Home / Palu

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:24 WIB

Komnas HAM Gencar Kritik Tambang Poboya, Advokat Rakyat Ingatkan Hak Masyarakat Adat

Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulteng di Jalan Suprapto, Palu. (Sumber: Fandy/hariansulteng.com)

Kantor Perwakilan Komnas HAM Sulteng di Jalan Suprapto, Palu. (Sumber: Fandy/hariansulteng.com)

Ia menambahkan, dalam konteks konflik sumber daya alam, persepsi publik memiliki dampak besar terhadap stabilitas sosial.

Ketika masyarakat merasa tidak didengar, potensi gesekan akan semakin terbuka. Oleh karena itu, ia mendorong agar Komnas HAM Sulteng mengedepankan dialog dan mediasi yang adil.

Meski melontarkan kritik, Agussalim mengaku masih menaruh kepercayaan terhadap independensi Komnas HAM.

Ia meyakini ruang keberpihakan lembaga tersebut kepada Dewan Adat dan penambang rakyat Poboya masih terbuka.

“Sebagai advokat rakyat Sulawesi Tengah, saya percaya ruang keberpihakan Komnas HAM kepada Dewan Adat dan penambang rakyat Poboya masih besar. Bicara win-win solution lebih bijak dibanding melakukan sorotan,” tandasnya.

Baca juga  Kapolresta Palu Berganti, Upacara Pedang Pora Sambut Kedatangan Kombes Deny Abrahams

Sorotan terhadap tambang Poboya sebelumnya memicu perdebatan publik, terutama terkait aspek legalitas, lingkungan, dan hak masyarakat adat.

Aktivitas tambang rakyat dianggap menjadi sumber ekonomi yang nyata bagi warga. Di sisi lain, muncul kekhawatiran atas dampak lingkungan dan tata kelola pertambangan yang belum sepenuhnya tertata.

Situasi ini menempatkan Komnas HAM pada posisi strategis untuk menjembatani kepentingan berbagai pihak.

Pendekatan berbasis hak asasi manusia dinilai perlu mempertimbangkan hak hidup layak, hak atas pekerjaan, serta hak masyarakat adat atas tanah ulayat.

Baca juga  Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Palu, Tersangka Peragakan 34 Adegan

Ke depan, dialog antara pemerintah daerah, Komnas HAM, Dewan Adat, perusahaan pemegang konsesi, dan perwakilan penambang rakyat menjadi opsi yang dinilai paling rasional untuk meredam potensi konflik.

Agussalim menegaskan, masyarakat tidak menolak pengawasan. Namun, mereka menuntut keadilan dan pengakuan atas sejarah panjang pengelolaan wilayah tersebut.

“Solusi yang adil akan lebih diterima dibanding pendekatan yang hanya menyoroti persoalan tanpa menghadirkan jalan keluar,” pungkasnya.

(Red)

Share :

Baca Juga

Sekjen PB Alkhairaat, Djamaluddin Mariadjang (kiri)/Ist

Palu

PB Alkhairaat Minta Kasus Penghinaan ke Guru Tua Jangan Ditunggangi Isu Lain
Sekretariat MM Untad kosong saat didatangi untuk meminta konfirmasi terkait penundaan pemilihan presma, Senin (6/6/2022)/hariansulteng

Palu

Heboh Pemilihan Presma Untad Dua Kali Ditunda, Sekretariat Majelis Mahasiswa Kosong
Kabinda Sulteng, Brigjen TNI Arman Dahlan memastikan pelaksanaan ibadah Natal di wilayahnya berlangsung aman, Minggu (25/12/2022)/Ist

Palu

Tinjau Sejumlah Gereja di Palu, Kabinda Sulteng Pastikan Pelaksanaan Ibadah Natal Aman
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Gorontalo, Senin (16/10/2023)/Pemkot Palu

Palu

Pemkot Gorontalo Terima Kunjungan Wali Kota Palu
Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Teknik Untad kembali terlibat tawuran, Kamis (8/6/2023)/hariansulteng

Palu

Polisi Amankan 4 Mahasiswa Buntut Tawuran Fakultas Teknik vs Kehutanan Untad
Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho melepas ribuan peserta Bhayangkara Silaturahmi Otomotif, Sabtu (29/6/2024)/Ist

Olahraga

Kapolda Sulteng Lepas Ribuan Peserta Bhayangkara Silaturahmi Otomotif
Polisi lakukan pengamanan pelaksanaan debat kedua Pilgub Sulteng 2024, Senin (4/11/2024)/Ist

Palu

Polisi Imbau Pendukung Setop Sebarkan Video Ketegangan Cudy-Ahmad Ali saat Debat Pilgub Sulteng
Ketua AMSI Sulteng, Muhammad Iqbal/Ist

Palu

Kecam Aksi Begal Payudara di Hutan Kota, AMSI Sulteng Desak Polisi dan Pemkot Palu Bertindak