Home / Banggai

Jumat, 6 November 2026 - 22:28 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Bualemo Banggai Gagal Panen Imbas Pertambangan Nikel

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid meninjau lahan persawahan di Bualemo yang terdampak pertambangan nikel, Rabu (4/11/2026). (Foto: Istimewa)

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid meninjau lahan persawahan di Bualemo yang terdampak pertambangan nikel, Rabu (4/11/2026). (Foto: Istimewa)

HARIANSULTENG.COM, BANGGAI – Ratusan hektare sawah di Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, mengalami kerusakan dan gagal panen.

Area persawahan seluas 492 hektare yang terdampak berada di Desa Mayayap dan Trans Mayayap, diduga akibat aktvitas pertambangan nikel PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI).

Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid mendesak perusahaan memberikan ganti rugi atau kompensasi kepada masyarakat serta memperbaiki saluran irigasi yang rusak.

Ia meminta pemerintah desa, kecamatan, serta dinas terkait untuk melakukan pertemuan bersama pihak perusahaan guna membahas nilai kompensasi.

“Harus secepatnya bertemu untuk merumuskan berapa nilai kompensasi. Jangan lama-lama,” ujar Anwar saat bertemu masyarakat di Balai Desa Trans Mayayap, Rabu (4/11/2026).

Baca juga  Gakkumhut Tahan 2 Tersangka Tambang Ilegal di Parimo, Terancam 5 Tahun Penjara

Dalam pertemuan itu, warga mengaku terpaksa bekerja serabutan sejak sawah mereka tidak lagi bisa digarap akibat berkurangnya debit air.

Mayoritas bekerja sebagai buruh di kebun milik orang lain. Sementara itu, hanya sekitar 10 warga yang bekerja sebagai buruh PT IMNI.

Mendengar keluhan tersebut, Anwar Hafid mendesak perusahaan segera mengambil tindakan dan tidak menunda penyelesaian masalah.

“Perusahaan kapan bisa action? Kasih tahu atasannya, bilang ini tidak boleh ditunda,” katanya.

Sebelumnya, Camat Bualemo, Syam Irmanto Titong mengatakan, warga di dua desa tersebut tidak dapat lagi menggarap sawah sejak tujuh tahun lalu.

Baca juga  Safari Dakwah di Banggai, UAS Kenalkan Ahmad Ali sebagai Calon Gubernur Sulteng

Masyarakat telah berupaya menyampaikan persoalan ini kepada pemerintah kabupaten, tetapi belum membuahkan hasil.

Pihak perusahaan menyatakan akan menurunkan alat berat pekan ini untuk memperbaiki saluran irigasi.

Selain itu, IMNI berjanji akan membagikan 1.000 sak pupuk kepada warga di dua desa serta memberikan sembako setiap tanggal 30 selama satu tahun mulai 2027.

Namun, tawarantersebut ditolak warga. Mereka menilai bantuan pupuk dan sembako tidak sebanding dengan kerugian ekonomi yang telah dialami selama tujuh tahun.

Warga masih bertahan dengan nilai yang mereka usulkan sebesar Rp450 juta per hektar untuk kerugian selama tujuh tahun.

(Red)

Share :

Baca Juga

Aliansi Masyarakat Muslim Bunta mengajak seluruh warga menjaga suasana keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) dan selalu menjaga kerukunan antar umat beragama.

Banggai

Ketua Aliansi Masyarakat Muslim Bunta Ajak Warga Jaga Kamtibmas
FKUB Sulteng/Ist

Banggai

FKUB Sulteng Imbau Jaga Kedamaian Jelang PSU di Banggai dan Parigi Moutong
Ilustrasi gempa bumi

Banggai

Gempa Magnitudo 4,8 Guncang Balantak Banggai
Ilustrasi gempa bumi/Ist

Banggai

Gempa Magnitudo 5,8 di Sulut Terasa Hingga Banggai-Banggai Kepulauan
Momen Abdul Karim Aljufri gendong bayi warga saat nonton Dewa 19 di konser BERAMAL, Senin malam (16/9/2024)/hariansulteng

Banggai

Momen Abdul Karim Aljufri Gendong Bayi Warga saat Nonton Dewa 19 di Konser BERAMAL
Rapat terkait pembahasan CSR PT ANI yang selama dua tahun belum dibayarkan/Ikbal

Banggai

Tak Hadiri Undangan Rapat Masalah CSR, Warga Desa Hion Kecewa Pada PT ANI 
Karyawan melakukan protes ke perusahaan terkait THR yang cair tidak sesuai kententuan/istimewa

Banggai

Diduga Perusahaan di Banggai Ini Berikan THR Tidak Sesuai Ketentuan
Ahmad Ali menemani Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam safari dakwahnya di Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Kamis (22/8/2024)/Ist

Banggai

Safari Dakwah di Banggai, UAS Kenalkan Ahmad Ali sebagai Calon Gubernur Sulteng