remaja di Palu Naik Penyidikan
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman menghadiri penutupan Semarak Sulteng Nambaso, Senin malam (12/05/2025)/Pemkot Palu

Palu

Asisten Setda Kota Palu Hadiri Penutupan Semarak Sulteng Nambaso
drg. Herry Mulyadi. (Foto: Istimewa)

Palu

Mantan Direktur RSUD Undata Sebut Jurnalis ‘Bodoh’ saat Ditanya soal Jasa Pelayanan
Penyintas bencana berunjuk rasa di depan Kantor BP2P Sulawesi II Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Sulteng Jl Rajawali, Kelurahan Lolu Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Selasa (4/1/2022)/hariansulteng

Palu

Usai Demo di BP2P, Penyintas Bencana Sulteng Dijanjikan Didata Kembali
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid melakukan pertemuan bersama para pengawas padat karya, satgas, koordinator kecamatan dan kelurahan, Selasa (2/1/2024)/Pemkot Palu

Palu

Wali Kota Palu Kumpul Pengawas Padat Karya Bahas Masalah Kebersihan
Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Mako Polresta Palu, Sabtu (1/6/2024)/Ist

Palu

Hadianto Cuti Kampanye, Irmayanti Pettalolo Ditunjuk Jadi Plh Wali Kota Palu
Porambanga To Dea Oge (Pordeo) 83 menggelar musyawarah besar (mubes) ke-2 di Cafe Pijakan samping Jembatan Lalove, Kota Palu, Minggu (19/3/2023)/Pemkot Palu

Palu

Gelar Musyawarah Besar, Ketua Pordeo 83: Nunu yang Engkau Dengar Beda dengan yang Engkau Lihat