Home / Parigi Moutong / Poso

Jumat, 31 Desember 2021 - 00:23 WIB

7 Teroris MIT Tewas Akibat Kontak Tembak Sepanjang 2021, Mayoritas di Parigi Moutong

Brigjen TNI Farid Makruf bersama anggotanya memburu teroris MIT di wilayah Poso, Sigi dan Parigi Moutong/Ist

Brigjen TNI Farid Makruf bersama anggotanya memburu teroris MIT di wilayah Poso, Sigi dan Parigi Moutong/Ist

HARIANSULTENG.COM – Aparat TNI-Polri tergabung dalam operasi Madago Raya masih terus memburu daftar pencarian orang (DPO) teroris di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Para DPO tersebut merupakan sisa-sisa kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Operasi pengejaran dilakukan mencakup di tiga wilayah, yakni Kabupaten Poso, Sigi dan Parigi Moutong.

Data dihimpun HarianSulteng.com, 7 anggota MIT dilaporkan tewas akibat kontak tembak sejak Januari-Desember 2021.

Parigi Moutong menjadi daerah paling sering terjadi kontak tembak antara Satgas Madago Raya dengan MIT.

Kontak tembak pertama terjadi pada 1 Maret 2021 di Pegunungan Andole, Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso.

Dalam insiden itu, pasukan TNI-Polri berhasil menembak mati dua anggota MIT, yakni Khairul alias Irul alias Aslam dan Alvin alias Adam alias Mus’ab alias Alvin Anshori.

Dari pihak aparat, seorang anggota TNI bernama Praka Dedi Irawan gugur setelah mengalami luka tembak di bagian perut.

Dengan tewasnya Khairul dan Alvin, kelompok MIT pimpinan Ali Kalora tersisa sembilan orang.

Satgas Madago Raya kala itu masih di bawah komando Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Irjen Abdul Rakhman Baso.

Empat bulan setelah itu, dua peristiwa kontak tembak kembali pecah dalam kurun waktu kurang dalam sepekan pada Juli 2021.

Baca juga  Soroti Perbedaan Identitas Teroris MIT yang Tewas, Akademisi: Mabes Polri Terlalu Terburu-buru

Kontak tembak pertama terjadi pada 11 Juli 2021 di waktu subuh sekitar pukul 03.00 Wita dini hari.

Prajurit TNI berhasil menembak mati dua teroris MIT termasuk satu pentolan mereka yaitu Qatar alias Farel alias Anas.

Selain Ali Kalora, Qatar juga diketahui berperan sebagai pimpinan lain di tubuh kelompok MIT.

Adapun satu anggota MIT lainnya yang tewas yakni Rukli.

Keduanya tewas diberondong peluru saat tengah beristirahat di camp persembunyian di Pegunungan Batu Tiga, Desa Tanah Lanto, Kabupaten Parigi Moutong.

Enam hari pasca tewasnya Qatar dan Rukli, Satgas Madago Raya kembali berhasil menembak mati seorang anggota MIT bernama Abu Alim alias Ambo.

Sama seperti Qatar dan Rukli, Ambo tewas saat kontak tembak di Desa Tanah Lanto, Kecamatan Sausu, Parigi Moutong.

Tewasnya Ambo menjadi pencapaian terakhir Kapolda Sulteng, Irjen Abdul Rakhman Baso sebagai penanggungjawab operasi.

Polisi kelahiran 1963 itu dimutasi menjadi Patikorbrimob Polri dalam rangka pensiun dan digantikan Irjen Rudy Sufahriadi.

Sejak dilantik sebagai Kapolda Sulteng pada 31 Agustus 2021, Irjen Rudy otomatis bertindak sebagai pemimpin baru operasi pengejaran sisa-sisa kelompok MIT.

Namun Sulawesi Tengah diketahui bukan daerah asing lagi bagi jenderal bintang dua tersebut

Baca juga  Bocah Hanyut di Sungai Desa Lambunu Parimo Ditemukan Meninggal Dunia

Dalam karirnya di kepolisian, polisi berpostur tinggi besar itu pernah menjabat Kapolres Poso 2005-2007 dan Kapolda Sulawesi Tengah 2016-2018.

Saat masih berpangkat bintang satu atau brigadir jenderal (brigjen), ia pernah memimpin perburuan kelompok MIT ketika operasi masih bersandi Tinombala.

Sehingga ini merupakan kali kedua Irjen Rudy Sufahriadi menjadi orang nomor satu di Polda Sulawesi Tengah.

Sehari usai dilantik pada 31 Agustus 2021, Irjen Rudy bertolak ke Palu dan baru mengunjungi Pos Operasi Madago Raya di Poso pada 10 September 2021.

Satgas Madago Raya terakhir terlibat kontak tembak dengan MIT di Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (18/9/2021) pukul 18.15 Wita.

Peristiwa ini merupakan paling teranyar karena berhasil menewaskan pimpinan utama MIT, Ali Kalora bersama satu anggotanya Jaka Ramadhan.

Ali Kalora menjadi target utama operasi sejak 2016 pascatewasnya Santoso alias Abu Wardah, pimpinan MIT sebelumnya.

Dengan tewasnya Ali Kalora bersama Jaka Ramadhan, kelompok teroris MIT diketahui tersisa empat orang.

Mereka adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae Alias Galuh alias Mukhlas, Suhardin alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang. (Rjb)

Share :

Baca Juga

Polisi mengagalkan peredaran rokok ilegal di wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo)/Ist

Parigi Moutong

Rugikan Negara, Polres Parimo Amankan Puluhan Ribu Rokok Ilegal
Ahmad Ali melakukan kampanye dialogis di Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo, Senin (7/10/2024)/Ist

Parigi Moutong

Ahmad Ali Rencana Bangun Sekolah Vokasi Perikanan di Parigi Moutong
Peluncuran logo festival Danau Poso di kampung nelayan/ istimewa Biro Administrasi Pimpinan

Poso

Sambut Festival Danau Poso Tahun 2022, Pemrov Sulteng Bangun Jalan Hingga Infrastruktur Pariwisata
UIN Datokarama menggelar seminar nasional bertajuk "Terorisme, Antara Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia", Minggu (28/11/2021)/hariansulteng

Poso

Gelar Penelitian Terorisme di Poso, UIN Datokarama Catat 3 Kali Warga Demo soal Dugaan Salah Tembak
Sisa kelompok teroris MIT/Ist

Parigi Moutong

BREAKING NEWS: Satgas Madago Raya Kembali Kontak Tembak dengan Teroris MIT di Parimo
Bakal calon gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Ahmad Ali melakukan safari ke pemuka agama gereja di Parimo/Ist

Parigi Moutong

Kunjungi Pemuka Agama Gereja di Parimo, Ahmad Ali: Sulteng Bisa Jadi Simpul Toleransi Indonesia
Petugas melakukan evakuasi terhadap warga terdampak banjir bandang di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Jumat (29/7/2022)/Ist

Parigi Moutong

4 Korban Banjir Bandang di Torue Belum Ditemukan, Satu di Antaranya Balita 2 Tahun
Kondisi truk yang mengalami kecelakaan di kilometer 12 Jalur Kebun Kopi, Sabtu (26/3/2022)/Ist

Parigi Moutong

Truk Muatan 12 Ton Pupuk Tabrak Tebing Gegara Rem Blong di Jalur Kebun Kopi