HARIANSULTENG.COM, BALUT – Pencarian terhadap Wiranto (28), nelayan yang hilang di perairan Desa Kasuari, Kecamatan Bokan Kepulauan, Kabupaten Banggai Laut, resmi dihentikan.
Operasi dihentikan setelah lima hari pencarian belum membuahkan hasil. Hal itu disampaikan Kepala Basarnas Palu, Muh Rizal, Jumat (17/7/2026).
“Tim SAR bersama pihak keluarga serta pemerintah desa menggelar musyawarah. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, operasi SAR dinyatakan dihentikan dan memasuki tahap pemantauan,” katanya.
Korban diketahui berangkat memancing bersama rekannya pada Sabtu (11/7/2026) sekira pukul 07.00 WITA di Perairan Desa Kasuari.
Pada pukul 12.00 WITA, rekan korban mengajak kembali ke darat karena kondisi cuaca mulai memburuk.
Namun, korban memilih tetap melanjutkan aktivitas memancing. Hingga pukul 18.00 WITA pada hari yang sama, korban belum kembali dan tidak dapat dihubungi.
Keluarga bersama masyarakat nelayan telah melakukan upaya pencarian secara mandiri, namun korban belum ditemukan.
Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada Unit Siaga SAR Banggai Laut untuk mendapatkan bantuan pencarian dan pertolongan.
Selama pelaksanaan operasi, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan, mulai dari luasnya area pencarian, kondisi cuaca yang berubah-ubah, serta pengaruh arus dan angin di perairan.
(Red)














