Home / Palu

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:23 WIB

Keluarga Afif Siraja Ragukan Hasil Autopsi Kepolisian, Pertanyakan Luka di Tubuh Jenazah

Ilustrasi mayat/Ist

Ilustrasi mayat/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Keluarga mendiang Afif Siraja meragukan hasil autopsi yang dilakukan pihak kepolsian.

Polda Sulteng sebelumnya merilis hasil autopsi yang menyebut Afif meninggal dunia karena serangan jantung.

Natsir Said, kuasa hukum keluarga, menilai hasil autopsi yang disampaikan bertolak belakang dengan kondisi fisik jenazah yang penuh luka.

“Kami menolak hasil kemarin karena tidak mungkin serangan jantung menimbulkan luka-luka pada fisik korban. Memudian ada beberapa lebam-lebam yang mencurigakan,” ujar Natsir, Rabu (21/12026).

Natsir mengatakan, pihak keluarga meragukan kredibilitas hasil autopsi dan kian menambah kejanggalan terkait penamganan kasus kematian Afif Sirana.

Keeratan pertama keluarga didasarkan pada adanya luka dan lebam di sejumlah bagian tubuh almarhum.

Menurutnya, kondisi tersebut sulit diterima apabila kematian hanya disebabkan oleh serangan jantung tanpa adanya faktor lain.

Keberatan kedua berkaitan dengan proses autopsi oleh pihak Polda Sulteng. Natsir mengaku hadir secara langsung dan mendengarkan penjelasan dokter forensik.

Baca juga  Polisi Usut Kasus Penganiayaan Pria di Lokasi Tambang Poboya

“Saat itu dokter menerangkan dengan jelas bahwa korban ini mengalami tindak kekerasan. Itu yang mengherankan, kok hasil akhirnya tidak bersesuaian dengan keterangan dokter pada saat autopsi,” katanya.

Selain menyoroti hasil autopsi, pihak keluarga juga mengeluhkan sulitnya memperoleh dokumen resmi berupa hasil visum dan laporan otopsi.

Natsir menyebut sejak konferensi pers digelar hingga saat ini, keluarga belum menerima salinan dokumen tersebut secara lengkap.

“Sejak rilis pers sampai detik ini kami sulit sekali meminta hasil visum dan autopsi yang telah dilakukan polda. Bahkan sampai sekarang belum ada diberikan ke pihak keluarga,” ujarnya.

Padahal, kata Natsir, pihaknya sudah berulang kali meminta kepada kepolisian tetapi tan kunjung mendapatkan kepastian.

“Kami sudah tanyakan. Alasannya menunggu karena masih harus dirampungkan. Alasan itu justru menimbulkan pertanyaan baru bagi kami,” ungkapnya.

Natsir merasa bingung dengan alasan tersebut. Ketika keluarga sulit mendapatkan dokumen resmi, kepolisian justru menyampaikan pernyataan resmi di hadapan media.

Baca juga  Sempat Menolak, Keluarga Bocah Korban Pembunuhan di Palu Siap Autopsi Dilakukan Demi Keadilan

“Kalau belum dirampungkan, lalu kenapa sudah dilakukan jumpa pers? Sudah dipanggil media untuk membuat pernyataan-pernyataan. Ketika kami minta hasil autop alasannya belum dirampungkan,” imbuhnya heran.

Ia menilai kondisi tersebut semakin memperkuat kecurigaan keluarga terhadap penanganan kasus kematian Afif Siraja.

Ketidakterbukaan dalam pemberian dokumen resmi dinilai memperbesar tanda tanya dan menyulitkan upaya keluarga untuk memperoleh kejelasan.

“Kesimpulannya, justru muncul banyak kecurigaan baru karena menurut kami penanganan ini tidak transparan dan cenderung mempersulit pihak keluarga,” kata Natsir.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah menggelar konferensi pers di Aula Rupatama Mako Polda Sulteng, Selasa (13/1/2026).

Dirreskrimum Polda Sulteng, Kombes Hendri Yulianto menyampaikan bahwa penyelidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara sejak korban ditemukan pada 19 Oktober 2025 lalu.

Share :

Baca Juga

Peringati maulid nabi di Kelurahan Siranindi, Habib Mukhtar ajak warga amalkan ajaran Rasulullah/hariansulteng

Palu

Peringati Maulid Nabi di Kelurahan Siranindi, Habib Mukhtar Ajak Warga Amalkan Ajaran Rasulullah
Rukly Chahyadi (kiri) bersama Ketua LPSK, Hasto Atmojo Suroyo (kanan)/Ist

Nasional

Rukly Chahyadi, Advokat Asal Palu Dikukuhkan Jadi Relawan Sahabat Saksi dan Korban Bentukan LPSK
Kawasan perumahan Citraland/istimewa

Palu

Berikut Rekomendasi Objek Wisata Bagi yang Pertama Kali ke Kota Palu 
Lurah Lolu Selatan Sahdin mengimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan kosong untuk bertani/istimewa

Palu

Lurah Lolu Selatan Ajak Warga Manfaatkan Lahan Kosong Untuk Bertani
Petugas Damkar mengevakuasi dua kerangka manusia di Kelurahan Petobo, Kota Palu, Senin (22/11/2021)/Ist

Palu

Diduga Korban Likuifaksi, Warga Petobo Temukan Kerangka Manusia Kenakan Pakaian Dalam
Konferensi pers LPSK dan BNPT di Tanaris Cafe, Palu (Sumber: Mawan/hariansulteng.com)

Palu

Pengajuan Kompensasi Korban Tindak Pidana Terorisme Berlaku hingga 2028
Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Dody Triwinarto dimutasi menjadi Pa Sahli Tk.II KSAD Bidang Kamkonf Komunal/Ist

Palu

Mutasi Perwira TNI, Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Dody Triwinarto Digantikan Kolonel Inf Deni Gunawan
Prof Lukman S Thahir/hariansulteng

Palu

Lukman S Thahir Resmi Jabat Rektor UIN Datokarama Palu Gantikan Sagaf S Pettalongi