Home / Morowali

Minggu, 11 Januari 2026 - 10:05 WIB

Sentil Pernyataan Anwar Hafid, Ahmad Ali Ungkit Jejak Izin Tambang di Morowali

Ahmad Ali dan Anwar Hafid dalam debat publik Pilgub Sulteng 2024/Ist

Ahmad Ali dan Anwar Hafid dalam debat publik Pilgub Sulteng 2024/Ist

HARIANSULTENG.COM, MOROWALI – Pernyataan Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid di DPR RI terkait kerusakan lingkungan di Morowali serta ketidakadilan Dana Bagi Hasil (DBH) menuai tanggapan dari politisi nasional Ahmad Ali.

Dalam wawancara Podcast di kanal YouTube Total Politik, Sabtu (10/1/2026), Ahmad Ali mempertanyakan konsistensi sikap sang gubernur.

Ia menyinggung kembali periode ketika Anwar Hafid menjabat sebagai Bupati Morowali, saat sebagian besar izin usaha pertambangan (IUP) justru diterbitkan.

“Apa yang ditakutkan Pak Anwar Hafid sekarang soal kehancuran lingkungan, itu seharusnya ditanya dulu ke Pak Anwar Hafid waktu masih jadi Bupati Morowali,” ujar Ahmad Ali.

Ia mengungkapkan, sekitar 90 IUP yang ada di Sulteng berada di Morowali. Dan izin-izin tersebut, kata Ahmad Ali, diterbitkan pada masa Anwar Hafid menjabat sebagai bupati Morowali.

Baca juga  Dampak Aktivitas Tambang, Banjir Rendam Puluhan Rumah di Desa Torete Morowali

“Yang tanda tangan IUP saat itu kan Bupati Anwar Hafid. Sudah dipertimbangkan belum dampaknya ketika IUP-IUP itu diterbitkan?” bebernya.

Menurut Ahmad Ali, apa yang kini dikhawatirkan Anwar Hafid sebagai gubernur merupakan konsekuensi dari kebijakan yang diambilnya sendiri di masa lalu.

“Jadinya Pak Anwar Hafid sebagai gubernur sekarang justru mengkritik kebijakannya sendiri saat masih bupati,” katanya.

Ahmad Ali juga menilai pernyataan Anwar Hafid di DPR RI yang menyoroti kerusakan lingkungan di Morowali terkesan dramatis.

Pasalnya, sebagian besar izin pertambangan di wilayah tersebut lahir pada periode kepemimpinan Anwar Hafid.

“Kan 90 persen IUP di Sulteng itu beliau yang tanda tangan, dan itu saat beliau menjabat Bupati Morowali,” tandasnya.

Meski demikian, Ahmad Ali menegaskan bahwa perjuangan untuk mendapatkan DBH yang lebih adil memang perlu dilakukan.

Baca juga  Jadi Langganan Banjir saat Hujan, Walhi Serukan Moratorium Pertambangan Nikel di Bahodopi

Namun, ujar dia, isu tersebut seharusnya dibahas secara proporsional dengan menimbang keseimbangan antara pendapatan daerah dan pembangunan.

“Perjuangan DBH itu harus. Tapi kalau dijadikan jualan politik, harus diperhitungkan dampaknya. Karena nanti orang bisa membalikkan pertanyaan,” ujarnya.

Ia mencontohkan, ketika sektor pertambangan dikritik sebagai penyebab kerusakan lingkungan, publik akan bertanya siapa pihak yang memberikan izin sejak awal.

“Orang akan bertanya, yang kasih izin itu siapa? Apakah dulu tidak diperhitungkan akan jadi seperti ini?” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menilai persoalan pertambangan di Morowali tidak semata soal DBH. Ada multiplier effect yang juga harus diperhitungkan, terutama dari sisi ekonomi dan lapangan kerja.

“Bukan hanya DBH. Ada efek berantai. Puluhan ribu orang mendapatkan lapangan pekerjaan dari aktivitas pertambangan di Morowali,” pungkasnya.

(Red)

Share :

Baca Juga

Tungku milik PT ITSS di kawasan IMIP Morowali meledak, Minggu (24/12/2023)/Ist

Morowali

Ledakan Smelter Tewaskan Puluhan Pekerja, Menaker Siap Sanksi Tegas PT ITSS Jika Tak Patuhi K3
Kantor Bawaslu Sulteng/hariansulteng

Morowali

Bawaslu Sulteng Benarkan Ketua dan Anggota KPU Morowali Dilaporkan ke DKPP
Tim SAR mengevakuasi 3 warga yang terjebak banjir di bantaran sungai Desa Dampala, Kabupaten Morowali, Senin (6/5/2024)/Ist

Morowali

Tim SAR Evakuasi 3 Warga Terjebak Banjir di Bantaran Sungai Dampala Morowali
Polres Morowali melaksanakan patroli di kawasan industri pengolahan nikel, Rabu (14/05/2025)/Ist

Morowali

Jaga Iklim Investasi Tetap Kondusif, Polres Morowali Gelar Patroli Cegah Premanisme
Pekerja di kawasan PT IMIP/Ist

Morowali

Buruh Hamil Diduga Kena PHK Sepihak karena Sakit, PT IMIP Beri Bantahan
Wakapolda Sulteng Brigjen Pol Hery Santoso melepas 22 unit mobil offroader di halaman Mapolda Sulteng, Jl Soekarno Hatta, Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Jumat (28/1/22) pagi.

Morowali

Sambut HUT ke 27, Polda Sulteng Jelajah Tanah Tadulako Dengan Mobil Offroad
Fasilitas penyimpanan tailing di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali longsor, Rabu (18/2/2026). (Foto: Istimewa)

Morowali

Fasilitas Penyimpanan Tailing PT IMIP Kembali Longsor
Ahmad Ali meluangkan waktu berziarah ke makam sang Ibu di Desa Wosu, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Selasa (26/11/2024)/Ist

Morowali

Hari Terakhir Masa Tenang, Ahmad Ali Pulang Kampung Ziarah Makam Orang Tua di Wosu