Home / Sulteng

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:29 WIB

PHI Sulteng Desak Gubernur Buka Daftar Perusahaan Tambang yang Tak Patuhi Administrasi

Ketua PHI Sulteng, Aulia Hakim. (Foto: Istimewa)

Ketua PHI Sulteng, Aulia Hakim. (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM – Partai Hijau Indonesia Sulawesi Tengah (PHI Sulteng) mendesak pemerintah daerah segera mengevaluasi perusahaan tambang yang tak punya komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Ketua PHI Sulteng, Aulia ‘Tulus’ menegaskan bahwa kondisi Sulteng hari ini tengah dalam ancaman marabahaya krisis ekologi yang sudah memprihatinkan.

Menurutnya, kerusakan lingkungan yang ada di Sulteng utamanya disebabkan oleh peralihan kondisi tutupan lahan khususnya hutan menjadi lahan terbuka untuk aktivitas pertambangan.

Perubahan bentang alam secara jangka panjang akan berimbas meningkatnya potensi bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Tulus meminta Gubernur Anwar Hafid membuka dan mempublikasikan daftar perusahaan tambang yang tidak patuh terhadap kewajiban administrasi.

Baca juga  Investigasi Jatam Sulteng Temukan Dugaan Penambangan Ilegal di Poboya, PT AKM Buka Suara

Dirinya mencontohkan kewajiban dimaksud mencakup penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB), penyetoran Jaminan Reklamasi (Jamrek), serta pelaksanaan rencana pascatambang.

PHI Sulteng mencatat peningkatan signifikan bukaan lubang tambang di Morowali dan Morowali Utara kurun waktu sepuluh tahun terakhir mencapai 38.578 hektare.

Selain itu, sambung Tulus, pihaknya mengidentifikasi ada menambahkan 15 perusahaan di kedua daerah itu yang melakukan aktivitas pertambangan dalam kawasan hutan.

“ini yang tidak pernah publik ketahui. Terdapat perusahaan-perusahaan dengan modal besar datang menghancurkandengan iming-iming peningkatan ekonomi daerah dan klesejahteraan Masyarakat. Padahal ketika bencana alam terjadi, masyarakat dan pemerintah yang kemudian menanggung dampaknya,” katanya, Kamis (9/7/2026).

Baca juga  Respons Jatam Sulteng soal Janji Gubernur Tertibkan Aktivitas PETI

Menurut Tulus, gubernur harus berani untuk menindak tegas perusaahan yang hanya mengeruk sumber daya alam dan mendapatkan keuntungan di Sulteng tanpa mementingkan dan bertanggung jawab atas keberlanjutan lingkungan.

“Pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan masa depan lingkungan hidup dan hak-hak dasar rakyat. Transparansi adalah langkah awal untuk menghentikan kejahatan lingkungan di Sulteng. Gubernur harus berani transparan soal itu,” pungkasnya.

(Red)

Share :

Baca Juga

Ilustrasi penembakan/Ist

Parigi Moutong

Kapolres Angkat Bicara Soal Penembakan Warga Terduga Pelaku Pencurian di Parigi Moutong
Hotel Santika ke-3 Hadir di Kota Bandung/Ist

Tolitoli

Hotel Santika ke-3 Hadir di Kota Bandung
Warung Ayam Geprek Limau nyaris terbakar di Jl Veteran, Kelurahan Tanamonindi, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (15/1/2022) siang/Ist

Palu

Regulator Kompor Gas Lepas, Warung Ayam Geprek di Palu Nyaris Terbakar
Polisi tangkap wanita terduga pengedar sabu di Desa Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah/Ist

Sigi

Polisi Tangkap Wanita Terduga Pengedar Sabu di Desa Tongoa Sigi
Prabowo Subianto/Instagram @prabowo

Sulteng

Gerindra Benarkan Surat Prabowo Ajak Masyarakat Menangkan Ahmad Ali di Pilgub Sulteng
Tim SAR gabungan lakukan pencarian terhadap korban hilang banjir bandang melanda Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (31/7/2022)/Ist

Parigi Moutong

Hari Ketiga Usai Banjir Bandang di Torue, 3 Warga dan Satu Balita Belum Ditemukan
Karo SDM Polda Sulteng, Kombes Heru Budi Prasetyo bagi tips lulus tes calon anggota Polri/Ist

Sulteng

Karo SDM Polda Sulteng Bagi Tips Lulus Tes Calon Anggota Polri
Kapolres Tojo Una-Una (Touna), AKBP Ridwan JM Hutagaol menggelar open house untuk merayakan Natal, Rabu (25/12/2024)/Ist

Tojo Una-Una

Rayakan Natal, Kapolres Touna Gelar Open House