Home / Palu

Senin, 23 September 2024 - 11:15 WIB

Sesuai Harapan Kemenangan, Cudy-Agusto Dapat Nomor Urut 3

Pasangan Rusdy Mastura (Cudy) dan Sulaiman Agusto Hambuako mendapat nomor urut 3 untuk Pilgub Sulteng 2024/Ist

Pasangan Rusdy Mastura (Cudy) dan Sulaiman Agusto Hambuako mendapat nomor urut 3 untuk Pilgub Sulteng 2024/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Pasangan Rusdy Mastura (Cudy) dan Sulaiman Agusto Hambuako mendapat nomor urut 3 untuk Pilgub Sulteng 2024.

Pengundian nomor urut dilaksanakan di Kantor KPU Sulteng, Jalan S Parman, Kota Palu pada Senin pagi (23/9/2024).

Pasangan yang dikenal dengan jargon Sangganipa atau sekali lagi ini memaknai nomor 3 sesuai dengan simbol dan harapan kemenangan.

“‘Alhamdulillah kita berharap sejak awal memperoleh nomor 3, kita mudah kampanye,’’ Cudy.

Cudy maupun Agusto mengaku sudah menyiapkan model dan strategi kampanye dengan nomor urut tersebut.

Ia berharap masyarakat pendukung, loyalis, simpatisan dan masyarakat akar rumput mudah mengingat.

“Sejak semalam sudah kami bicarakan dengan timses dan relawan. Dan doa saya dikabulkan,’’ kata mantan wali kota Palu dua periode itu.

Baca juga  PETI Poboya Terus Beroperasi, Para Cukong Tak Tersentuh Hukum

DItantang Milenial

Sebelumnya, Minggu malam di Taman GOR Palu, Cudy-Agusto ditantang debat dengan anak muda, milenial dan gen Z. Ratusan atusan milenial mengajak diskusi soal soal anak muda.

“Disebut muda bukan karena usia, tapi karena pikiran-pikirannya, kalau model berpikirnya agresif, inklusif, dan pro aktif yang responsif. Banyak mengaku muda tapi eksklusif, tidak mau menerima ide luar. Konsevatif merespons sesuatu. Biar muda tapi pasti muka tua,’’ ujar Angga, mahasiswa Palu memberikan komentar di acara Tantang Cudy, difasilitasi Gerakan Akar Rumput (Gempur).

Cudy dalam kesempatan itu mengajak anak muda berfikir dan bertindak revolusione, mampu merubah mental blok yang berakar dari kebiasaan tidak baik. Berani mencoba sesuatu yang baru.

Baca juga  Kunjungi Pemuka Agama Gereja di Parimo, Ahmad Ali: Sulteng Bisa Jadi Simpul Toleransi Indonesia

“Gagal bukan alasan untuk menyerah. Sejarah negeri ini merdeka karena motor anak muda. 1908, munculnya pikiran merdeka. 1928 mulai mengorganisir perjuangan, mulai melawan penjajah. Sampai tiga anak muda mendesak Soekarno dan Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan. Anak muda itu adalah perubahan. Lakukan,’’ tandasnya.

‘’Jangan menunggu diberikan. Harus berani merebut. Ubah cara pandang hipokrit. Lirik dunia dengan tidak biasa – biasa saja. Saya selalu membaca. Karena itu pikiran saya selalu terus mencari inspirasi. Saya punya tiga ribuan buku. Silahkan datang kalau mau membaca datang ke rumah,’’ sebut suami Vera Rompas itu.

(Adv)

Share :

Baca Juga

Debat kedua Pilgub Sulteng, Senin malam (4/11/2024)/Ist

Palu

Debat Kedua Pilgub Sulteng, Ahmad Ali Singgung Capaian WTP Anwar Hafid Selama Pimpin Morowali
Ketua PPNI Sulteng Fajarillah Kolomboy Malonda/istimewa

Palu

Ketua PPNI Sulteng Sarankan Lulusan Perawat Bekerja di Luar Negeri : Disana Loker Banyak 
Ketua TP-PKK Kota Palu, Diah Puspita menghadiri gala dinner bersama Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia, Jaroslav Doleček, Kamis malam (24/04/2025)/Pemkot Palu

Palu

Ketua TP-PKK Kota Palu Hadiri Gala Dinner Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia
Kuasa hukum bersama keluarga almarhum Afif Siraja menggelar jumpa pers, Rabu (29/10/2025). (Foto: Istimewa)

Palu

Kuasa Hukum Minta Polda Sulteng Transparan Ungkap Kematian Afif Siraja
Polisi bekuk 7 anggota geng hotor Hendak tawuran di Palu, sita samurai dan golok/Ist

Palu

Polisi Bekuk 7 Anggota Geng Motor Hendak Tawuran di Palu, Sita Samurai dan Golok
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid menerima kunjungan silaturahim Japan Overseas Cooperative Association (JOCA) di rumah jabatannya, Kamis (25/4/2024)/Pemkot Palu

Palu

Wali Kota Palu Terima Kunjungan JOCA Bahas Mitigasi Bencana
Bahas tawuran mahasiswa Rektor Untad temui Kapolresta Palu, Selasa (13/6/2023)/Ist

Palu

Bahas Kasus Tawuran Mahasiswa Bersama Kapolresta Palu, Rektor Untad Singgung Doktrin Senior
Rukly Chahyadi/Ist

Palu

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi di Kasus Pengeroyokan Mahasiswa Teknik Geologi Untad