Home / Palu

Jumat, 25 September 2026 - 16:53 WIB

Organisasi Jurnalis Kecam Dekan FKM Untad usai Sebut Wartawan Provokator

Radar Sulteng menggelar jumpa pers terkait dugaan intimidasi yang dialami Andika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Istimewa)

Radar Sulteng menggelar jumpa pers terkait dugaan intimidasi yang dialami Andika, Jumat (25/9/2026). (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM, PALU – Jurnalis Radar Sulteng, Andika diduga menjadi korban intimidasi dan kekerasan verbal dari Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tadulako (FKM Untad), Prof Rosmala Nur.

Peristiwa itu bermula ketika Andika mewawancarai Rosmala perihal Berantas Infeksi TB, Mahasiswa Jaga dan Sayang Keluarga (Berani Magaya) yang diinisiasi FKM Untad, 17 September 2026.

Andika ingin meminta tanggapan Rosmala terkait pemberitaan soal keluhan mahasiswa pesera program Berani Magaya, salah satunya menyangkut kelengkapan alat pelindung diri (APD).

Alih-alih memberi penjelasan, Rosmala justru menyebut Andika yang sedang melakukan kerja-kerja jurnalistik sebagai “provokator”.

Seminggu berselang, Andika menerima pesan dari Rosmala pada berisi tangkapan layar yang memuat informasi identitasnya sebagai mahasiswa FISIP Untad.

Baca juga  16 Lulusan Terbaik di Wisuda Untad 107-108, Satu Diantaranya IPK 4,00

Tak berselang lama, muncul pesan berbunyi “Sebagai mahasiswa Untad, hati-hati ya Andika, masa depanmu masih panjang.”

Belakangan pesan itu dihapus oleh Rosmala. Andika kembali menerima pesan berbunyi, “Sebagai Ibu hanya bisa menasihati, setiap langkah harus hati-hati nak.”

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, Agung Sumandjaya, menilai pernyataan dan pesan yang dikirimkan kepada Andika perlu diseriusi oleh pihak kampus.

Menurutnya, pesan yang diterima Andika dapat dipandang sebagai bentuk tekanan karena dikaitkan dengan statusnya sebagai mahasiswa.

“Ketika oknum dekan mengetahui jurnalis tersebut juga merupakan mahasiswa di kampus yang sama, terjadi pemanfaatan relasi kuasa untuk melakukan intimidasi. Ini bentuk pengekangan demokrasi yang tidak bisa ditoleransi,” ujar Agung.

Baca juga  Wakil Wali Kota Palu Soroti Peningkatan Angka Stunting di Kelurahan Layana Indah

Senada dengan itu, Koordinator Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulteng, Moh Arief, menyatakan keberatannya atas tindakan sang dekan.

“Sebagai seorang pejabat di lingkungan kampus, tidak sepantasnya mengeluarkan kata-kata provokator. Bahkan ada serangan kepada Andika via WhatsApp,” tuturnya.

Sisi lain, Rosmala sendiri rencananya akan menggelar konferensi pers di FKM Untad besok, Sabtu (26/9/2026).

Agenda itu dibuat untuk memberikan klarifikasi terkait duduk perkara wawancara dengan jurnalis Radar Sulteng.

(Red)

Share :

Baca Juga

Ahmad Ali dan Hadianto Rasyid/Ist

Palu

Ahmad Ali Apresiasi Hadianto Rasyid Bikin Lapangan New Vatulemo Jadi Destinasi Baru di Palu
Seorang wanita di Kota Palu berinisial RI melapor ke polisi usai mengaku menjadi korban pengeroyokan/Ist

Palu

Wanita di Palu Lapor Polisi Usai Dikeroyok di Kafe

Palu

Kepala Divisi Kemenkumham Sulteng Kunjungi Kebun SAE Lapas Kelas llA Palu
Yayasan Tanah Merdeka gelar dialog bersama sejumlah organisasi buruh, Selasa (28/11/2023)/hariansulteng

Palu

Jeritan Buruh di Morowali: Soroti Lemahnya Peran Wasnaker hingga Dominasi TKA
Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua)/Ist

Palu

Pemerintah Indonesia Akui Status Kewarganegaraan Guru Tua
Komunitas Celebes Bergerak dan Rutgers Indonesia melalui program Generation Gender menggelar diskusi Kekerasan Berbasis Gender dan Seksual (KBGS)/Ist

Palu

Wujudkan Kampus Ramah Gender, Celebes Bergerak Gelar Diskusi KBGS di Untad
Gandeng Millenium Waterpark, Pemkot Palu perluas manfaat KIA, Kamis (23/01/2025)/Pemkot Palu

Palu

Gandeng Millenium Waterpark, Pemkot Palu Perluas Manfaat Kartu Identitas Anak
Ketua IKA Teknik Untad, Arwan Ibrahim hadiri pertemuan dengan pimpinan FT Untad membahas masalah tawuran antarmahasiswa teknik/Ist

Palu

Cegah Tawuran Mahasiswa Meluas, Dekanat Kumpulkan Alumni Fakultas Teknik Untad