HARIANSULTENG.COM, PALU – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Poboya kembali menunjukkan risiko keselamatan yang tinggi.
Sebuah area galian yang dikenal sebagai “lubang monyet” di kawasan Vavolapo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, dilaporkan mengalami longsor, Sabtu malam (7/2/2026).
​Meski material runtuhan menutup area galian, beruntung insiden tidak memakan korban jiwa setelah para penambang berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum kejadian.
Peristiwa ini bermula dari sejumlah pekerja yang sedang melakukan aktivitas penggalian di dalam lubang sedalam kurang lebih 10 meter.
Suasana kerja yang semula normal mendadak berubah mencekam ketika dua orang saksi yang berada di permukaan lubang melihat adanya tanda-tanda bahaya.
Melihat dinding lubang mulai retak, saksi segera memberikan peringatan keras kepada dua penambang yang berada di dasar lubang.
Beruntung, respon cepat para penambang membuahkan hasil. Mereka segera bergegas naik ke permukaan untuk menyelamatkan diri.
“Tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata seorang sumber di lokasi kejadian.
Warga sekitar yang mengetahui adanya longsor sempat berlarian menuju lokasi untuk memastikan tidak ada penampang yang tertimbun.
Sumber menambahkan pada Minggu (8/2/2026), sejumlah aparat dari Polsek Mantikulore mendatangi lokasi kejadian.
Kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan dan memastikan benar-benar tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden di lubang monyet tersebut.
Kasubsi PIDM Humas Polresta Palu, Aiptu I Kadek Aruna membenarkan kejadian longsor di lokasi tambang Poboya dan nihil jatuhnya korban.
(Red)














