Di satu sisi sikap CPM kontraproduktif, ditambah lagi dengan tidak menghargai keberadaan tanah ulayat warga Poboya.
“Apanya mau ditertibkan? Warga menambang di tanah leluhur mereka sendiri kok. Banyak warga yang belum dibebaskan tanahnya sampai hari ini,” sorot Agus.
Untuk itu, CPM jangan gegabah imbau Agus. Kalau melakukan penertiban, selesaikan dulu masalahnya dengan warga Poboya.
“Kami menambang di tanah sendiri. Kenapa harus kami diusir,” tegasnya mempertanyakan.
(Red)














