HARIANSULTENG.COM, MOROWALI – Fasilitas penyimpanan tailing di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali longsor, Rabu (18/2/2026).
Menurut Serikat Pekerja Industri Merdeka (FSPIM), setidaknya terdapar sekitar 7 unit alat berat tertimbun limbah tailing.
Juru bicara FSPIM, Tesar Anggrian Bonjol mengatakan bahwabkecelakan yang terus berulang potret dari bobroknya sistem manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Sistem manajemen K3 yang lemah menimbulkan terjadinya banyak insiden hingga menyebabkan kematian,” ujar Tesar.
Peristiwa ini merupakan pengulangan dari insiden serupa pada Maret 2025 lalu yang menewaskan tiga pekerja.
Tesar menyebut mestinya pemerintah yang punya wewenang turun langsung melihat kebobrokan sistem managemet K3 di kawasan IMIP.
“Jika ini terjadi di IMIP terus menerus maka buruh merasa tidak ada jaminan keamanan keselamatan dan kesehatan kerja yang mana di atur dalam UU Cipta Kerja dan UU K3,” imbuhnya.
FSPIM memandang terjadi dualisme yang berperan mengambil kebijakan di kawasan industri, yaitu pekerja lokal dan tenaga kerja asing.
Olehnya, kata Tesar, kondisi ini melahirkan problem pengambil kebijakan penuh terhadap k3 dalam kawasan IMIP.
“Negara mesti mengevaluasi sistem manajemen K3. Pihak IMIP harus betul-betul menerapkan sistem manajemen K3 dan yang berhak penuh mengambil kebijakan yaitu petugas K3 dari pekerja TKI,” ungkapnya.
(Red)














