Home / Palu

Minggu, 8 Februari 2026 - 23:54 WIB

Lubang Galian PETI di Poboya Longsor, Dua Penambang Selamat

Aparat memasang garis polisi di lokasi longsor PETI Poboya. (Foto: Istimewa)

Aparat memasang garis polisi di lokasi longsor PETI Poboya. (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM, PALU – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Poboya kembali menunjukkan risiko keselamatan yang tinggi.

Sebuah area galian yang dikenal sebagai “lubang monyet” di kawasan Vavolapo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, dilaporkan mengalami longsor, Sabtu malam (7/2/2026).

​Meski material runtuhan menutup area galian, beruntung insiden tidak memakan korban jiwa setelah para penambang berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum kejadian.

Peristiwa ini bermula dari sejumlah pekerja yang sedang melakukan aktivitas penggalian di dalam lubang sedalam kurang lebih 10 meter.

Baca juga  Bertaruh Nyawa Demi Butiran Emas di Tambang Ilegal Poboya

Suasana kerja yang semula normal mendadak berubah mencekam ketika dua orang saksi yang berada di permukaan lubang melihat adanya tanda-tanda bahaya.

Melihat dinding lubang mulai retak, saksi segera memberikan peringatan keras kepada dua penambang yang berada di dasar lubang.

Beruntung, respon cepat para penambang membuahkan hasil. Mereka segera bergegas naik ke permukaan untuk menyelamatkan diri.

“Tidak ada korban luka maupun korban jiwa,” kata seorang sumber di lokasi kejadian.

Baca juga  Rusuh di Tambang Poboya Palu, Massa Rusak Kantor Perusahaan dan Bakar Alat Berat

Warga sekitar yang mengetahui adanya longsor sempat berlarian menuju lokasi untuk memastikan tidak ada penampang yang tertimbun.

Sumber menambahkan pada Minggu (8/2/2026), sejumlah aparat dari Polsek Mantikulore mendatangi lokasi kejadian.

Kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan verifikasi lapangan dan memastikan benar-benar tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam insiden di lubang monyet tersebut.

Kasubsi PIDM Humas Polresta Palu, Aiptu I Kadek Aruna membenarkan kejadian longsor di lokasi tambang Poboya dan nihil jatuhnya korban.

(Red)

Share :

Baca Juga

Palu

Kepala Divisi Kemenkumham Sulteng Kunjungi Kebun SAE Lapas Kelas llA Palu
Kapolresta Palu, Kombes Barliansyah/hariansulteng

Palu

Kapolresta Palu Imbau Warga Tak Panik Berlebihan Tanggapi Viralnya Isu Penculikan Anak
Tim Sar melakukan pencarian terhadap bocah yang tenggelam di Pantai Talise, Kota Palu, Kamis (20/1/2022)/hariansulteng

Palu

Pencarian Bocah Tenggelam di Pantai Talise Nihil, Dilanjutkan Esok Hari
Rutan Kelas IIA Palu memindahkan 150 narapidana (napi) ke lembaga pemasyarakatan (lapas), Jumat malam (15/9/2023)/hariansulteng

Palu

Kurangi Overcrowded, Rutan Palu Pindahkan 150 Napi ke Lembaga Pemasyarakatan
Ilustrasi pekerja migran Indonesia yang ditempatkan di Malaysia (Sumber: kemenkopmk.go.id)

Palu

Pekerja Migran Jadi Salah Satu Jalan untuk Sejahtera
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mendampingi kunjungan investor asal Amerika Serikat ke tempat pemrosesan akhir (TPA) Kawatuna, Sabtu (19/04/2025)/Pemkot Palu

Palu

Investor Asing Lirik Pengelolaan Sampah di TPA Kawatuna Jadi Produk Bernilai Tinggi
Rusdy Mastura bersama Ko Aceo/Ist

Palu

500 Relawan dan Simpatisan Sangganipa Hadiri Jumat Berkah
Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin menerima kunjungan Komunitas Spirit Anak Muda Indonesia, Kamis (15/05/2025) di ruang kerjanya/Pemkot Palu

Palu

Imelda Liliana Muhidin Dengar Curhatan Anak Muda soal Pendidikan