Home / Sulteng

Jumat, 6 Juni 2025 - 10:26 WIB

DPRD Sulteng Menyoroti 100 Hari Anwar-Reny di Bidang Kesehatan

Ilustrasi ruang perawatan untuk pasien rumah di sakit (Sumber: Kemkes.go.id)

Ilustrasi ruang perawatan untuk pasien rumah di sakit (Sumber: Kemkes.go.id)

HARIANSULTENG.COM — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng), Aristan, S.Pt., memberikan pandangannya tentang 100 hari kerja pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Anwar Hafid-Reny A. Lamadjido.

Aristan menilai kinerja Anwar-Reny dalam 100 hari pertama menunjukkan langkah positif, terutama dalam mewujudkan nawacita alias sembilan program prioritas yang dicanangkan untuk lima tahun ke depan.

“Saya melihat 100 hari kinerja ini cukup baik dan perlu diapresiasi. Bagaimana komitmen mereka untuk merealisasikan 9 Program Berani (Bersama Anwar-Reny),” ungkap Aristan saat dihubungi, Selasa (3/6/2025).

Dirinya menambahkan, pernyataan-pernyataan Anwar Hafid selama ini juga mencerminkan keberpihakannya pada masyarakat bawah.

Kemudian dari sisi penataan birokrasi, politisi NasDem itu menyambut baik pelaksanaan uji kompetensi dan evaluasi kinerja pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov Sulteng.

Proses uji kompetensi atau job fit yang diikuti 50 pejabat ini dibuka langsung oleh Gubernur Sulteng, Anwar Hafid, Kamis (17/4/2025).

Para peserta terdiri dari 45 pejabat pimpinan tinggi pratama dari lingkup provinsi dan lima orang dari kabupaten/kota,yaitu dua orang dari Morowali, satu orang asal Sigi, serta dua peserta lainnya dari Palu.

Baca juga  Ulah Satgas BSH Melabeli Produk Jurnalistik di Luar Sepengetahuan Diskominfosantik Sulteng

“Gubernur melaksanakan job fit untuk perbaikan dan penguatan birokrasi. Ini hal yang baik. Hal lain yang juga perlu diapresiasi bagaimana gubernur memperjuangkan DBH (dana bagi hasil) di sektor pertambangan,” ucap Aristan.

Ia mengungkapkan, DPRD Sulteng akan terus mengawal dan mendorong pemerintahan Anwar-Reny untuk menjaga konsistensi kinerjanya setelah melewati 100 hari kerja.

Menurut Aristan, 100 hari kerja masih terlalu singkat untuk dijadikan tolok ukur dalam menilai kinerja kepala daerah. Sehingga ia berharap tindakan dan kebijakan gubernur sesuai dengan janji politiknya.

“Kita apresiasi langkah gubenur di 100 hari ini. Nanti kita lihat seperti apa selanjutnya. Kalau hanya sebatas pernyataan, semua orang juga bisa. Mestinya pernyataan diikuti dengan tindakan yang lebih konkret. Meski tidak bisa sekaligus, tapi progresnya kelihatan,” tuturnya.

Satu sisi, Aristan menambahkan, pelayanan di bidang kesehatan masih menjadi celah yang perlu dievaluasi Pemprov Sulteng.

Baru-baru ini, dirinya menerima aduan masyarakat peserta BPJS Kesehatan yang dipulangkan dari RSUD Undata sebelum sembuh karena telah melewati batas waktu rawat inap.

“Soal pelayanan di RSUD Undata yang buruk ini perlu menjadi perhatian gubernur. Saya dihubungi bahwa ada pasien dari Pipikoro pernah dipulangkan paksa oleh Rumah Sakit Undata. Pasien dipulangkan masih menggunakan kateter,” ungkap Aristsn.

Baca juga  5 Perusahaan di Morut Abaikan Perintah Inspektur Tambang, Legislator Datangi Kementerian ESDM

Dari kasus ini, Aristan menilai kejadian-kejadian serupa juga bisa saja terjadi di rumah sakit lainnya yang ada di Sulawesi Tengah.

“Bagaimana kalau orang sakit parah dan meninggal di jalan? Sementara pasien butuh perawatan lebih lama. Jika memang aturan rawat inap BPJS Kesehatan dibatasi, tidak peduli apakah belum sembuh atau sudah sembuh, harus ada langkah konkret dari gubernur untuk mengantisipasi persoalan ini,” pungkasnya.

Keluhan masyarakat terkait pelayanan kesehatan ini bukan pertama kali terjadi di era kepemimpinan Anwar-Reny.

Pada 19 Mei 2025, media sosial Facebook dihebohkan dengan postingan surat terbuka berisi curhatan warga soal buruknya pelayanan di RSUD Undata.

Akun Facebook bernama Wibowo Om Bowo, menceritakan pengalaman saudaranya yang merasa dipingpong petugas ketika ingin melakukan pemeriksaan di Poli Urologi.

Sementara, mereka yang tinggal di Kabupaten Donggala punya keterbatasan biaya untuk menyewa transportasi jika harus bolak balik ke RSUD Undata di Jalan Trans Sulawesi, Palu.

(Fan)

Share :

Baca Juga

Suasana buka puasa bersama di The Coffe Nokilalaki, Jalan Nokilalaki Utara Nomor 11, Kelurahan Besusu Tengah, Kecamatan Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (9/4/2022)/hariansulteng

Palu

Sedia Makanan Gratis, Kafe Nokilalaki Jadi Tempat Buka Puasa Favorit Mahasiswa di Palu
Pengunjung mengamati tumpukan buah durian montong di gudang penampungan buah durian "Fresh Durian Nusantara (FDN)" di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (6/6/2022). Foto : Arfa

Palu

FDN Sediakan 160 Hektar Lahan Untuk Budidaya Buah Durian
Balai POM Palu menggelar intensifikasi pengawasan pangan Ramadan dan jelang Idulfitri 1443 Hijriah, Selasa (26/4/2022)/hariansulteng

Palu

Balai POM Palu Temukan Makanan Rusak Hingga Kedaluwarsa Jelang Lebaran
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu didukung Forum Asia menggelar diskusi virtual dan kampanye bertajuk "Mendesak Revisi UU ITE dan Penghapusan Pasal Bermasalah RKUHP, Jumat (23/9/2022)/AJI Palu

Palu

Desak Revisi UU ITE dan Tunda Pengesahan RKUHP, AJI Palu Gelar Diskusi Bareng Akademisi
Ilustrasi/KPK RI

Morowali Utara

Negara Rugi Rp 8 Miliar, KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Pembangunan Kantor DPRD Morut
KPP Palu gelar apel pasukan Siaga SAR Khusus Idulfitri 1446 Hijriah, Jumat (21/03/2025)/Ist

Palu

Siaga Khusus Lebaran, Kantor SAR Palu Kerahkan 93 Personel
Owner SJ Jersey Shop, Shafar Julianto/hariansulteng

Palu

Demam Piala Dunia 2022, Cerita Penjual Jersey di Palu Sebulan Raup Omzet Rp 120 Juta
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu menggelar rapar koordinasi (rakor) fasilitasi kampanye Pemilu 2024, Minggu (19/11/2023)/hariansulteng

Palu

KPU Palu Ingatkan Peserta Pemilu Segera Setor Daftar Tim Kampanye, Paling Lambat 25 November