Home / Sulteng

Senin, 22 Desember 2025 - 13:13 WIB

Ironi Anwar Hafid: Geram Pohon Depan Rujab Ditebang, Ribuan Hektare di Morowali Terlupakan?

Anwar Hafid geram atas penebangan sebatang pohon di depan Rujab Gubernur Sulteng, Jalan Prof Moh Yamin, Kota Palu. (Foto: Istimewa)

Anwar Hafid geram atas penebangan sebatang pohon di depan Rujab Gubernur Sulteng, Jalan Prof Moh Yamin, Kota Palu. (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid baru-baru ini menunjukkan kemarahan secara terbuka setelah mengetahui penebangan satu pohon di depan rumah jabatannya.

Reaksi keras itu langsung disampaikan Anwar Hafid dengan memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas siapa pun pihak yang bertanggung jawab.

“Tolong cari siapa yang menebang pohon depan rujab. Siapa pun pelakunya, apakah Balai Jalan, PLN, atau pihak lain, wajib mengganti. Ini tidak bisa ditolerir,” tegas Anwar, Jumat (19/12/2025).

Sikap tegas tersebut menuai beragam respons publik. Sebagian pihak memuji kepedulian dan empati Anwar Hafid terhadap lingkungan.

Namun, tidak sedikit pula yang justru menyoroti kontradiksi sikap itu dengan rekam jejak kebijakan lingkungan semasa dirinya menjabat bupati Morowali.

Pasalnya, saat menjadi orang nomor satu di Morowali selama dua periode sejak 2007 hingga 2018. Anwar Hafid menikmati kewenangan penuh menerbitkan izin tambang selama sekitar tujuh tahun lamanya.

Baca juga  Beda Keterangan CPM soal Aktivitas Ilegal AKM di Poboya

Sepanjang periode tersebut, aktivitas industri ekstraktif berkembang pesat dan berdampak signifikan terhadap kawasan hutan.

Merujuk data Global Forest Watch, Morowali kehilangan 100 ribu hektare tutupan pohon selama kepemimpinan Anwar Hafid.

Dari angka tersebut, 58 ribu hektare di antaranya merupakan hutan primer basah yang mustahil tumbuh dalam waktu singkat.

Kondisi ini selaras dengan derasnya penerbitan usaha jasa pertambangan (IUP) Bumi Tepe Asa Maroso, julukan Kabupaten Morowali.

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) mencatat terjadi lonjakan jumlah IUP pada masa Anwar Hafid dari awalnya 120 IUP membengkak menjadi 183 IUP.

Baca juga  Kapolda-Gubernur Sulteng Cek Pos Pelayanan dan Pengamanan Idulfitri di Kota Palu

Koordinator Jatam Sulteng, Moh Taufik menilai kemarahan gubernur seharusnya tidak berhenti pada penebangan satu pohon di depan rumah jabatan.

“Kemarahan itu semestinya juga ditujukan pada pembabatan hutan secara masif akibat aktivitas tambang. Penebangan pohon dalam skala besar ini justru berpotensi menimbulkan bencana,” ujar Taufik, Minggu (21/12/2025).

Ia menambahkan, deretan bencana ekologis yang selama ini terjadi di Morowali dan sekitarnya tidak lepas dari imbas hilangnya tutupan hutan.

“Kami menilai berbagai bencana ekologis yang terjadi merupakan dampak langsung dari hilangnya kawasan hutan yang dirambah untuk kepentingan pertambangan,” kata Taufik.

Redaksi sudah berulang kali menghubungi Anwar Hafid terkait kontradiksi sikapnya tersebut, tapi tak mendapat respons hingga berita ini terbit.

(Red)

Share :

Baca Juga

Abdul Karim Aljufri terima rekomendasi PKB maju Pilgub Sulteng 2024/Instagram @bang.aka_

Sulteng

Tak Usung Kader Sendiri di Pilgub Sulteng, PKB Jatuhkan Pilihan ke Ahmad Ali-Abdul Karim Aljufri
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, bersama tim kembali melaksanakan kegiatan Silaturahim Ramadan, Rabu malam (19/03/2025)/Pemkot Palu

Palu

Silaturahim Ramadan, Wali Kota Hadianto Rasyid Ungkap Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Polres Tolitoli berhasil menangkap pelaku pencabulan yang ternyata ayahnya sendiri/istimewa

Tolitoli

Bejat, Seorang Ayah di Tolitoli Setubuhi Anak Kandung Sendiri
Brimob Polda Sulteng terus mengerahkan personel untuk membantu korban banjir di Desa Bunta, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Selasa (08/04/2025)/Ist

Morowali Utara

Ringankan Beban Warga, Brimob Bantu Korban Terdampak Banjir di Morowali Utara
Polresta Palu menggelar rapat koordinasi jelang pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2024, Kamis (28/4/2024)/Ist

Palu

Polresta Palu Gelar Rapat Bahas Persiapan Pengamanan Idulfitri 1445 H
Ekspedisi Poso selama dua pekan melakukan perjalanan ke 19 titik dari 24 titik situs geologi dan arkeologi/Ist

Poso

Perjalanan Tim Ekspedisi Poso Telusuri Situs Warisan Geologi Menuju Geopark Poso
Mahasiswa Untad berdialog dengan Wamen LHK, Alue Dohong soal aktivitas tambang ilegal, Kamis (10/3/2022)/hariansulteng

Palu

Di Hadapan Wakil Menteri LHK, Mahasiswa Untad Singgung Masalah Tambang Ilegal Dongi-Dongi
Ilustrasi pelaku kejahatan/Ist

Palu

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pria Difabel di Jalan Setia Budi Palu