Home / Sulteng

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Catatan Organisasi Masyarakat Sipil soal Bencana Karhutla di Sulteng

Petugas sedang memadamkan api di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna). (Foto: Istimewa)

Petugas sedang memadamkan api di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna). (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM – Sejumlah organisasi masyarakat sipil memberikan catatan kritis mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Organisasi tersebut dari Karsa Institute, Imunitas, Yayasan Komiu, Libu Perempuan, Perkumpulan Evergreen Indonesia, serta Relawan untuk Orang dan Alam.

Merujuk data SiPongi Kementerian Kehutanan, luas areal karhutla di Sulteng sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 4.147 hektare.

Selama Januari hingga 15 Juni tahun ini, terdapat 1.007 titik panas. Angka ini meningkat 205 persen dibanding periode serupa pada 2025.

Lonjakan juga terjadi pada luas lahan yang terbakar. Sepanjang Januari-Mei 2026, karhutla di Sulteng mencapai 2.222,24 hektare, tertinggi sejak 2019.

Baca juga  Rugikan Negara Rp 900 Juta, Pejabat Bawaslu Sulteng Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Dana Hibah

Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menjadi salah satu daerah yang terdampak karhutla. Pada 17 Agustus 2026, kebakaran melanda 20 hektare lahan di kawasan Gunung Kalendang, Desa Balinggara.

Dua hari berselang, Bupati Touna menetapkan status siaga darurat bencana karhutla melalui keputusan nomor: 100.3.3.2/20/BPBD/2026.

Selain Touna, karhutla dalam sepekan terakhir juga terjadi di Morowali, Poso, Buol, Tolitoli, Banggai, dan Banggai Kepulauan.

Adapun beberapa langkah yang perlu dilakukan antara lain:

1. Membangun sistem peringatan dini berbasis masyarakat, dengan memanfaatkan informasi cuaca, kondisi tutupan lahan, dan pemantauan titik panas.
2. Memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam pencegahan, deteksi dini, dan respons awal terhadap kebakaran.
3. Mendorong pengelolaan lahan tanpa pembakaran, terutama dalam pembukaan dan pembersihan lahan pertanian.
4. Membangun kesepakatan desa mengenai pencegahan karhutla, termasuk aturan dan mekanisme respons ketika terjadi kebakaran.
5. Melindungi kawasan hutan dan ekosistem penting, terutama kawasan dengan nilai keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis yang tinggi.
6. Mengintegrasikan risiko karhutla ke dalam perencanaan pembangunan desa dan pengelolaan lanskap.
7. Memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Baca juga  Kebakaran di Jalan Kancil Palu, Pemilik Rumah Ditemukan Meninggal

(Red)

Share :

Baca Juga

Witan Sulaeman/Instagram @witansulaiman

Sulteng

Witan Sulaeman Terima Sertifikat Rumah, Ketua KONI Sulteng: Hadiah Jelang Pernikahan
Fatin Shidqia Lubis hadiri konser amal di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (23/4/2022)/hariansulteng

Palu

Hadiri Konser Amal, Fatin Kenang Saat Pertama Kali Kunjungi Palu Usai Juara X Factor
Rumah Witan Sulaeman di Jl Lorong Ganogo, Kelurahan Boyaoge, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (24/12/2021)/hariansulteng

Olahraga

Keluarga Witan Sulaeman di Palu Gelar Nobar Semifinal Indonesia vs Singapura
Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura menemui massa aksi yang melakukan demonstrasi terkait Festival Persahabatan Palu, Kamis (30/01/2025)/Ist

Palu

Temui Pendemo, Rusdy Mastura Tegaskan Festival Persahabatan Palu Tak Dibuka untuk Umum
DPC Partai Demokrat Kabupaten Donggala nobar Agus Harimurti Yudhoyono mendeklarasikan Anies sebagai Capres 2024/Ist

Donggala

Demokrat Donggala Nobar AHY Deklarasikan Anies Sebagai Capres 2024
Jenazah Askar tiba di RS Bhayangkara Palu, Kamis (28/4/2022) dini hari/hariansulteng

Palu

Dikawal Ketat Aparat, Jenazah Teroris MIT Askar Tiba di Palu Pukul 00.04 Wita Dini Hari
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, AKBP Sugeng Lestari/Ist

Sulteng

Polda Sulteng Amankan 78 Pelaku Premanisme Selama Operasi Pekat Tinombala
Bowo Timumun mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati Buol di Partai Demokrat, Jumat (26/4/2024)/Ist

Buol

Kembalikan Formulir Pendaftaran Balon Bupati Buol, Bowo Timumun Fokus Terhadap Isu Kesejahteraan