Home / Morowali Utara

Sabtu, 14 September 2024 - 03:29 WIB

Ahmad Ali Jadi Rebutan Swafoto Warga saat Safari Politik di Kolonodale Morowali Utara

Ahmad Ali jadi rebutan swafoto warga saat safari politik di Kolonodale, Morowali Utara, Jumat malam (13/9/2024)/Ist

Ahmad Ali jadi rebutan swafoto warga saat safari politik di Kolonodale, Morowali Utara, Jumat malam (13/9/2024)/Ist

HARIANSULTENG.COM, MORUT – Menjelang penetapan cagub-cawagub Sulteng, Ahmad Ali melanjutkan safari politik ke Kolonodale, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Jumat malam (13/9/2024).

Ahmad Ali langsung disambut riuh ribuan warga saat tiba di lokasi acara bersama pasangannya Abdul Karim Aljufri.

Sambil berjalan di tengah massa, politisi kelahiran Morowali itu bergantian melayani permintaan swafoto warga Kolonodale.

“Pak Ahmad Ali Gubernur Sulteng, harapan baru pak,” teriak warga.

Dalam orasi politiknya, Ahmad Ali menyayangkan kondisi Morowali dan Morowali Utara yang kerap menjadi pembicaraan di mata dunia.

Baca juga  Tak Ingin Petani Merugi, Cagub Sulteng Ahmad Ali Disambut Antusias saat Kampanye di Ampibabo

Sebab, dua kabupaten bersaudara yang terkenal sebagai daerah penghasil nikel itu belum mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya.

“Morowali dan Morowali Utara dibicarakan dunia, tapi Sulawesi Tengah masih berada di 10 besar daerah termiskin di Indonesia,” katanya.

Ahmad Ali mengatakan, anomali ini perlu diatasi dengan mendorong sektor ekonomi lainnya seperti pertanian dan UMKM.

Jika diberi kepercayaan memimpin Sulteng, ia tak ingin pengambangan UMKM hanya sebatas pelatihan, tetapi memastikan akses permodalan lewat APBD.

Bersama Abdul Karim Aljufri, Ahmad Ali menargetkan bisa mencetak 10 ribu wirausaha baru di Sulawesi Tengah.

Baca juga  Komnas HAM Sulteng Soroti Penetapan Tersangka Jurnalis Heandly Mangkali

Pemerintah harus hadir dengan menggunakan APBD untuk memberikan modal bagi UMKM,” ucap Ahmad Ali.

Sementara itu, Abdul Karim Aljufri menekankan pentingnya peran anak muda sebagai instrumen dalam pembangunan daerah.

“Kita anak-anak muda tidak pernah minta untuk dikasihani, yang kita butuhkan hanyalah tempat untuk menyalurkan apa yang ada di kepala kita, apa yang ada di hati kita. Kami akan siapkan sentra pemuda sebagai tempat menyalurkan kreativitas pemuda,” ungkap Abdul Karim Aljufri.

(Adv)

Share :

Baca Juga

Banjir bandang menyapu dan meluluhlantakkan bangunan site camp milik perusahaan tambang CV Surya Amindo Perkasa (SAP) di Desa Desa Tamainusi, Kecamatan Sojo Jaya, Morowali Utara, Jumat (03/01/2025)/Ist

Morowali Utara

Buntut Banjir Tewaskan Pekerja di Morut, Inspektur Tambang Terjun Investigasi Besok
SPPT-FRAS Sulteng menggelar konferensi pers terkait konflik agraria antara PT ANA dan masyarakat Petasia Timur, Kamis (9/5/2024)/hariansulteng

Morowali Utara

Serikat Petani-FRAS Sebut Pemprov Sulteng Tak Transparan Tangani Konflik Masyarakat dan PT ANA
Kantor Kementerian ESDM/Ist

Morowali Utara

5 Perusahaan di Morut Abaikan Perintah Inspektur Tambang, Legislator Datangi Kementerian ESDM

Morowali Utara

Situasi di PT GNI Semakin Kondusif, Aktivitas Perusahaan Berjalan Normal
Banjir merendam Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut), usai hujan deras mengguyur, Sabtu (29/03/2025)/Ist

Morowali Utara

Brimob Polda Sulteng Evakuasi Warga Terdampak Banjir di Desa Bunta Morut
Jeffisa Putra Amrullah/hariansulteng

Morowali Utara

Bung Jeff Siap Berjuang Menangkan Pilkada Morut 2024
Sejumlah warga Desa Menyo'e dan tokoh adat suku Wana mendukung aktivitas PT CAS di Morowali Utara. (Sumber: Istimewa)

Morowali Utara

Kades Menyo’e dan Tokoh Adat Suku Wana Dukung PT CAS Lanjutkan Aktivitas di Morowali Utara
Jeffisa Putra Amrullah/Ist

Morowali Utara

Bung Jeff Sebut Masalah Agraria Jadi Persoalan Terbesar di Morowali Utara