Home / Palu

Jumat, 17 Januari 2025 - 22:21 WIB

Dinilai Merusak Akidah, Massa Umat Islam Demo Tolak Festival Persahabatan Palu

Sekelompok massa mengatasnamakan 'Aliansi Jaga Aqidah' menggelar aksi demonstrasi menolak rencana Festival Persahabatan Palu, Jumat (17/01/2025)/Ist

Sekelompok massa mengatasnamakan 'Aliansi Jaga Aqidah' menggelar aksi demonstrasi menolak rencana Festival Persahabatan Palu, Jumat (17/01/2025)/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Sekelompok massa mengatasnamakan ‘Aliansi Jaga Aqidah’ menggelar aksi demonstrasi menolak rencana Festival Persahabatan Palu, Jumat (17/01/2025).

Festival ini rencananya digelar di Lapangan Vatulemo Palu pada 30 Januari-2 Februari 2025 dengan menghadirkan Peter Youngren, pendiri sebuah organisasi Kristen internasional.

Massa aksi menilai kegiatan itu berpotensi mengganggu harmoni keagamaan dan dapat merusak aqidah umat Islam.

“Kami menolak pelaksanaan Festival Persahabatan Palu 2025 dan meminta untuk mencabut baliho festival yang tersebar di berbagai titik di Kota Palu,” ujar koordinator aksi Ari Fachri, saat unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Palu.

Baca juga  Mudahkan Warga, ATR/BPN Palu Kenalkan Beragam Layanan Elektronik Pertanahan

Ari mengatakan, menilai promosi festival sangat berlebihan dan mengancam toleransi umat beragama di Sulawesi Tengah.

Perwakilan masa aksi lainnya, Ustaz Hartono menyatakan kegiatan itu merupakan ancaman bagi keberlangsungan toleransi di Sulawesi Tengah. Mereka meminta agar pemerintah lebih tegas dalam menyikapi kegiatan serupa di masa mendatang.

Kegiatan Festival Persahabatan saat ini menuai polemik di masyarakat. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Palu meminta agar penyelenggara Festival Persahabatan Palu agar meninjau kembali tempat pelaksanaannya.

“Dari berbagai referensi, kami dapatkan info kalau Peter ini ternyata seorang tokoh agama yang melakukan pengobatan dengan pendekatan agama. Olehnya itu, kami minta agar tempat pelaksanaan boleh di Kota Palu, tapi jangan di lapangan fasilitas publik,” kata Ketua Pimpinan Daerah Kota Palu, Muh Yunus Gaffar S, Ahad (12/01/2025.

Baca juga  Jakob Minta Maaf soal Klaim Organisasi Keagamaan Dukung Festival Persahabatan Palu

Imbauan yang sama juga disampaikan Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sulawesi Tengah (FKUB Sulteng).

“Kami menyarankan agar kegiatan ini dilaksanakan di tempat yang lebih tertutup, seperti Lapangan Gelora Bumi Kaktus (GBK), Lapangan Mako Brimob Petobo, atau lapangan lainnya yang lebih terkontrol,” kata Ketua FKUB Sulteng, Zainal Abidin di Palu, Senin (13/01/2025).

(Fat)

Share :

Baca Juga

Direktur Rubalang, Moh Tofan Saputra jadi pembicara di Festival Media Hijau, Senin (11/12/2023)/hariansulteng

Palu

Direktur Rubalang di Festival Media Hijau: Manusia Sedang Meniti Jalan Menuju Kepunahan
Ekshumasi dan autopsi jenazah Muh Mughni Syakur berlangsung kurang lebih selama 3 jam, Senin (5/2/2024)/hariansulteng

Palu

Jasad Mughni Syakur Selesai Diautopsi, Polda Sulteng Pastikan Proses Hukum Terus Berjalan
Ilustrasi/Ist

Palu

Dinilai Kurang Profesional, Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Undata Palu
Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo secara resmi menutup ajang Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) XXVII tingkat Kota Palu, Rabu (6/11/2024)/Pemkot Palu

Palu

STQH XXVII Tingkat Kota Palu Resmi Ditutup, Sekkot Irmayanti: Mari Wujudkan Kebersamaan
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid melakukan sesi wawancara dengan salah satu stasiun televisi nasional/Pemkot Palu

Palu

Pemkot Canangkan Palu Sport Event Jadi Agenda Tahunan
Sekkot Palu, Irmayanti Pettalolo mengikuti rapat secara zoom meeting terkait jadwal pelantikan kepala daerah hasil Pilkada 2024, Senin (03/02/2025)/Pemkot Palu

Palu

Sekkot Palu Ikuti Zoom Meeting Bersama Mendagri Bahas Jadwal Pelantikan Kepala Daerah
Ketua LPM Poboya, Herman Pandejori/hariansulteng

Palu

Tuntut Penyelesaian Konflik Tambang, Warga Poboya Palu Bakal Demo Gubernur Rusdy Mastura
AMSI Sulteng bekerja sama dengan Donggi Senoro DSLNG mengadakan kegiatan Klinik Artificial Intelligence (AI) untuk redaksi/Ist

Palu

Pertama di Sulteng, AMSI Sulteng-DSLNG Gelar ‘Klinik AI’ untuk Redaksi