Ia menambahkan bahwa kehadiran relawan bukan hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi sahabat bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit pascabencana.
“Kami ingin memastikan warga tidak merasa sendiri. Semangat gotong royong dan kepedulian harus terus dijaga. Kami berharap masyarakat tetap kuat, saling mendukung, dan yakin bahwa kondisi akan segera pulih,” ungkapnya.
Kegiatan trauma healing, penyaluran bantuan, serta pembukaan dapur umum menjadi bagian dari upaya PSI Peduli dalam membantu percepatan pemulihan masyarakat Lembantongoa.
Dengan pendekatan yang menyentuh kebutuhan fisik maupun psikologis penyintas, diharapkan warga, khususnya anak-anak, dapat bangkit kembali dan menjalani aktivitas dengan lebih tenang setelah bencana gempa yang mengguncang wilayah tersebut.
(Red)














