HARIANSULTENG.COM, PALU – Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah (KKDST) resmi memulai babak baru kepengurusan untuk masa bakti 2026-2031.
Prosesi deklarasi dan pelantikan pengurus KKSDT berlangsung khidmat di Asrama Haji Palu, Sabtu (7/2/2026) malam.
Organisasi ini dibentuk sebagai wadah pemersatu bagi komunitas dan masyarakat Suku Dondo yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia.
“Dengan adanya kerukunan ini, masyarakat Dondo dapat saling mengetahui keberadaan satu sama lain, berkomunikasi, dan saling membantu ketika menghadapi persoalan,” kata Ketua KKDST, Alimudin.
Suku Dondo merupakan penduduk asli di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Alimudin menyebut jumlahnya berkisar 60 ribu jiwa.
“Di Kota Palu sendiri, masyarakat Dondo juga cukup banyak, bahkan di luar Sulawesi Tengah,” ucapnya.
Pihak KKDST menegaskan bahwa organisasi ini murni lembaga sosial kemasyarakatan yang menjaga jarak dari politik praktis.
Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal KKDST, Hariyanto menambahkan bahwa deklarasi yang dilaksanakan di Palu merupakan langkah awal pembentukan struktur organisasi secara nasional.
Saat ini, KKDST baru membentuk Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Ke depan, pihaknya akan mengembangkan struktur hingga ke tingkat wilayah dan daerah.
“Setelah DPP terbentuk, ke depan akan dibentuk Dewan Pimpinan Wilayah dan selanjutnya Dewan Pimpinan Daerah sesuai kebutuhan dan sebaran masyarakat Dondo,” jelas Hariyanto.
Berikut sejumlah poin pernyataan sikap KKDST dalam acara deklarasi:
• Membentuk wadah organisasi kemasyarakatan bernama Kerukunan Keluarga Dondo Sulawesi Tengah.
• Berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan, tolong-menolong, dan persaudaraan sesama warga Suku Dondo di perantauan.
• Memegang teguh prinsip Ito jo jo so ungga-unga, yaitu kita semua bersaudara, aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah domisili, menjaga harmonisasi, dan menghormati adat istiadat.
• Melestarikan adat istiadat dan budaya Suku Dondo
• Menjadikan KKDST sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang mandiri, kekeluargaan, dan tidak berafiliasi dengan partai politik manapun.
(Adv)














