Home / Sulteng

Minggu, 26 Mei 2024 - 18:26 WIB

Survei Pilgub Sulteng Versi SDI: Elektabilitas Rusdy Mastura Tertinggi, Disusul Ahmad Ali dan Anwar Hafid

Rusdy Mastura (kiri), Ahmad Ali (tengah) dan Anwar Hafid (kanan)/Ist

Rusdy Mastura (kiri), Ahmad Ali (tengah) dan Anwar Hafid (kanan)/Ist

HARIANSULTENG.COM – Lembaga survei Skala Data Indonesia (SDI) menyampaikan hasil survei dinamika menjelang Pemilihan Gubernur Sulawesi Tengah (Pilgub Sulteng) 2024.

Survei digelar pada 1 – 10 Mei 2024 terhadap 800 responden menggunakan metode wawancara tatap muka langsung dengan margin of error kurang lebih 3,46 persen.

“Survei ini memotret banyak hal, mulai dari tingkat kepuasan publik, masalah yang menjadi perhatian masyarakat dan termasuk persaingan electoral jelang pilgub,” ujar Direktur Eksekutif SDI, Arif Nurul Imam dalam keterangannya, dikutip Minggu (26/5/2024).

Arif mengatakan, tingkat kepuasan publik terhadap Pemerintah Rusdy Mastura masih lumayan bagus diangka 52,2 persen.

Sementara isu yang menjadi perhatian masyarakat adalah kemiskinan, pengangguran, KKN, harga kebutuhan pokok dan infrastruktur.

Baca juga  Momentum Hut 21, Demokrat Sulteng Kehadiran Wajah-wajah Baru

“Survei ini juga menyoroti soal pengaruh politik uang, di mana sebanyak 22 persen akan terpengaruh money politic dan sebesar 44 persen menyatakan tidak terpengaruh,” katanya.

Menurut Arif, Pilgub Sulteng masih dinamis meski terdapat nama sosok tokoh-tokoh kuat yang masuk dalam bursa.

Sejumlah nama seperti gubernur petahana Rusdy Mastura, Ahmad M Ali, dan Anwar Hafid merupakan tokoh yang memiliki elektabilitas lumayan bagus.

“Rusdy Mastura unggul dengan 15,1 persen, disusul Ahmad Ali sebesar 11 persen, Anwar Hafid 9,4 persen dan tokoh lainnya di bawah 5 persen,” ujarnya.

Baca juga  Usai PKB, Ahmad Ali Daftar Jadi Bakal Calon Gubernur Sulteng di PKS, PDIP dan PAN

Sementara itu, jumlah pemilih yang menyatakan belum memiliki pilihan sebesar 23,3 persen sedang yang menjawab tidak tahu sebesar 36 persen.

Artinya, lanjut Arif, masih banyak pemilih yang tak bertuan yang akan menjadi ladang perebutan simpati para tokoh yang akan berkontestasi.

Menurutnya, Rusdy Mastura sejatinya memiliki modal politik yang cukup besar lantaran merupakan petahana selain memiliki tingkat kepercayaan masyarakat yang lumayan tinggi. Sementara Ahmad Ali memiliki basis besar di Morowali dan sekitarnya.

“Karena itu, petahana Rusdy Mastura jika maju kembali memiliki modal besar untuk memenangkan dalam pilgub nanti, dan bersaing dengan Ahmad Ali,” pungkas Arif.

(Fat)

Share :

Baca Juga

Waketum NasDem, Ahmad Ali saat ditemui di sela acara bukber IKa Untad, Sabtu (23/3/2024)/hariansulteng

Sulteng

NasDem Segera Tentukan Sikap di Pilgub Sulteng, Ahmad Ali Sebut akan Ada Kejutan Bulan Mei
Polisi menaikkan status kasus dugaan penimbunan 53 ton minyak goreng di Kota Palu ke tahap penyidikan, Rabu (23/3/2022)/Ist

Palu

Naik Penyidikan, Staf Disperindag Terseret Kasus Penimbunan 53 Ton Minyak Goreng di Palu
Bootcamp Batch Enam Smart Financial Journey with Hannah spesial Ramadan sukses digelar, Minggu (23/03/2025)/Ist

Palu

Bootcamp Batch 6 Hannah Spesial Ramadan, Wawasan Baru Bagi Anak Muda
Bangunan asrama Mahasiswa Parimo di jl S Parman Kota Palu

Palu

Pembangunan Asrama Mahasiswa Parimo Masih Ada Yang Kurang, Begini Kondisinya
Peduli lingkungan, Huabao salurkan peralatan pengelolaan sampah lewat program CSR/Ist

Morowali

Peduli Lingkungan, Huabao Salurkan Peralatan Pengelolaan Sampah Lewat Program CSR
Presma Fakultas Teknik Untad keluarkan imbauan meminta media tak berlebihan beritakan tawuran mahasiswa/Ist

Palu

Presma Fakultas Teknik Untad Wanti-wanti Media Tak Berlebihan Beritakan Tawuran Mahasiswa
Balai Karantina Pertanian (Barantan) Kota Palu menggelar pelatihan jurnalistik, Rabu (23/2/2022)/Ist

Palu

Tingkatkan Kualitas Kehumasan, Karantina Pertanian Palu Gelar Pelatihan Jurnalistik
Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho menggelar ramah tamah bersama jurnalis di Palu, Jumat (2/8/2024)/Ist

Palu

Perkuat Sinergi Jelang Pilkada 2024, Kapolda Sulteng Gelar Ramah Tamah dengan Jurnalis di Palu