Home / Sulteng

Senin, 8 Mei 2023 - 10:45 WIB

Prodi Ekonomi Manajemen Raih Peminat Terbanyak pada Jalur SNBT di Untad

Universitas Tadulako, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah/Ist

Universitas Tadulako, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah/Ist

HARIANSULTENG.COMUniversitas Tadulako (Untad) menggelar serah terima berita acara pelaksanaan ujian tanda mulainya Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), Senin (8/5/2023).

SNBT 2023 di Untad diikuti 7.849 peserta. Adapun pelaksanaan ujian dibagi ke dalam 2 gelombang, yakni pada 8 – 14 Mei 2023 dan dilanjutkan 22 – 29 Mei 2023.

Tahun ini, Ekonomi Manajemen menjadi program studi (prodi) dengan peminat tertinggi sebanyak 1.135 peserta.

Kemudian disusul Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 923 peminat, Pendidikan Dokter 906 peminat dan Teknik Informatika 863 peminat.

Dalam sambutannya, Rektor Untad, Prof Amar merasa bersyukur karena semua pelaksanaan ujian dapat dilaksanakan di kampus.

Baca juga  Unggul 45 Suara, Prof Amar Terpilih Sebagai Rektor Untad Periode 2023-2027

“Jadi kita tidak lagi meminjam atau melakukan kerja sama lagi dengan sekolah-sekolah karena kita juga baru saja mendapat pengadaan komputer kurang lebih 170 unit,” ujar Amar.

Ia menuturkan, tidak semua peserta memilih Untad. Namun, kata Amar, kampus binaannya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan tes SNBT.

“Kita berharap agar pelaksanaan tes SNBT ini semua pihak dapat bekerja sama dengan baik serta mendukung kelancaran tes ini,” ucapnya.

Diketahui, Kemendikbudristek resmi mengganti nama seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai 2023.

Sebelumnya, pemerintah menggunakan nama Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Andi Rusdin mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan 411 pengawas, 25 ruangan dan 455 buah komputer dalam pelaksanaan SNBT.

Baca juga  Untad Sediakan Kuota 2.563 Kursi Mahasiswa Baru Lewat Seleksi Mandiri

Diketahui, Kemendikbudristek resmi mengganti nama seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mulai 2023.

Sebelumnya, pemerintah menggunakan nama Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN).

Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Andi Rusdin mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan 411 pengawas, 25 ruangan dan 455 buah komputer dalam pelaksanaan SNBT.

“Gelombang pertama diikuti 6.775 peserta dengan 14 sesi. Kemudian gelombang kedua dilaksanakan pada 22 – 23 Mei 2023, diikuti sebanyak 1074 peserta dengan 3 sesi tes,” ungkap Andi Rusdin. (Jmr)

Share :

Baca Juga

Plt Kepala Diskominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama. (Foto: hariansulteng.com)

Sulteng

Ulah Satgas BSH Melabeli Produk Jurnalistik di Luar Sepengetahuan Diskominfosantik Sulteng
Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamadjido didampingi Ketua TP-PKK Kota Palu Diah Puspita dan Kadis P2KB Kota Palu Royke Abraham meninjau  pelaksanaan posyandu di Kelurahan Tanamonindi

Palu

Pencegahan Stunting di Kota Palu Melalui Program Posyandu
Forum Mahasiswa Morowali Bersaudara untuk Ahmad Ali mendeklarasikan dukungan di Kantor Banuata, Rabu malam (12/6/2024)/hariansulteng

Palu

Mahasiswa Morowali-Morut soal Sosok Ahmad Ali: Paling Berkontribusi Terhadap Pendidikan di Daerah Kami
Debat kedua Pilkada Kota Palu 2024, Kamis malam (7/11/2024)/hariansulteng

Palu

Debat Publik Kedua, KPU Palu Gencarkan Pendidikan Pemilih Jelang Voting Day Pilkada 2024
Ratusan warga memadati rumah duka Mahmud Ismaun di Kota Palu, Senin (18/7/2022)/hariansulteng

Nasional

Kurun Waktu 5 Bulan, Dua Warga Asal Palu Jadi Korban Pembantaian KKB di Papua
Kuasa hukum rumpun Pong Salamba, Ray Ichtiar Basya/Ist

Morowali

Polemik Sengketa Lahan di Seba-seba, Pong Salamba Sebut Belum Ada Itikad Baik dari PT Vale
Rektor Untad, Prof Amar resmi menutup Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan Untad Cup I, Minggu (12/5/2024)/Ist

Olahraga

Daftar Lengkap Pemenang Kejuaraan Nasional Tenis Lapangan Untad Cup I
Keluarga bocah AR bawa spanduk minta terdakwa pembunuhan dihukum berat/Ist

Palu

Sidang Kasus Pembunuhan Bocah AR, Keluarga Bawa Spanduk Minta Terdakwa Dihukum Berat