Home / Sulteng

Jumat, 29 September 2023 - 15:39 WIB

Srikandi Ganjar Gelar Doa Bersama Peringati 5 Tahun Bencana Gempa-Tsunami Pasigala

Srikandi Ganjar gelar doa Bersama peringati 5 tahun bencana gempa-tsunami Pasigala/Ist

Srikandi Ganjar gelar doa Bersama peringati 5 tahun bencana gempa-tsunami Pasigala/Ist

HARIANSULTENG.COM – 28 September menjadi momentum tak terlupakan bagi warga Sulawesi Tengah (Sulteng).

Tepat 5 tahun lalu atau pada 2018 terjadi bencana gempa magnitudo 7,4 disertai tsunami dan likuifaksi meluluhlantakkan Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala).

Kelompok relawan Ganjar Pranowo, yakni Srikandi Ganjar Sulteng mengajak puluhan warga untuk memperingati lima tahun pasca bencana alam tersebut melalui agenda doa, zikir, dan baca surah yasin bersama.

Kegiatan tersebut digelar di Desa Tondo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Kamis malam (28/9/2023).

Sekretaris Wilayah Srikandi Ganjar Sulteng, Siti Aisyah Amini menjelaskan kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tondo, Kecamatan Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (28/9/23).

Baca juga  Komentari Reaksi Dekanat atas Kritikan BEM, Mahasiswa FEB Untad Heran Nilai Skiripsinya Berubah Jadi E

“Untuk manfaat kegiatan Srikandi Ganjar kali ini itu dia mengajak kembali warga di sini untuk mengingat kisah bagaimana kejadian kemarin yang terjadi di 28 September 2018,” kata Sekretaris Wilayah Srikandi Ganjar Sulteng, Siti Aisyah Amini.

Menurut Aisyah, peringatan lima tahun bencana Pasigala ini bukanlah dimaksudkan untuk membuka duka lama.

Namun, Srikandi Ganjar ingin membangkitkan semangat, meningkatkan aspek spiritual dengan refleksi diri, serta membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Melalui doa bersama kali ini, Srikandi Ganjar juga meminta agar warga terus meningkatkan kepedulian dengan gotong royong, dan bersatu untuk menghadapi kondisi yang sulit.

“Karena di sini kami membuat kegiatan itu supaya lebih mempererat silaturahmi dengan mengingat kemarin kejadian gempa kemarin. Terus selain itu juga intinya mendekatkan lah mendekatkan kepada Allah SWT meminta perlindungannya sehingga jangan sampai (bencana) terulang,” imbuhnya.

Baca juga  PKS Minta Polisi Tidak Represif Saat Kawal Demonstrasi Mahasiswa di DPRD Sulteng Besok

Diketahui, berdasarkan data Pusat Data Informasi Bencana (Pusdatina) dan Surat Keputusan Gubernur Sulawesi Tengah Nomor 360/006/BPBD-G.ST/2019 bencana Pasigala 28 November 2018 itu menelan 4.340 jiwa korban meninggal dan hilang.

Kemudian, terdapat 40.085 bangunan rumah rusak ringan, 26.122 rusak sedang, 29.771 rusak berat, dan 4.050 rumah yang dinyatakan hilang akibat gempa bumi, tsunami dan likuefaksi.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut adalah bentuk sosialisasi bakal calon presiden Ganjar Pranowo yang akan maju pada kontestasi pemilu 2024 kepada warga. (Jmr)

Share :

Baca Juga

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari/hariansulteng

Sulteng

Hari ke-13 Operasi Patuh Tinombala di Sulteng: Ada 31 Kecelakaan, 11 Orang Meninggal Dunia
Ilustrasi gempa bumi

Buol

Subduksi Lempeng Laut Sulawesi Picu Gempa M5,2 di Buol, BMKG Imbau Warga Jauhi Bangunan Retak
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid, Memberikan arahan dalam pertemuan kepala sekolah dan guru bersama PT Sampoerna Kamis (13/4/2023)/Pemkot Palu

Palu

Gandeng PT Sampoerna, Pemkot Palu Lanjutkan Program Magang Guru dan Kepala Sekolah
Masjid Agung Baiturrahim Lolu/hariansulteng

Palu

Bisa Tampung Lebih dari Seribu Jamaah, Masjid Raya Palu Siap Gelar Salat Idulfitri
Risharyudi Triwibowo. (Foto: Istimewa)

Sulteng

Wasekjen PKB Imbau Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Penyakit ‘Demam Keong’ di Sulteng
Ilustrasi gempa bumi

Palu

Selang 3 Hari, Palu Kembali Diguncang Gempa Saat Tengah Malam
Alat berat berada di lokasi PETI yang berada dalam kawasan hutan hulu sungai Taopa. (Foto: Istimewa)

Parigi Moutong

Dishut Sulteng Pastikan Penertiban PETI Taopa Terus Berlanjut
Viral pria mengaku nabi di Sulawesi Tengah/Ist

Palu

Polisi Lidik Keberadaan Pria Mengaku Nabi di Watusampu Palu