Home / Sulteng

Selasa, 19 April 2022 - 10:57 WIB

Barantan Kawal 12 Bahan Pokok di Sulawesi

Kementan saat kunjungi pasar sentral di Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk meninjau stabilisasi bahan pokok pangan

Kementan saat kunjungi pasar sentral di Kota Palu, Sulawesi Tengah untuk meninjau stabilisasi bahan pokok pangan

HARIANSULTENG.COM,PALU– Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa, seluruh jajarannya bersama pemerintah daerah se provinsi di Indonesia untuk melakukan pengawalan dan monitoring ketersediaan pangan dan harga 12 bahan pokok.

Dengan permintaan itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) bersama dengan empat jajaran tinggi pratama di lingkup kantor pusat Barantan dan seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis Karantina Pertanian di Pulau Sulawesi turun langsung ke lapangan.

Mereka mengawal ketersediaan serta harga 12 bahan pangan pokok di Pulau Sulawesi.

Selain untuk menjamin ketersediaan bahan pangan pokok selama ramadan dan Idul Fitri, jajaran Barantan juga menjamin kesehatan dan keamanan serta kelancaran distribusi bahan pangan.

Baca juga  BMKG Ingatkan Waspada Hujan Deras dan Angin Kencang di Sulteng Hari Ini

Sebagai informasi, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, AM Adnan menjadi penanggung jawab program yang sama di Provinsi Sulawesi Utara.

Sekretaris Barantan, Wisnu Haryana menjadi penanggung jawab Provinsi Gorontalo.

Sementara itu, Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wisesa Putra mengawal dan melakukan monitoring ketersediaan dan harga bahan pangan pokok di Sulawesi Barat.

Saat ini juga hingga masa libur lebaran nanti, Kementan terus memonitor harga dan ketersediaan bahan pangan pokok di 34 provinsi setiap minggunya.

Dengan program itu akan didapat data, sehingga jika diperlukan langkah intervensi dalam pendistribusian satu komoditas dari daerah surplus ke daerah defisit dapat dilakukan.

Baca juga  Resmi Terbentuk, Puluhan Kelompok Relawan Dukung Ahmad Ali Maju Pilgub Sulteng 2024

Ketersediaan bahan pangan dan kestabilan harga ke12 bahan pokok menjadi akhir dari tujuan program itu.

Sebagai antisipasi lonjakan harga, Kepala Barantan, Bambang mendorong para pihak untuk menggelar kegiatan Gelar Pangan Murah (GPM) di Sulawesi Tenggara.

Katanya, GPM bisa menjadi salah satu cara untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga.

“Selain itu, melalui GPM, masyarakat juga dapat mengakses bahan pangan pokok berkualitas dengan harga terjangkau,” pungkas Bambang, selaku penanggung jawab stabilisasi pangan wilayah Sulawesi.

Share :

Baca Juga

5 hektare lahan perkebunan di Desa Ondo-Ondolu Banggai terendam banjir, Rabu (10/7/2024)/Ist

Banggai

5 Hektare Lahan Perkebunan di Desa Ondo-Ondolu Banggai Terendam Banjir
6 bakal calon rektor Untad periode 2023 - 2027/Ist

Sulteng

Masuk Tahap Penyampaian Visi Misi, Senat Bakal Tetapkan 3 Calon Rektor Untad Besok
Logo Musyawarah Nasional KAHMI ke XI di Sulawesi Tengah

Sulteng

6 Ribu Orang Akan Banjiri Munas XI KAHMI di Sulteng, Jokowi dan Mahruf Amin Direncanakan Datang
Mantan Ketua DPW NasDem Sulteng, Atha Mahmud (kanan) kenakan seragam Perindo/Facebook Abdi Losulangi

Sulteng

Perindo Bakal Gelar Konferensi Pers soal Kabar Bergabungnya Mantan Ketua DPW NasDem Sulteng
Anggota DPRD Sulteng, Moh Faizal Lahadja menjadi pembicara dalam kegiatan diskusi yang diselenggarakan oleh pemuda dan mahasiswa asal Tolitoli di Kota Palu, Sabtu malam (20/7/2024)/hariansulteng

Palu

Diskusi Malam Minggu, Faizal Lahadja Dengar Keluhan Pemuda dan Mahasiswa Perantau Asal Tolitoli
AJI Palu usung konsep eco friendly di acara Konferta IX AJI Palu/Ist

Palu

Konferta IX AJI Palu Usung Konsep Eco Friendly, Panitia Anjurkan Peserta Bawa Tumbler
Magdalene menggelar pelatihan "Perubahan Narasi Gender di Media Lewat Jurnalisme Konstruktif", Jumat (10/2/2023)/hariansulteng

Palu

Narasumber Perempuan Minim dalam Pemberitaan Media, Magdalene Beri 2 Usulan ke AJI Palu
Pekerja PT IMIP sesaki Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Oktober 2024/hariansulteng

Morowali

Kesaksian Buruh dan Potret Buram Industri Nikel di Morowali