Home / Sulteng

Minggu, 16 Juni 2024 - 21:01 WIB

Sulteng Jadi Provinsi dengan Kemiskinan Tertinggi Kedua di Pulau Sulawesi, Mayoritas Ada di Desa

Ilustrasi - Kehidupan masyarakat di pedesaan/Ist

Ilustrasi - Kehidupan masyarakat di pedesaan/Ist

HARIANSULTENG.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa jumlah penduduk miskin di Sulawesi Tengah (Sulteng) bertambah menjadi 395,6 ribu jiwa pada 2023.

Persentase penduduk miskin di tahun itu sebesar 12,41 persen, atau naik 0,08 persen dibandingkan tahun 2022.

Wilayah yang dipimpin Rusdy Mastura atau Cudy ini menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi kedua di Pulau Sulawesi setelah Gorontalo.

Posisi ketiga dengan persentase penduduk miskin tertinggi di Sulawesi ada di Sulawesi Barat sebesar 11,49 persen. Kemudian disusul Sulawesi Tenggara 11,43 persen, Sulawesi Selatan 8,70 persen, dan Sulawesi Utara 7,38 persen.

BPS mencatat penduduk miskin di Sulteng kebanyakan tinggal di perdesaan sebanyak 303,5 ribu orang. Sementara secara persentase, penduduk miskin di perkotaan mencapai 8,9 persen.

Namun apabila dibandingkan dari sisi pertumbuhan ekonomi, Sulawesi Tengah justru menciptakan perenomian tertinggi pada tahun yang sama di Pulau Sulawesi dan kedua secara nasional.

Ekonomi Sulawesi Tengah pada 2023 tumbuh 11,91 persen, hanya selisih 8,58 persen dari pertumbuhan ekonomi Maluku Utara di peringkat pertama.

Baca juga  Jelang Ramadan, Ini Daftar Harga Minyak Goreng di Palu dari Masku Hingga Kunci Mas

Sebagai salah satu provinsi penghasil nikel di tanah air, ekonomi Sulteng sangat bertumpu pada sektor industri pengolahan, maupun pertambangan dan penggalian.

Pada tahun 2023, kedua sektor ini berkontribusi lebih dari 55 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Kendati demikian, pertambangan nikel yang tumbuh pesat di Sulteng dinilai belum mampu mengentaskan kemiskinan bahkan menciptakan kesenjangan. Hal ini pun pernah mendapat sorotan dari Anggota DPR RI, Ahmad Ali.

Dalam cuplikan video yang diunggah akun Instagram @banuata.id, Waketum NasDem kelahiran Morowali itu menyebut mestinya tak ada lagi masyarakat Sulteng yang bergelut dengan kemiskinan.

“Saya mengelilingi Sulawesi Tengah selama menjabat anggota DPR. Harusnya masyarakat tidak ada lagi yang hidup dengan kemiskinan. Sulawesi Tengah memiliki semuanya, punya kekayaan sumber daya alam. Morowali ada nikel, di Banggai ada gas, Kota Palu ada emas. Tetapi kita mendapati kenyataan bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang belum beruntung dan hidupnya jauh dari kata sejahtera,” ucap Ahmad Ali, dikutip Minggu (16/6/2024).

Baca juga  Desakan Copot Kapolda Sulteng di Tengah Dugaan Oknum Aparat Jadi Beking Tambang Ilegal

Presidium Relawan Banuata, Mhalik Parilele menyatakan bahwa pembangunan suatu daerah tidak bisa hanya dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi semata.

Ia pun mendukung pandangan Ahmad Ali yang menyebut adanya paradoks ekonomi di Sulawesi Tengah.

“Apa artinya investasi dan pertumbuhan ekonomi jika masyarakat tetap terperangkap dalam kemiskinan? Bahkan, tingkat pengangguran masih mencapai 2,95 persen, dan tingkat kemiskinan ekstrem berada di 1,44 persen,” ujar Mhalik.

Peraih gelar magister ekonomi dari Universitas Trisakti menilai Pemprov Sulteng seolah kehilangan program-program pengentasan kemiskinan, hanya mengikuti kebijakan-kebijakan pemerintah pusat.

Pembangunan infrastruktur yang terlihat besar di permukaan masih tidak mampu menyediakan akses ke fasilitas dasar seperti air bersih dan listrik di banyak wilayah pedesaan, yang paling terdampak kemiskinan terutama di sektor agraria.

Share :

Baca Juga

Ilustrasi/Ist

Morowali

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Morowali, Dipicu Aktivitas Sesar Sula
Ahmad Ali gelar kampanye dialogis di di Desa Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Rabu (30/10/2024)/Ist

Donggala

Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri Dapat Dukungan dari Nelayan dan Penjual Ikan di Donggala
Ahmad Ali resmikan kedai Kopi A'Robi di Luwuk, Kabupaten Banggai, Senin (15/7/2024)/hariansulteng

Banggai

Resmikan Kedai Kopi A’Robi Kedua di Luwuk, Ahmad Ali Pesan Jalin Kerja Sama dengan Petani
Rosmawati bersama tim penasihat hukum datangi Kantor Kejari Parimo pertanyakan perkembangan kasus tersangka penembakan terhadap Erfaldi, Selasa (23/8/2022)/Ist

Parigi Moutong

Berkas Belum Lengkap, Kasus Polisi Tembak Pemuda di Parigi Moutong Mandek 5 Bulan
Rektor Untad, Prof Amar (tengah) bersama pengurus IKA Teknik Untad di acara buka puasa bersama, Selasa (26/3/2024)/hariansulteng

Palu

Beri Peluang Kerja Bagi Alumni, IKA Teknik Untad Bakal Gandeng PT Donggi Senoro LNG
Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho memimpin serah terima jabatan (sertijab) 8 pejabat utama (PJU) dan 5 kapolres, Kamis (10/04/2025)/Ist

Palu

Kapolda Sulteng Pimpin Sertijab 8 Pejabat Utama dan 5 Kapolres, Berikut Daftarnya
Puting beliung porak-porandakan lapak pedagang di Huntap Duyu, Rabu (4/1/2023)/Ist

Palu

Angin Puting Beliung Porak-porandakan Lapak Pedagang di Huntap Duyu Palu
Pertamina sidak SPBU di Kota Palu dalam merespon keluhan masyarakat terkait antrean BBM/Ist

Palu

Terima Keluhan Soal Antrean BBM, Pertamina Sidak Dua SPBU di Kota Palu