Home / Parigi Moutong

Minggu, 1 Februari 2026 - 18:40 WIB

Ketika Janji ‘Fokus Pertanian’ Anwar Hafid Bergeser ke Ambisi Nikel

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat menghadiri pelantikan pengurus Kadin Parimo beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid saat menghadiri pelantikan pengurus Kadin Parimo beberapa waktu lalu. (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM, PARIMO – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid menggulirkan wacana pembangunan kawasan industri pengolahan nikel di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Rencana pembangunan industri nikel itu disampaikan Anwar saat menghadiri pelantikan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parimo, Sabtu (24/1/2026).

Anwar mengklaim industri yang akan dibangun di wilayah Siniu tidak tidak akan menimbulkan pencemaran lingkungan karena penggunaan energi non-batubara.

Namun, pernyataan itu justru memicu kritik keras dari elemen masyarakat sipil. Pasalnya, di masa kampanye Pilgub Sulteng 2024, Anwar secara terbuka menolak pendirian pabrik smelter di Parimo.

“Saya tidak tertarik mendirikan industri tambang di Parigi Moutong. Masa depan daerah ini ada di pertanian, perikanan, dan pariwisata, bukan tambang nikel,” ujar Anwar saat berkampanye di Siniu, 18 Oktober 2024 lalu.

Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulteng, Moh Taufik menyebut gubernur seharusnya konsisten merealisasikan janji kampanye, bukan justru mempromosikan industri ekstraktif.

Baca juga  Warga Lingkar Tambang Poboya Kepung DPRD, Suarakan Tuntutan Penciutan Konsesi CPM

“Ini semacam anomali. Seharusnya gubernur merealisasikan janji kampanye, bukan malah mempromosikan industri ekstraktif yang bertolak belakang dengan pernyataannya sendiri,” tegas Taufik, Minggu (1/2/2026).

Taufik menilai dalih bahwa kebijakan hilirisasi pertambangan merupakan kewenangan pemerintah pusat berpotensi menjadi pembelaan klasik untuk menghindari tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Menurutnya, jika sejak awal Anwar memahami keterbatasan kewenangannya, seharusnya ia tidak mengumbar janji penolakan smelter saat kampanye.
Di sisi lain, narasi yang kini digaungkan justru terbaca sebagai sinyal persetujuan terhadap proyek industri nikel di Parimo.

“Gubernur yang aktif menyosialisasikan industri ekstraktif dengan label ramah lingkungan memberi kesan lampu hijau. Ketika janji kampanyenya ditagih, tamengnya adalah ini kebijakan pusat,” ungkap Taufik.

Selain menyoroti inkonsistensi sikap, pihakny juga meragukan klaim ramah lingkungan hanya karena kawasan industri tersebut tidak menggunakan batu bara sebagai sumber energi.

Baca juga  Tarik Ulur Penciutan Konsesi Tambang: Warga dan CPM Saling Berbalas Sikap

Menurut Taufik, meskipun tanpa batu bara, praktik industri ekstraktif tetap meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang masif, mulai dari pencemaran air, limbah tailing, hingga deforestasi.

Ia juga mengingatkan bahwa wilayah pesisir Teluk Tomini yang menjadi rumah berbagai macam biota laut ekosistem terumbu karang.

“Proses ekstraksi nikel berpotensi menghasilkan limbah B3. Jika dibuang ke laut, ini menjadi ancaman serius bagi sekitar 1.031 hektare terumbu karang di Teluk Tomini,” jelasnya.

Alih-alih membangun industri nikel, Taufik mendorong Gubernur Anwar Hafid untuk kembali pada janji kampanye, yakni mengembangkan sektor pertanian dan perikanan sebagai tulang punggung ekonomi Parigi Moutong.

“Parigi Moutong dikenal sebagai daerah lumbung pangan, sementara Teluk Tomini menyimpan kekayaan hasil laut. Potensi inilah yang seharusnya dikembangkan, bukan justru dimatikan oleh ambisi nikel,” pungkas Taufik.

Share :

Baca Juga

Ahmad Ali melakukan kampanye dialogis di Desa Kayu Agung, Kecamatan Mepanga, Kabupaten Parigi Moutong, Selasa (8/10/2024)/Ist

Parigi Moutong

Hadiri Kampanye Ahmad Ali, Warga Kayu Agung Keluhkan Kelangkaan Pupuk
Ibu Erfaldi, Rosnawati mengikuti konsolidasi bersama SKP-HAM Sulteng, Senin (2/3/2023)/Ist

Parigi Moutong

Hampir Setahun Bergulir, Ibu Erfaldi Korban Penembakan di Parimo Minta Bripka H Dihukum Berat
Sisa kelompok teroris MIT/Ist

Parigi Moutong

MUI Sulteng Minta Masyarakat Terbuka Beri Informasi Jika Melihat 3 Teroris MIT
Kapolres Parimo, AKBP Yudy Arto Wiyono/Ist

Parigi Moutong

Polres Parigi Moutong Imbau Warga Tak Gelar Takbir Keliling
Aksi unjuk rasa dan pemblokiran Jl Trans Sulawesi, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (12/2/2022)/Ist

Parigi Moutong

Polisi Tindak Lanjuti Viralnya Pasien Meninggal karena Mobil Terhalang Demo di Parimo
Aksi unjuk rasa dan pemblokiran Jl Trans Sulawesi, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sabtu (12/2/2022)/Ist

Parigi Moutong

Naik Penyidikan, Polisi Sebut Dalang Demo Sambil Blokir Jalan di Parimo Bisa Dipenjara
Ilustrasi pertambangan

Parigi Moutong

Polisi Pastikan Berkas Perkara 2 Tambang Ilegal di Parigi Moutong Sudah Lengkap
Ratusan kepala keluarga (KK) dilaporkan terdampak banjir di Desa Sausu Peore, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Senin (14/04/2025)/Ist

Parigi Moutong

175 KK Terdampak Banjir di Desa Sausu Peore Parigi Moutong