Home / Sulteng

Minggu, 27 April 2025 - 00:03 WIB

Temui Gubernur Sulteng, FNPBI Soroti Minimnya Pengawas Ketenagakerjaan di Kawasan Industri Nikel

Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) menemui Gubernur Sulteng, Anwar Hafid untuk beraudiensi, Jumat (25/04/2025)/Ist

Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) menemui Gubernur Sulteng, Anwar Hafid untuk beraudiensi, Jumat (25/04/2025)/Ist

HARIANSULTENG.COM – Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) menemui Gubernur Sulteng, Anwar Hafid untuk beraudiensi, Jumat (25/04/2025).

Dalam pertemuan itu, FNPBI menyampaikan persoalan ketenagakerjaan di kawasan industri Morowali dan Morowali Utara (Morut).

Wakil Ketua FNPBI Sulteng, Rizal mengungkapkan bahwa keterbatasan jumlah tenaga pengawas ketenagakerjaan menjadi salah satu kendala utama dalam melindungi hak-hak buruh.

“Saat ini di Morowali dan Morowali Utara, hanya terdapat beberapa petugas Wasnaker yang harus mengawasi ratusan perusahaan dibeberapa kabupaten/kota. Kondisi ini menyebabkan banyak laporan buruh terlambat diproses dan ditindaklanjuti,” ujar Rizal.

Baca juga  Jelang Ramadan dan Idulfitri, Polda Sulteng Siap Gelar Operasi Keselamatan Tinombala

Selain itu, ia juga menyoroti minimnya akses terhadap Pengadilan Hubungan Industrial (PHI), yang hingga kini hanya tersedia satu di tingkat provinsi, tepatnya di ibu kota.

“Jarak tempuh yang jauh membuat proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial tidak efektif. Ini memperburuk keadaan, terlebih Sulawesi Tengah kini menempati peringkat keempat nasional dalam jumlah kasus perselisihan hubungan kerja (PHK),” katanya menambahkan.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Gubernur Anwar Hafid menyatakan dukungannya terhadap upaya perbaikan sistem ketenagakerjaan di daerah industri.

Ia berkomitmen mengusulkan kepada Mahkamah Agung untuk pembentukan PHI baru di wilayah strategis yang lebih dekat dengan kawasan industri serta mendorong percepatan pembangunan Kantor Wasnaker di Kabupaten Morowali.

Baca juga  2 Karyawan Tewas Terbakar, Komisi VII DPR RI Temukan Banyak Pelanggaran di PT GNI Morut

Komitmen ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki tata kelola ketenagakerjaan di Sulawesi Tengah, yang dalam beberapa tahun terakhir mencatat pertumbuhan kawasan industri namun belum diimbangi dengan perlindungan buruh yang memadai.

FNPBI menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur hukum dan pengawasan ketenagakerjaan harus segera dilakukan agar kawasan industri nasional seperti Morowali tidak hanya menjadi pusat investasi, tetapi juga contoh penegakan hak-hak buruh yang berkeadilan.

(Red)

Share :

Baca Juga

Swiss Belhotel di Jalan Manonda, Kelurahan Silae, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, Sulawesi Tengah/hariansulteng

Palu

Miliki Lisensi Resmi, Swiss Belhotel Palu Adakan Nobar Piala Dunia 2022 Bertabur Promo
Pemkot Bersama Baznas-Kemenag luncurkan Kampung Zakat Kota Palu, Kamis (15/05/2025)/Pemkot Palu

Palu

Pemkot Bersama Baznas-Kemenag Luncurkan Kampung Zakat Kota Palu
Bertemu di Jakarta, Ahmad Ali ajak Hidayat Lamakarate berjuang bersama di Pilgub Sulteng/Ist

Sulteng

Bertemu di Jakarta, Ahmad Ali Ajak Hidayat Lamakarate Berjuang Bersama di Pilgub Sulteng
Ilustrasi gempa bumi

Buol

Gempa M 5,4 Guncang Buol, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Ahmad Ali berfoto selfie bersama masyarakat Desa Sioyong, Kabupaten Donggala di acara Konser Beramal, Sabtu malam (3/8/2024)/Ist

Donggala

Ahmad Ali Dorong Pemekaran Donggala Demi Pelayanan Masyarakat Lebih Baik
Demi membantu memasarkan produk UMKM milik warganya, lurah Kabonena Putra Maharandha Airlangga meluncurkan program Pojok UMKM/istimewa

Palu

Bantu Pasarkan Produk UMKM Warga, Kelurahan Kabonena Luncurkan Program Pojok UMKM
Wapres Ma'ruf Amin tiba di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu dengan menggunakan Pesawat Boeing 737-400, Kamis (6/1/2022)/Ist

Palu

Bertolak ke Palu, Ma’ruf Amin Gunakan Pesawat Boeing 737-400 dan Naik Mobil Mercedes-Benz S600 Guard
Dirresnarkoba Polda Sulteng, Kombes Pribadi Sembiring di acara jumpa pers pengungkapan 20 kg sabu, Selasa (22/04/2025)/hariansulteng

Donggala

Peredaran Narkoba di Donggala Jadi Atensi Polda Sulteng, Lebih Parah dari Tatanga-Kayumalue