Home / Palu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Tiga Mahasiswa Teknik Untad Diduga Dianiaya Senior, Korban Lapor Polisi

Ilusrasi penganiayaan/Ist

Ilusrasi penganiayaan/Ist

HARIANSULTENG.COM, PALU – Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tadulako (Untad) menjadi korban dugaan pengeroyokan di lingkungan kampus oleh para seniornya.

Peristiwa yang terjadi pada 6 Oktober 2026 itu telah dilaporkan ke Polresta Palu dengan nomor laporan LP/B/1196/X/2026/SPKT/Polresta Palu.

Kuasa hukum korban, Jonathan Salam, mengatakan kasus tersebut bukan hanya dugaan kekerasan fisik dan verbal, tetapi disertai indikasi pelecehan.

Jonathan menuturkan, kejadian bermula saat ketiga korban mengikuti perkuliahan yang diampu seorang dosen berinisial FR.

Saat proses perkuliahan berlangsung, ketiganya diketahui menggunakan telepon seluler sehingga membuat sang dosen tersinggung.

Baca juga  Dies Natalis FISIP Untad, Peserta Expo Unjuk Kebolehan Racik Kopi untuk Rektor Mahfudz

“Ketiga mahasiswa ini kemudian meminta maaf kepada dosen tersebut. Namun, dosen mereka tidak langsung memaafkan,” katanya, Rabu (7/9/2026).

Persoalan kemudian berkembang setelah sejumlah senior dari Himpunan Arsitektur diduga ikut menangani persoalan tersebut.

Ketiga mahasiswa mengaku dipanggil seniornya ke Sekretariat Himpunan Mahasiswa Arsitektur. Salah satu korban berinisial KN mengaku dipukul dan ditendang.

KN bilang tangannya juga disulut menggunakan rokok. Bahkan, ia dipaksa melepaskan pakaiannya hingga menyisakan pakaian dalam.

Baca juga  Pererat Silaturahmi, IKA Teknik Untad Gelar Buka Puasa Bersama 1.000 Anak Yatim

Perlakuan senada juga dialami dua temannya, yakni HRM dan ZRY. Akibatnya, tubuh para korban mengalami lebam pada beberapa bagian.

“Alasannya para senior melakukan ini karena katanya para korban melakukan kesalahan kepada dosen,” kata Jonathan.

Jonathan menambahkan, ketiga korban akan menjalani visum untuk melengkapi proses penyelidikan.

“Proses hukum harus berlanjut. Aksi perundungan dan kekerasan seperti ini tidak bisa dibenarkan. Kampus seharusnya menjadi tempat mendidik intelektual, bukan menciptakan premanisme,” tegasnya.

(Red)

Share :

Baca Juga

Palu

Petugas Rutan Kelas II A Palu Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba Untuk Napi
Lokasi penemuan mayat lelaki di Jalan Langsat, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu jadi tontonan warga, Senin (20/6/2022) sore/hariansulteng

Palu

Lokasi Penemuan Mayat Lelaki di Drainase Jalan Langsat Palu Jadi Tontonan Warga
Wisuda Universitas Tadulako beberapa waktu lalu/Ist

Palu

Untad Tiadakan Atribut Plakat dan Kalung Wisuda Angkatan 107-108, Ini Penyebabnya
Asisten bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palu, Usman menghadiri acara ramah tamah peringatan HUT ke-13 Kelurahan Pantoloan Boya, Rabu (26/02/2025)/Pemkot Palu

Palu

Asisten Setda Kota Palu Hadiri Ramah Tamah Perayaan HUT ke-13 Kelurahan Poboya
Kantor DPRD Kota Palu/hariansulteng

Palu

35 Caleg Terpilih DPRD Kota Palu 2024-2029, 4 Partai Sapu Bersih Semua Dapil
Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tengah (KPU Sulteng) menggelar coffee morning bersama puluhan jurnalis, Minggu (28/7/2024)/Ist

Palu

KPU Sulteng Gelar Coffee Morning bersama Jurnalis, AJI Palu Ingatkan Media Hati-hati Liput Tim Survei
Koordinator Divisi Teknis Penyelenggara KPU Palu, Iskandar memaparkan aturan mengenai pemasangan APK dan BK, serta menyangkut biaya makan, minum dan transportasi dalam kampanye/Ist

Palu

15 Ruas Jalan di Palu Jadi Lokasi Terlarang Pemasangan APK, KPU Tampung Masukan Peserta Pemilu
Ilustrasi/Ist

Palu

Polisi Selidiki Temuan Mayat Bayi dalam Tas di TPA Kawatuna Palu