Home / Buol

Sabtu, 11 Juni 2022 - 16:41 WIB

Menunggu Plt Buol

Adi Prianto/Ist

Adi Prianto/Ist

Penulis : Adi Prianto
Advokat/warga Buol di Palu

Waktu menunggu Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Buol tersisa 4 bulan lagi, menjadi hari yang mendebarkan bagi Bupati saat ini yang menjabat maupun tokoh politik Buol yang sudah bermanuver.

Jabatan Plt Bupati Buol secara peraturan perundang-undangan bersumber dari Aparat Sipil Negara (ASN) lingkungan Provinsi Sulawesi Tengah yang menjabat kurang lebih 2 tahun, kewenangan penuh ada pada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), gubernur hanya mengusulkan tiga nama.

Di Buol sendiri, jabatan Plt menjadi komoditas politik yang menciptakan pro kontra.

Garis besarnya pro kontra berasal dari faksi politik dan tokoh Buol itu sendiri, menganggap nama yang mengemuka tidak tepat dan cocok menjadi Plt, wacana yang dipaksakan Plt wajib orang Buol.

Baca juga  Sengketa Mahasiswa Fakultas Teknik vs Kehutanan: Kegagalan Serius dalam Keamanan dan Kepercayaan di Untad

Pro kontra Plt menciptakan pembelahan yang mengakibatkan label politik terjadi begitu cepat, demonstrasi 23 – 24 Mei menjadi puncaknya. Kelompok pro rerata berdiri di belakang Amran Batalipu (AB), kelompok kontra berdiri berbaris pada bupati yang masih menjabat.

Kelompok pro memproduksi gosip dan narasi serangan politik kepada bupati yang masih menjabat, sebelum kedatangan AB kelompok ini tidak solid karena tidak ada tokoh patron yang selevel dengan bupati.

Mereka tidak memiliki pengalaman pengorganisiran dan mobilisasi massa, popularitas tokoh patron tidak menolong untuk mendatangkan partisipasi orang yang ikut demo berjumlah puluhan ribu, jalan satu-satunya menolong adalah membayar orang untuk datang biar keliatan ramai.

Kelompok kontra ini berdiri pada satu prinsip, jabatan bupati dan wakil bupati selesai karena masa periodenya sudah berakhir, bukan karena tekanan politik.

Baca juga  BPBD Buol Tanggapi Ancaman Gempa Megathrust Magnitudo 8,9

Hal absurd yang mereka lakukan adalah menciptakan permusuhan diam-diam di internal kelompoknya, pendukung bupati menjadi superior dan orang wakil bupati menjadi kasta kedua yang tidak perlu didukung gagasannya atau ikut mempertebal barisannya.

Mereka tidak ketahui, wakil bupati menjadi orang paling mungkin menerima perintah dari bupati untuk mencalonkan pada 2024 mendatang, alasannya sederhana. Wakil bupati orang terlibat langsung 5 tahun terakhir terhadap prestasi pengelolaan keuangan dan aset daerah, dirinya dapat menuruskan tradisi prestasi ini.

Kedatangan Plt Bupati Buol Oktober mendatang yang durasi panjang jabatan 2 tahun menciptakan medan palagan kembali nol, tiada putra mahkota atau tagline lanjutkan. Semua menjadi petarung baru.

Share :

Baca Juga

Wakil Gubernur Ma'mun Amir

Banggai

Resmi Dilantik, Wagub Sulteng Harap Terobosan IDAI Atasi Stunting
Presiden Jokowi saat meninjau lokasi gempa di Palu, Sulawesi Tengah pada tahun 2018/Sekretariat Kabinet

Buol

Mengenal Gempa Megathrust seperti Disebut BPBD Bisa Terjadi di Tolitoli dan Buol
Tingginya curah hujan mengakibatkan banjir merendam tiga kecamatan di Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Minggu (7/4/2024)/Ist

Buol

Banjir Rendam 3 Kecamatan di Kabupaten Buol, Ratusan KK Terdampak
Bowo Timumun ambil formulir pendaftaran calon bupati di 4 Partai untuk maju Pilkada Buol 2024/Ist

Buol

Bowo Timumun Ambil Formulir Pendaftaran Calon Bupati di 4 Partai untuk Maju Pilkada Buol 2024
Tambang ilegal di sungai Tabong/istimewa

Buol

Siap Tegakkan Aturan, Kapolres Buol Akan Tinjau Pertambangan Ilegal di Sungai TabongĀ 
Aktivitas tambang emas ilegal di pegunungan Teboy, Desa Busak, Kecamatan Karamat, Kabupaten Buol, makin marak dan memicu keresahan warga. (Foto: Istimewa)

Buol

Hampir Sebulan Operasi Tambang Ilegal Resahkan Warga Desa Busak Buol
Ilustrasi gelombang tsunami/Ist

Buol

Pakar Sebut Potensi Gempa Megathrust Tolitoli-Buol Bisa Picu Tsunami 20 Meter
Bowo Timumun mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon bupati Buol di Partai Demokrat, Jumat (26/4/2024)/Ist

Buol

Kembalikan Formulir Pendaftaran Balon Bupati Buol, Bowo Timumun Fokus Terhadap Isu Kesejahteraan