HARIANSULTENG.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah (Sulteng).
Berdasarkan analisis Fire Danger Rating System (FDRS), menunjukkan besarnya intensitas api jika terjadi kebakaran hutan di seluruh wilayah Sulteng selama 7 hari ke depan mulai 4-10 Agustus 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Palu, Taufiq Hidayah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
“Dilarang keras membakar lahan, semak belukar atau sampah dalam kondisi kering dan berangin. Jika terpaksa untuk keperluan tertentu, lakukan dengan pengawasan dan siapkan alat pemadam sederhana,” ujar Taufiq melalui keterangan resmi, Selasa (4/8/2026).
Taufiq juga meminta warga untuk segera melapor bila melihat adanya asap atau api di sekitar permukiman atau kawasan hutan.
“Bersihkan lingkungan dari bahan mudah terbakar. Jaga sumber air, serta ikuti arahan dari petugas dan pemerintah,” imbuh Taufiq.
Selain itu, pihaknya mengajak pemerintah untuk menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, mulai dari aktivitas posko siaga, patroli terpadu, hingga kesiapan kebutuhan pemadaman.
“Kami sangat berharap semua pihak dapat bekerja sama dan bergerak cepat dalam menghadapi potensi karhutla ini,” pungkasnya.
(Red)














