Home / Morowali

Minggu, 4 Mei 2025 - 19:00 WIB

Penghargaan PROPER Biru PT IMIP Kaburkan Kasus Kerusakan Lingkungan di Morowali

Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

Direktur Eksekutif Yayasan Tanah Merdeka, Richard Labiro/Ist

HARIANSULTENG.COM, MOROWALI – Yayasan Tanah Merdeka (YTM) merespons penghargaan PROPER Biru yang diraih PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).

PROPER menjadi bentuk apresiasi pemerintah kepada perusahaan yang dianggap telah menunjukkan ketaatan terhadap peraturan pengelolaan lingkungan hidup.

Direktur YTM, Richard Labiro mempertanyakan dasar penilaian Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) atas pemberian PROPER Biru kepada PT IMIP.

Menurutnya, penghargaan ini justru mengaburkan berbagai kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri PT IMIP di Kabupaten Morowali.

“Penghargaan PROPER itu telah ‘membutakan’ mata publik atas serangkaian pelanggaran lingkungan hakiki PT IMIP. Terlebih lagi 20 perusahaan tenant yang menerima penghargaan itu punya catatan buruk terhadap eksploitasi lingkungan,” ungkap Richard, Minggu (04/05/2025).

Richard menuturkan, pada 2024, Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) – sebelum KLH – menegur beberapa tenant IMIP karena tidak mengintegrasikan CEMS ke dalam SISPEK untuk mengontrol pencemaran udara atau emisi.

Baca juga  BREAKING NEWS: Longsor di Kawasan PT IMIP, Sejumlah Pekerja Dikabarkan Tertimbun

Perusahaan itu di antaranya PT Bukit Smelter Indonesia, PT Cahaya Smelter Indonesia, PT Hengjaya Nickel Indonesia, PT GCNS, PT ITSS, PT Lestari Smelter Indonesia, PT Ranger Nickel Industry, PT Tshingshan Steel Indonesia, PT Ocean Sky Metal Industry, PT Walshin Nickel Industrial Indonesia, dan PT Indonesia Ruipu Nickel and Chrome Alloy.

“Jika PT IMIP dan pasukannya dihargai Proper Biru, artinya mereka taat terhadap semua regulasi minimum terkait standar emisi, limbah B3, dan lain-lain. Itu bertolak-belakang kerusakan lingkungan di 2023, 2024 sampai 2025,” jelasnya.

Sementara, ujar Richard, banjir terjadi di kompleks PT IMIP diduga akibat aktivitas tambang di hulu pada April 2023.

Menjelang akhir 2024, banjir kembali lagi di Bahodopi dan kawasan PT IMIP setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

“Bahodopi dan sekitarnya kehilangan daya tampung dan dukung,” ucap Richard.

Pada 2024, Desa Dampala juga terkena banjir. Perisitiwa cukup heboh terjadi pada Maret 2025 berupa banjir disertai longsor.

Baca juga  Kuasa Hukum Ingatkan Sanksi Pidana bagi Perusak Patok Batas Desa Ipi Morowali

Bencana pertama menimpa Desa Labota dan kawasan IMIP pada 16 Maret 2025 lalu. Bencana ini berdampak terhadap 341 KK atau 1.092 jiwa.

Selanjutnya, longsor juga terjadi di fasilitas penyimpanan tailing area PT QMB New Energy Materials pada 22 Maret 2025 yang menewaskan tiga pekerja.

Richard menambahkan, manajemen pengelolaan limbah PT IMIP juga perlu disoroti selain bencana banjir yang kerap terjadi.

Asap polutan PLTU captive IMIP dan limbah tailing mengancam warga beserta para pekerja yang tinggal di sekitar kawasan industri.

“Terlebih lagi, pasca longsor tailing, belum ada pemeriksaan tindak lanjut terkait pencemaran air dan tanah setelah jebolnya penampungan tailing PT IMIP itu,” tuturnya.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup Sulawesi Tengah (DLH Sulteng) mengecek kelayakan dan kualitas air.

Richard menyoroti penilaian KLHK dari perencanaan hingga pelaksanaan dalam pemberian PROPER kepada perusahaan-perusahaan.

Share :

Baca Juga

Longsor terjadi di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah/Ist

Morowali

IMIP Sebut Hujan Jadi Penyebab Longsor yang Timbun 3 Pekerja
Ketua Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) JAMAN Morowali, Ikhsan Arisandi

Morowali

JAMAN Morowali Nilai Banyak Kejanggalan Atas Izin Tersus PT Tiran
Ahmad Ali dan Anwar Hafid dalam debat publik Pilgub Sulteng 2024/Ist

Morowali

Sentil Pernyataan Anwar Hafid, Ahmad Ali Ungkit Jejak Izin Tambang di Morowali
Kuasa Hukum Lima Perusahaan : dr Mardiman Sane

Bisnis

Lima Perusahaan yang Dilaporkan Polisi Bantah Palsukan Tanda Tangan Bupati Morowali
Kawasan industri Huabao berdekatan dengan pemukiman warga di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali, Selasa (29/10/2024)/hariansulteng

Morowali

Pertaruhan Nasib Rakyat Morowali di Tengah Hilirisasi Nikel dan Percaturan Pilkada 2024
Gedung Kantor KPU Morowali, Sulawesi Tengah, dilanda kebakaran, Selasa (3/12/2024)/Ist

Morowali

Polres Morowali Gandeng Tim Labfor Makassar Selidiki Kebakaran Kantor KPU
Keluarga Pong Salamba/Ist

Morowali

Sengketa Lahan Komunitas Adat di Morowali dan PT Vale Berujung Laporan Polisi
Sebanyak dua pekerja tewas tertimpa longsor tambang nikel di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (27/4/2023)/Ist

Morowali

2 Pekerja Tewas Tertimbun Longsor Tambang Nikel PT IMIP Morowali