Home / Palu

Rabu, 25 Oktober 2023 - 15:13 WIB

Peluncuran Buku Poso di Balik Operasi Madago Raya: Kisah Farid-Rambo Perang Lawan Ali Kalora Cs

Mayjen TNI Farid Makruf (kiri) dan Irjen (Purn) Abdul Rakhman Baso (kanan) di acara peluncuran buku Poso di Balik Operasi Madago Raya/hariansulteng

Mayjen TNI Farid Makruf (kiri) dan Irjen (Purn) Abdul Rakhman Baso (kanan) di acara peluncuran buku Poso di Balik Operasi Madago Raya/hariansulteng

Satgas Madago Raya kala itu masih harus mengejar sekitar 13 DPO. Berbulan-bulan berlalu, jebolan Akmil 1991 itu mengakui sempat kewalahan untuk mengejar kelompok MIT.

Farid berencana menambah pos sekat guna mempersempit ruang gerak Ali Kalora Cs. Namun, dirinya tak lagi memiliki dana untuk memenuhi kebutuhan pasukan.

Rambo seketika menjawab. Jawaban yang bisa menutupi segala galau dan kacau yang meneror perasaan sahabatnya.

“Saya ingin pos sekat ditambah. Saya punya pasukan, tetapi tidak punya dana untuk memberi mereka makan. Di sinilah luar biasanya abang saya. ‘Pak danrem nggak usah pusing, saya punya uangnya. Besok buat posnya, saya danai semuanya’,” tutur Farid menceritakan percakapannya dengan Rambo kala itu.

Rambo mengucurkan dana pribadi untuk menambah pos sekat dari 11 menjadi 43 sesuai rencana Farid Makruf.

Dengan penambahan tersebut, Satgas Madago Raya kian gencar untuk memburu sisa-sisa kelompok MIT. Hasilnya dalam kurun waktu 3 bulan, sejumlah DPO berhasil dilumpuhkan.

Farid mengaku sedih ketika mengetahui Rambo harus pensiun dan bergeser dari Sulawesi Tengah. Padahal, ia meyakini Ali Kalora tak lama lagi akan menyusul rekan-rekannya yang lebih dulu dilumpuhkan.

Baca juga  Cek Pos Kamtibmas, Dansat Brimob Sulteng Apresiasi Personel Operasi Madago Raya

“Saya menyurat kepada kapolri, minta beliau (Rambo) diperpanjang. Sayangnya kapolri tidak mengabulkan, saya sedih sekali ditinggalkan oleh beliau. Dan betul hanya selang 17 hari setelah pensiun, Ali Kalora tertembak,” ungkapnya.

Begitu Farid selesai bercerita, tepuk tangan hadirin bergemuruh beberapa saat lamanya di Ballroom Hotel Best Western.

Di area pintu masuk hotel, dipajang beberapa potret kebersamaan Farid dan Rambo. Duduk dan memasak bersama pasukan, menerobos sungai,
hingga menyusuri hutan sambil menenteng senjata.

Sementara itu, Rambo mengawali ceritanya soal asal muasal nama Operasi Madago Raya. Sandi ‘Madago Raya’ diambil ketika ia berkunjung menemui Pendeta Rinaldy Damanik dan Ustaz Adnan Arsal di Tentena, Kabupaten Poso.

Ketika itu ia melihat tulisan ‘Madago Raya’ pada sebuah papan. Nama inilah yang diambil untuk melanjutkan operasi pengejaran MIT yang semula bernama Operasi Tinombala.

“Kala itu sata istirahat di suatu tempat. Ada tulisas di sebuah papan, tertulis Madago Raya. Saya tanya staf saya apa artinya tulisan itu? Artinya Baik Hati, bahasa Pamona. Sehingga operasi berikutnya digantk menjadi Operasi Madago Raya,” ucap Rambo.

Baca juga  Kapolda Ungkap Peran 22 Warga Sulteng Pendukung Teroris MIT Sebelum Ditangkap

Meski anggota MIT dipastikan telah habis, Operasi Madago Raya tetap dilakukan hingga saat ini untuk memulihkan kondisi masyarakat di segala bidang.

Salah satu fokus operasi yakni pada kegiatan-kegiatan deradikalisasi dan kontra radikalisme untuk mencegah adanya simpatisan atau pihak yang kembali melakukan aksi terorisme.

Sinopsis Buku Poso di Balik Operasi Madago Raya

Buku ini ini ditulis oleh Jafar G Bua dan penulis buku Kopassus 1 dan Kopassus 2, EA Natanegara.

Jafar G Bua adalah mantan Produser Lapangan CNN Indonesia di Sulawesi Tengah dengan segudang pengalaman liputan termasuk liputan konflik sosial dan terorisme di Poso.

Menurut alumni Fakultas Pertanian Universitas Tadulako ini, Poso di Balik Operasi Madago Raya memang didedikasikan untuk masyarakat umum dimana kisah-kisah operasi TNI dan Polri di Poso bukanlah operasi yang ringan.

Share :

Baca Juga

Sukarelawan Santri Dukung Ganjar Sulawesi Tengah (SDG Sulteng) menggelar konsolidasi wilayah/hariansulteng

Palu

Kenalkan Sosok Ganjar, SDG Sulteng Gelar Konsolidasi bersama Ratusan Anggota Majelis Taklim
Kadispora Kota Palu, Moh Akhir Armansyah menghadiri sekaligus membuka lomba Skyflash Let's Play Basketball/Pemkot Palu

Olahraga

Kadispora Palu Buka Lomba Skyflash Let’s Play Basketball di Taman GOR
Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Teknik Untad kembali terlibat tawuran, Kamis (8/6/2023)/hariansulteng

Palu

Polisi Amankan 4 Mahasiswa Buntut Tawuran Fakultas Teknik vs Kehutanan Untad
Saidah (43), istri polisi korban KDRT/Ist

Palu

Cerita Istri Polisi di Palu Diselingkuhi hingga Alami KDRT
PT CPM diduga gusur lahan warga Kelurahan Talise/Ist

Palu

PT CPM Dituding Gusur Lahan Secara Sepihak, Warga Talise Desak DPRD Sulteng Gelar RDP
Peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat AJI Palu di Jalan Lagarutu, Senin (17/7/2023)/hariansulteng

Palu

Peletakan Batu Pertama, Pembangunan Sekretariat AJI Palu di Jalan Lagarutu Mulai Berjalan
Wapres Ma'ruf Amin memimpin rapat koordinasi penyelesaian rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sulawesi Tengah, Kamis (6/1/2022)/Ist

Donggala

Di Depan Wapres Ma’ruf, DPRD Sulteng Sebut Pemerintah Gagal Tangani Gempa 2018
Pjs Wali Kota Palu, Muchsin Husain Pakaya menghadiri Upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-11 Kabupaten Morowali Utara (Morut), Rabu (23/10/2024)/Pemkot Palu

Palu

Pjs Wali Kota Palu Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-11 Morowali Utara