HARIANSULTENG.COM – Masalah pemotongan dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat belakangan memicu protes luas di berbagai daerah.
Setelah Kalimantan Timur dan DKI Jakarta, kini sengkarut dana bagi hasil (DBH) juga digugat masyarakat Sulawesi Tengah (Sulteng).
Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat sipil rencananya turun ke jalan melakukan aksi galang 1.000 rupiah, Selasa (8/9/2026) besok.
Mereka terdiri dari Pengurus Pusat Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA), Aliansi Mahasiswa se-Kota Palu, Kelompok Perempuan Talise, jurnalis, hingga masyarakat Kabupaten Sigi.
Ketua HPA, Ashar Yahya menyebut aksi menggalang uang koin senilai 1.000 rupiah bukan sekadar gagasan faktual.
“Ada kritik satire pada elite politik yang sudah dipercaya menjadi wakil rakyat Sulteng di DPR RI tapi gagal memperjuangkan hak fiskal,” ujarnya, Senin (7/92026).
Ashar menambahkan, aksi yang akan mereka lalukan bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Dengan kumpulan koin 1.000 rupiah semoga bisa menambah kekuatan dan keberanian wakil rakyat asal Sulteng di Senayan,” ucapnya.
HPA menyambut dan memberi apresiasi semua elemen dengan kekayaan dan kemampuan gerakan semua kecewa atas angka DBH.
“Belum lagi polemik Kepmen ESDM 157/2026. Harus dilawan. Kita juga bisa melawan kalau benar,’’ pungkas Ashar.
(Red)














