Home / Sulteng

Senin, 10 Februari 2025 - 22:33 WIB

Rumah Jurnalis Sesalkan TVRI Sulteng Rumahkan Belasan Kontributor Imbas Efisiensi Anggaran

Ilustrasi - Sejumlah jurnalis meliput kedatangan Presiden Jokowi di Untad, Kota Palu, Agustus 2023. (Foto: hariansulteng.com)

Ilustrasi - Sejumlah jurnalis meliput kedatangan Presiden Jokowi di Untad, Kota Palu, Agustus 2023. (Foto: hariansulteng.com)

HARIANSULTENG.COM – Koalisi organisasi pers tergabung dalam Rumah Jurnalis menyayangkan kebijakan TVRI Sulawesi Tengah (Sulteng) yang secara mendadak merumahkan belasan jurnalis berstatus kontributor.

Kebijakan ini disebut efek dari kebijakan efisiensi anggaran yang dibuat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Ketiadaan anggaran untuk menggaji belasan kontributor tersebut, membuat TVRI Sulteng merumahkan sekitar 15 jurnalisnya termasuk penyiar.

“Seharusnya, lembaga penyiaran publik yang notabenenya bekerja untuk kepentingan publik di bidang informasi, tidak seharusnya ikut menjadi sasaran efisiensi anggaran, apalagi anggaran yang dikhususkan untuk gaji para jurnalis,” kata Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palu, Agung Sumandjaya, Senin (10/02/2025).

Efisiensi anggaran yang bertujuan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), tidak seharusnya mengurangi anggaran yang dikhususkan bagi gaji para jurnalis berstatus kontributor di TVRI Sulteng maupun lembaga penyiaran publik lainnya seperti RRI.

Rumah Jurnalis menilai banyak anak-anak dari jurnalis maupun pegawai kontrak di lembaga penyiaran publik, yang justru akan kesulitan memenuhi kebutuhan gizi bahkan makan seadanya jika orang tuanya berhenti mendapatkan penghasilan.

Baca juga  Amankan Senjata Api hingga Bom Rakitan, Polda Sulteng Pastikan Operasi Madago Raya Berlanjut

Lebih dari itu kebijakan pemerintah pusat disebut sebagai upaya mencederai marwah kemerdekaan Pers.

Sementara para jurnalis di Sulteng tidak dapat bekerja melakukan tugasnya sesuai amanat UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers karena telah ‘Dirumahkan’.

“Sangat tidak adil rasanya, ketika efisiensi anggaran berdampak bagi jurnalis lembaga penyiaran publik, sementara lembaga seperti DPR RI yang sama-sama berperan dalam demokrasi di negara ini, justru tidak terkena imbas dari efisiensi anggaran,” jelas Agung.

Oleh karena itu, Rumah Jurnalis yang terdiri dari IJTI Sulteng, AJI Palu, PFI Palu dan AMSI Sulteng menyatakan sikap:

1. Mendesak pemerintah mengkaji kembali kebijakan efisiensi anggaran khusus bagi gaji para jurnalis berstatus kontributor, penyiar maupun pegawai kontrak lainnya di lembaga penyiaran publik.
2. Mendorong agar lembaga penyiaran publik di daerah membuka ruang dialog guna mewujudkan keadilan serta menunjang pemenuhan hak-hak pekerja.
3. Meminta agar hak-hak para pekerja kontributor, penyiar maupun pegawai kontrak yang dirumahkan diselesaikan sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan.
4. Meminta agar efisiensi anggaran tidak diterapkan secara diskriminatif pada lembaga penyiaran publik, sehingga hak jurnalis untuk menjalankan tugas jurnalistik dan mewujudkan kebebasan pers tetap terlindungi.
5. Menuntut pemerintah pusat dan DPR RI untuk lebih transparan dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan efisiensi anggaran, agar tidak merugikan pekerja di sektor vital seperti jurnalisme dan penyiaran publik.
6. Mengajak seluruh elemen pers di Indonesia untuk bersolidaritas dan bersuara menolak kebijakan yang melemahkan keberlanjutan kerja jurnalistik di lembaga penyiaran publik.
7. Mendorong Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Dewan Pers untuk ikut serta dalam upaya perlindungan jurnalis serta memastikan kebijakan efisiensi tidak bertentangan dengan prinsip kemerdekaan pers.
8. Jika tuntutan ini tidak diindahkan, Koalisi Organisasi Pers Sulteng akan menggalang aksi solidaritas dan langkah advokasi lebih lanjut guna memperjuangkan hak-hak jurnalis dan pekerja di lembaga penyiaran publik.

Share :

Baca Juga

Satgas Madago Raya beri Makan Bergizi Gratis (MBG) di dua desa terpencil/Ist

Donggala

Satgas Madago Raya Beri Makan Bergizi Gratis di Dua Desa Terpencil
Masyarakat membentangkan spanduk menolak penambangan gamping di Bangkep. (Foto: Istimewa)

Banggai Kepulauan

BALAS Desak Gubernur Tindaklanjuti Rekomendasi Cabut IUP Batu Gamping di Bangkep
Ratusan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengukuti kuliah umum yang dibawakan oleh ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Minggu malam (28/4/2024)/Ist

Palu

Ratusan Mahasiswa Untad Ikuti Kuliah Umum Menteri AHY
Aksi guru dan nakes PPPK Donggala di Kantor DPRD Sulteng, Rabu (8/7/2026). (Foto: Istimewa)

Palu

Guru dan Nakes PPPK Geruduk DPRD Sulteng, Tuntut Pembayaran Gaji ke-13 dan 14
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid secara simbolis menyerahkan puluhan kendaraan operasional kesehatan, Jumat (10/5/2024)/Pemkot Palu

Palu

Launching Puluhan Kendaraan Layanan Kesehatan, Wali Kota Palu: Jangan Hanya Dipakai Beli Nasi Kuning
Jajaran Kemenkumham Sulteng mengadakan coffee morning bersama wartawan, Selasa (31/1/2023)/hariansulteng

Sulteng

Coffee Morning, Kemenkumham Sulteng Dicecar Wartawan Soal Napi Kendalikan Peredaran Narkoba
Sejumlah warga Desa Menyo'e dan tokoh adat suku Wana mendukung aktivitas PT CAS di Morowali Utara. (Sumber: Istimewa)

Morowali Utara

Kades Menyo’e dan Tokoh Adat Suku Wana Dukung PT CAS Lanjutkan Aktivitas di Morowali Utara
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid secara resmi membuka kursus bahasa asing basic level Inggris dan Jepang bagi PNS di lingkungan Pemkot Palu, Senin (11/9/2023)/Pemkot Palu

Palu

45 ASN Pemkot Palu Ikuti Kursus Bahasa Asing Basic Inggris dan Jepang