HARIANSULTENG.COM, PALU – Mahasiswa tergabung dalam Aliansi Waktu Gerakan Indonesia Revolusi (WIR) menggelar demonstrasi di Kantor DPRD Sulteng, Senin (15/6/2026).
Aksi dengan tajuk #MenolakIndonesiaGagal ini menyuarakan sejumlah tuntutan, salah satunya menolak pengesahan UU Polri dan TNI.
Pengesahan kedua undang-undang ini dinilai menggerus supremasi sipil dan tanpa melibatkan partisipasi publik.
“Karena kita bisa lihat yang terjadi di mana aparat TNI-Polri bisa menduduki jabatan sipil,” ujar Galang selaku korlap aksi.
Setelah beberapa saat berorasi, mahasiswa beraudiensi bersama legislator di dalam gedung DPRD Sulteng.
Dalam aksinya, massa WIR membawa 10 tuntutan, di antaranya:
1. Revisi UU Polri dan TNI
2. Tolak wacana pilkada via DPR
3. Turunkan harga bahan pokok dan BBM
4. Hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih
5. Evaluasi PSN
6. Berikan hak guru honorer
7. Jadikan pendidikan sebagai prioritas negara
8. Stabilkan nilai rupiah
9. Hentikan pemborosan APBN
10. Evaluasi Pemerintahan Sulawesi Tengah.
(Red)














